
Di rumah sakit
" Bagaimana dengan dedek bayi?" Nara yang baru saja sadar setelah tadi Nara pingsan saat dokter menangani nya karena tak tahan dengan rasa sakit yang dia rasakan pada perut nya tampak bertanya dengan wajah yang sangat khawatir.
" Kamu tenang saja sayang, dedek bayi baik - baik saja. Hanya saja kamu harus banyak beristirahat karena kandungan kamu saat ini lemah" Aydan mengusap kepala Nara dengan lembut.
" Alhamdulillaah" Nara bernafas lega. " Lalu bagaimana dengan Alea?" Nara kembali panik saat mengingat kejadian yang menimpa nya dan juga Alea tadi siang saat keluar dari kafe Algi.
" Kamu tenang saja, Rifki berhasil menyelamatkan Alea dan kini mereka sedang ada di jalan untuk pulang. Seharus nya kalau lancar, mereka akan tiba beberapa jam lagi" jawab Aydan. " Kamu jangan terlalu banyak fikiran, kamu istirahat ya!" Aydan mengecup kening Nara.
" Syukur lah!" Nara kembali bernafas lega. " Tapi aku heran, siapa yang sudah tega melakukan hal ini semua pada Alea?" Nara tampak berfikir.
" Putra dan Rian, mereka sedang di bawa oleh om Angga dan yang lain nya ke markas White Falcon"
" Apa? Ck ck ck, ternyata cinta dan sakit hati bisa membutakan mata hati seseorang" Nara tak habis fikir dengan apa yang di lakukan oleh dua orang pria yang Nara tahu kalau dua orang itu adalah mantan kekasih Alea yang sangat mencintai Alea.
" Ya, seperti itu lah. Untung saja Rifki dan Algi datang tepat waktu, kalau tidak entah apa yang akan mereka lakukan pada Alea" Aydan mengangguk kan kepala nya.
" Tapi kenapa om Angga membawa mereka ke markas? Bukan nya langsung saja serahkan mereka pada pihak yang berwajib?"
" Rifki seperti nya masih belum puas memberi pelajaran pada mereka berdua. Kamu tahu, kalau aku menjadi Rifki, aku akan mem bun uh mereka karena telah mencelakai wanita yang aku cintai" Aydan berkata dengan penuh penekanan. " Seperti nya besok aku juga akan memberikan hadiah kecil untuk mereka karena sudah berani nya menyakiti mu dan calon anak kita" Aydan tersenyum menyeringai.
" Ish, kalau kamu melakukan nya dan di penjara. Aku dan dedek bayi harus bagaimana?" Nara mengerucutkan bibir nya.
" Kamu tenang saja sayang, aku tidak akan sampai mem bu nuh nya. Aku hanya akan memberikan hadiah kecil saja" ucap Aydan dengan santai nya.
Tok
Tok
__ADS_1
Tok
Pintu di ketuk dari luar dan masuk lah Nanda, Fika, Nami dan Razky dengan wajah yang terlihat sangat panik.
" Sayang, bagaimana keadaan mu?" Nami langsung menghampiri Nara yang sedang terbaring di atas blankar rumah sakit dan langsung memeluk nya.
" Aku baik - baik saja bun, jangan khawatir!" Nara membalas pelukan bunda nya itu.
" Kamu benar tidak apa - apa kan?" Fika yang kali ini memeluk menantu kesayangan nya itu.
" Aku tidak apa - apa mom, jangan cemas!" Nara membalas pelukan Fika.
" Bagaimana cara kamu menjaga istri mu itu? Sampai - sampai harus terjadi hal buruk seperti ini?" Razky menatap tajam pada menantu nya itu.
" Maaf" hanya itu yang mampu Aydan ucapkan saat ini.
"Bagaimana dengan pelaku nya, apa sudah di bereskan?" Nanda bertanya dengan nada datar nya.
"Pastikan mereka akan mendapatkan pelajaran yang setimpal karena sudah mengancam keselamatan calon cucuku dan menantu ku, agar mereka tidak macam - macam pada keluarga kita" Nanda berkata dengan amarah terpancar dari wajah yang sudah mulai ada kerutan di sana.
" Tentu saja, aku tidak akan melepaskan mereka begitu saja" Aydan pun tersenyum menyeringai.
" Bagus, lalu bagaimana kabar Alea?" Ucap Razky.
" Ya, bagaimana dengan Alea?" Fika ikut menimpali dengan wajah cemas nya.
" Alea di bawa oleh Rifki sebelum om Angga dan yang lain nya mengurus para penjahat itu, tapi om Angga juga tidak tahu mereka ada di mana karena mereka terpisah" jawab Aydan.
" Benarkah, kenapa kamu tidak mengatakan nya tadi?" Nara mengerutkan kening nya.
__ADS_1
" Aku tidak mau membuat mu cemas sayang, tapi aku fikir kalian semua harus tahu yang sebenar nya" ucap Aydan. " Aku tidak mungkin bilang kalau Alea dalam keadaan yang buruk karena obat perangsang yang mereka berikan pada nya, aku harap Rifki bisa menyelamatkan Alea" batin Aydan penuh harap.
Aydan tadi di kabari oleh Angga yang sangat cemas dengan keadaan Alea dan Rifki saat ini karena hal terakhir yang Angga tahu adalah kondisi terakhir Alea yang seperti itu, apa lagi Angga tahu posisi mereka yang sangat jauh dari mana pun yang akan membuat Rifki kesulitan menemukan klinik atau dokter di sana. Aydan dan Angga fikir, kemungkinan terbesar adalah Rifki melakukan jalan terakhir nya untuk menyelamatkan Alea dari obat yang sangat berbahaya itu.
" Kita do'akan saja, supaya mereka bisa tiba di rumah dalam keadaan selamat. Apa lagi beberapa hari lagi mereka akan menikah" ucap Nami dengan penuh harap.
" Aamiin" ucap semua nya serempak meng amin kan ucapan Nami barusan.
Tak lama Dimas dan Dela juga datang ke sana untuk melihat keadaan Nara setelah beberapa waktu para orang tua meninggalkan rumah sakit untuk pulang ke rumah mereka, hubungan Dimas dan Dela semakin hari semakin baik dan Dimas pun sudah memberitahukan orang tuanya tentang hubungan mereka. Begitu pun Dela yang juga sudah mengatakan nya pada ke dua orang tua nya. Mereka tentu saja senang dengan kabar itu dan akan segera mengatur pertemuan keluarga untuk membicarakan tentang masa depan ke dua nya.
" Bagaimana keadaan mu sekarang? Dedek bayi baik - baik saja kan?" Dela memeluk sepupu nya itu.
" Aku baik dan dedek bayi juga baik - baik saja" Nara tersenyum seraya membalas pelukan Dela.
" Syukur lah, kamu tahu aku sangat takut saat mendengar kabar buruk itu" Mereka pun mengakhiri pelukan mereka.
" Bagaimana ini bisa terjadi? Siapa yang melakukan nya?" Dimas bertanya pada Aydan.
" Pelaku nya adalah para mantan kekasih Alea, mereka seperti nya tidak terima Alea memutuskan hubungan dengan mereka" Aydan mengangkat bahu nya acuh.
" Ish, itu lah akibat nya karena terlalu sering berganti kekasih. Lalu bagaiman Alea sekarang?" Dimas tampak cemas.
" Rifki berhasil menyelamat kan nya, tapi mereka masih belum sampai juga di rumah" jawab Aydan.
" Syukurlah kalau Rifki berhasil menyelamat kan nya, semoga mereka segera sampai dengan keadaan baik - baik saja" ucap Dela menimpali.
" Ya, kamu benar sayang, kita hanya bisa mendo'akan mereka saja" Dimas mengangguk kan kepala nya.
" Cie, sekarang udah sayang - sayangan nih!" Nara yang mendengarkan panggilan dari Dimas untuk Dela barusan terkikik geli karena merasa aneh dengan panggilan itu. " Jadi sekarang om Dimas tidak menyebalkan kan?" Nara menaik turunkan alis nya lucu menatap Dela yang tersipu malu.
__ADS_1
" Sebenar nya sih masih nyebelin, tapi juga ngangenin" Dela terkekeh saat mengatakan nya dan di ikuti tawa dari semua nya.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏