Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 117


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, dan tak terasa hari yang sudah di rencanakan oleh Aydan dan Nara kini telah tiba. Tepat hari ini, Nara akan mengadakan syukuran tujuh bulanan yang akan di gelar secara sederhana di mansion.


Mereka hanya mengundang keluarga besar mereka saja, namun tetap saja keluarga mereka yang dari Bandung tidak bisa hadir untuk mengikuti acara ini. Karena usia mereka yang sudah renta dan sakit - sakitan.


" Di mana bumil kita?" Alea yang baru saja datang dengan Rifki dan juga Feyrin langsung bertanya pada Dinka yang sedang sibuk menyiap kan beberapa persiapan.


" Aydan juga tidak terlihat, kemana dia?" Rifki ikut menimpali, sedangkan Feyrin hanya tersenyum saja.


" Kak Nara dan kak Aydan masih di kamar mereka, sebentar lagi mereka juga akan turun. Tunggu saja!" Dinka menjawab.


" Kalian sudah ada di sini? Ke mana tokoh utama kita hari ini?" Dimas yang juga baru datang dengan Dela langsung menghampiri empat orang yang ada di hadapan nya.


" Mereka masih di dalam kamar, kalian juga baru datang?" Rifki yang menjawab.


Dimas dan Dela pun mengangguk kan kepala mereka mengiyakan.


" Apa Angga belum datang? Kenapa aku belum melihat nya" Dela terlihat celingukan mencari Angga yang biasa nya selalu bersama dengan mereka.


" Aku juga tidak tahu, aku fikir tadi om Angga pergi duluan karena dia juga tidak ada di rumah nya" Jawab Alea.


" Mungkin om Angga menjemput kak Lula dulu" tambah Feyrin dengan nada santai nya.


" Kamu benar, akhir - akhir ini om Angga selalu menemui gadis itu" Rifki mengangguk kan kepala nya. " Seperti nya kali ini om Angga benar - benar serius pada gadis itu" tambah Rifki lagi dan di angguki oleh semua nya kecuali Feyrin yang merasa ragu dengan semua itu.


Feyrin yang sudah tahu bagaimana kelakuan Lula di belakang Angga, hanya bisa menyimpan nya sendiri karena dia tidak ingin semua orang tahu dan menyampai kan nya pada Angga. Sungguh Feyrin tidak akan tega melihat Angga terluka.


Tak lama Angga pun datang dengan Lula yang terlihat cantik dengan gaya nya yang dewasa. Saat ini semua nya memakai pakaian berwarna putih sesuai apa yang di tetap kan oleh Aydan dan Nara sebelum nya yaitu pakaian muslim berwarna putih.

__ADS_1


" Om Angga baru datang, hai Lula!" Alea menyapa Angga dan Lula yang baru datang.


" Aku pikir om tidak akan datang" Rifki menimpali.


" Tidak mungkin aku tidak datang di hari penting saudara ku sendiri, iya kan sayang?" Angga tersenyum manis pada Lula yang di balas senyuman yang tak kalah manis.


Feyrin yang melihat itu, hati nya merasa sakit karena jujur saja Feyrin merasa kasihan pada Angga saat ini yang di bohongi oleh gadis yang di cintai nya. Feyrin hanya bisa menahan perasaan sakit hati nya di balik senyum palsu yang dia tunjuk kan pada semua orang.


Beruntung tak lama setelah kedatangan Angga, Nara dan Aydan turun dari kamar mereka dan acara pun segera di mulai. Sehingga Feyrin tak perlu lebih lama lagi melihat pemandangan yang membuat nya sakit hati itu.


" Terima kasih untuk kalian yang bersedia hadir di acara yang sangat penting bagi kami ini" Aydan memberi kan sambutan nya. " Dan di hari ini juga, saya dan istri saya akan menyampai kan sesuatu yang sangat penting" Aydan menjeda ucapan nya. " Yang pasti nya berita ini akan menggemparkan keluarga kita dan pastinya membuat semua nya bahagia" tambah nya lagi membuat semua orang penasaran.


Saat ini Aydan dan Nara berdiri di hadapan semua anggota keluarga yang sedang duduk di meja besar yang mereka sediakan di taman belakang.


" Berita apa, apa kamu mengetahui sesuatu?" Fika yang merasa sangat penasaran bertanya pada suami nya Nanda. Fika pikir, jika tidak pada diri nya, mungkin putra nya itu memberi tahu kan sesuatu pada suami nya.


" Ish anak itu keterlaluan sekali, masa kita tidak di beri tahu duluan sih" Fika mendengus kesal.


" Sudah lah, kita dengar kan saja apa yang akan dia sampai kan" ucap Nanda membuat Fika diam dan fokus mendengarkan ucapan putra nya itu.


Tak jauh beda dengan Fika, Nami dan Razky pun merasa penasaran dengan apa yang akan di sampai kan oleh menantu nya dan juga putri nya itu. Begitu pun anggota keluarga yang lain nya kecuali Dinka tentu nya yang memang sudah mendengar kabar itu jauh hari dari kakak - kakak nya itu.


" Berita bahagia nya adalah" Aydan mulai berkata. " Keluarga Balendra tidak akan mendapat kan satu anggota keluarga baru, melain kan dua sekaligus" ucap Aydan membuat semua nya riuh dengan raut wajah bingung dan tak percaya.


" Apa maksud mu?" Fika pun berdiri dari duduk nya dan menghampiri Aydan karena masih bingung dengan ucapan putra nya barusan.


" Mommy tidak akan hanya punya satu cucu mom, tapi dua sekaligus" Nara yang sejak tadi diam di samping Aydan tanpa bicara kini mengeluar kan suara nya.

__ADS_1


" Apa maksud mu cucu kami kembar?" Nami yang mendengar ucapan putri nya barusan, ikut berdiri dan menghampiri Nara.


" Iya Bun, bunda dan mommy akan mendapat kan cucu kembar" jawab Nara dengan senyum bahagia nya.


Seketika suasana menjadi riuh dengan sorakan kebahagiaan anggota keluarga yang lain nya karena perasaan bahagia yang ikut mereka rasakan saat mendengar kabar bahagia barusan.


Semua nya pun secara bergantian mengucap kan selamat pada Nara dan Aydan atas bayi kembar yang kini sedang di kandung oleh Nara.


" Selamat bro, aku gak nyangka kamu hebat juga" Dimas menepuk pundak Aydan saat diri nya mendapat kan giliran untuk memberi selamat pada Aydan.


" Tentu saja, om tidak usah lagi meragukan kemampuan ku. Sekali cetak, langsung dua" Aydan berkata ponggah.


" Ish, kakak berkata apa? Yang hebat itu Tuhan, karena telah menitip kan si kembar kepada kita" Nara memberengut kesal seraya menepuk tangan Aydan dengan lumayan keras.


" Kamu benar sayang, Tuhan memang paling hebat. Dan kita harus banyak bersyukur karena telah di titip kan bayi kembar di dalam perut mu" Aydan tersenyum sambil merangkul pinggang istri nya dengan mesra.


" Ish, apa kalian akan bermesraan seperti itu terus, atau menyambut ucapan selamat dari kami?" Dela yang ada di belakang Dimas terlihat kesal.


" Maaf, terima kasih karena sudah datang" Nara pun sedikit mendorong tubuh Aydan dan langsung memeluk Dela. " Kapan kak Dela akan menyusul kami hem?" Ucap Nara di sela pelukan mereka.


" Do'akan saja, semoga semua nya lancar sampai hari h" jawab Dela dengan penuh harap.


Ya, Dela dan Dimas sudah menetap kan hari pernikahan mereka yang akan di laksanakan kurang lebih dua bulan lagi. Dan itu akan di laksanakan di Jakarta karena ayah dan ibu Dela ingin melaksanakan pernikahan putri nya itu di rumah keluarga besar ibu nya Dela yaitu Erika.


" Aamiin" ucap Aydan dan Nara bersamaan.


Semua orang pun berlanjut memberikan selamat pada pasangan suami istri itu, acara juga berlangsung dengan cukup meriah walau di adakan secara sederhana. Ritual demi ritual juga di laksanakan dengan khidmat, kebetulan saat ini mereka memakai adat Sunda untuk menjalan kan acara syukuran tujuh bulanan itu.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2