
" Apa Alea ada di dalam sana?" Algi mengerutkan kening nya sesaat setelah dia menetralisir rasa ketakutan nya karena gaya menyetir Rifki yang begitu kencang dan ugal - ugalan. Bahkan yang Rifki lakukan barusan mengalahkan cara Nara mengemudi saat ikut balapan liar dulu.
" Kau mau turun, atau tetap tinggal di sini?" Rifki berkata dengan nada dinginnya seraya keluar dari dalam mobil nya dan langsung berjalan menghampiri bangunan tua di depan nya.
" Ish, tentu saja aku ikut!" Algi pun ikut turun dengan tergesa - gesa mengejar langkah Rifki yang sudah jauh di depan sana dengan kaki yang masih agak gemetar dan detak jantung yang seakan berlarian di dalam sana.
Rifki pun dengan wajah yang sudah terlihat memerah menahan amarah terus melangkah kan kaki nya mendekati gedung tua itu dengan tangan yang terkepal erat. Algi mengikuti Rifki dengan mata yang melihat kesana kemari melihat keadaan yang sangat sepi karena tidak ada rumah warga di sana, bahkan orang yang hanya sekedar ke kebun itu saja tidak ada membuat Algi brigidig ngeri merasakan suasana yang sangat sepi itu.
Brrakk
Tanpa basa basi lagi Rifki langsung menendang pintu gedung itu dengan sangat kasar sehingga Pintu itu pun terbuka dengan suara yang sangat keras sehingga membuat dua orang pria yang ada di dalam sana terkejut dan melihat ke arah nya. Begitu pun Alea yang langsung membuka ke dua mata nya, Alea sangat senang saat melihat siapa yang datang untuk menolong nya.
" Siapa kau? Berani nya kamu datang ke sini?" Salah satu pria itu menatap tajam Rifki yang menatap mereka dengan tatapan nyalang nya.
" Ternyata benar kamu Putra?" Algi yang berada di belakang Rifki pun menampak kan diri nya. " Alea, dia kenapa?" Ucap Algi saat melihat Alea yang terikat di belakang Putra dan Rian
" Cih ternyata kamu, bagaimana kamu bisa tahu kami berada di sini?" Putra tersenyum mengejek pada Algi sedangkan Rian tampak mengingat - ingat sesuatu seraya melihat Rifki yang tidak asing di mata nya.
" Apa yang kamu lakukan pada nya?" Rifki menatap tajam dua pria di hadapan nya dengan tangan yang terkepal erat dan rahang yang mengeras. " Kalau kalian menyentuh nya seujung kuku pun, aku tidak akan memaafkan kalian berdua" Rifki menunjuk Rian dan Putra secara bergantian dengan wajah nya yang memancarkan kobaran amarah di sana.
" Cih, memang nya siapa diri mu. Alea adalah kekasih ku, jadi aku bebas melakukan apa pun pada nya" ucap Putra percaya diri.
"Ha ha ha... Kau lucu sekali, sudah jelas - jelas aku sudah memutuskan hubungan dengan mu, bahkan aku sampai membuat mu pincang saat itu, apa kau tidak ingat?" Alea yang sejak tadi diam mulai berbicara seraya tertawa renyah membuat Putra dan Rian menoleh ke arah nya.
" Kamu sudah sadar sayang?" Putra langsung membalik kan badan nya dan hendak menyentuh Alea saat sesuatu melayang ke kepala nya. Sedangkan Alea mendecih saat mendengar ucapan Putra barusan. Ingin rasa nya Alea memukul wajah sok polos Putra.
__ADS_1
Duak
Sebuah balok kayu kecil mendarat tepat di kepala bagian belakang Putra sehingga Putra terhuyung ke arah depan.
" Sial, berani nya kau!" Putra menatap penuh amarah pada Rifki seraya memegang bagian belakang nya yang terasa sakit.
" Sudah ku bilang jangan menyentuh nya!" Rifki berkata dengan nada dingin nya.
" Aku ingat sekarang, kamu Rifki pewaris tunggal Saputra Corp bukan?" Rian yang sejak tadi diam pun berbicara
" Apa maksud mu dia Rifki Rafiq Saputra, pria nomor dua setelah Aydan Attalah Balendra?" Putra membulatkan ke dua bola mata nya.
Putra dan beberapa mantan kekasih Alea memang tidak mengetahui siapa Alea sebenar nya dan siapa saja yang ada di sekitar nya termasuk keluarga Balendra dan Saputra yang sangat terkenal di negara ini. Alea sengaja menyembunyikan nya karena Alea memang tidak percaya pada mereka semua, hanya sahabat dan teman baik diri nya saja yang mengetahui soal keluarga nya.
" Siapa pun dia, aku tidak perduli, aku akan menghabisi mu sekarang juga" Putra melayangkan pukulan ke arah Rifki dan Rifki pun dengan mudah menghindari nya.
Bugh
Sebuah pukulan Rifki layangkan pada Putra yang tak berhasil menyerang nya.
" Kamu lawan aku kalau begitu!" Rian menggerak kan tangan nya menantang Algi yang sedang memperhatikan Rifki.
" Cih, siapa takut!" Algi pun tersenyum menyeringai seraya melangkah maju mendekati Rian, baku hantam pun akhir nya terjadi di antara ke empat orang itu yang bisa dengan mudah nya Rifki selesaikan dengan kemenangan telak karena Putra bukan tandingan Rifki sama sekali.
Begitu pun Algi yang juga bisa mengalahkan Rian, yang membuat ke dua mantan Alea itu terkapar tak berdaya dengan kondisi yang cukup mengenaskan di sana.
__ADS_1
Sementara itu Alea sudah mulai merasakan pengaruh obat yang tadi di berikan oleh Rian pada nya.
" Sial, obat itu sebenar nya obat apa? Kenapa tubuh ku terasa panas?" Batin Alea merasakan tubuh nya mulai panas saat ini karena efek obat yang sudah lumer sejak tadi dalam mulut nya. " Kak Rifki, tolong aku! Tubuhku terasa panas" ucap Alea seraya menahan rasa tak enak pada tubuh nya.
" Apa yang kalian lakukan pada nya?" Rifki langsung menghampiri Alea dengan wajah cemas nya setelah melayangkan kembali pukulan terakhir nya pada Putra.
Bugh
Rifki pun langsung melepaskan ikatan pada tangan dan kaki Alea yang sudah terlihat berkeringat dengan wajah yang memerah.
" Panas kak" Alea merengek seraya berusaha melepaskan kancing kemeja yang di pakai nya, namun Rifki menahan tangan nya agar Alea tidak melakukan nya.
" Kurang ajar, apa yang kalian berikan pada Alea ha?" Rifki membentak Putra dan Rian yang sudah terkapar tak berdaya itu, namun tidak ada jawaban dari ke dua nya.
Tak lama beberapa orang suruhan Rifki tampak datang dengan Angga bersama mereka yang juga khawatir dengan keadaan Alea saat ini.
" Apa Alea tidak kenapa - napa?" Angga menghampiri Rifki yang sedang memegangi tubuh Alea yang tak bisa diam dengan wajah cemas nya.
" Alea menjadi aneh om, entah apa yang sudah mereka lakukan pada nya?" Rifki menatap Alea yang menatap diri nya dengan mata sayu seraya tangan nya yang bergerilya pada dada bidang Rifki.
" Kamu bawa Alea ke rumah sakit segera, kalau aku tidak salah seperti nya Alea di beri obat perangsang oleh mereka. Aku akan menangani mereka di sini. Algi kamu bantu aku!" Angga menoleh pada Algi.
" Baik om" Algi mengangguk kan kepala nya seraya meletak kan tangan nya di dahi nya seperti orang yang sedang hormat dalam upacara bendera.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1