Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 150


__ADS_3

" Dinka, kamu datang?" Algi menampil kan senyum manis nya pada Dinka. Jujur saja Algi sangat senang melihat gadis itu, apa lagi setelah kejadian itu Algi tidak sempat untuk menghubungi gadis itu walau hanya sekedar menelpon nya.


" Ya, seperti nya aku salah sudah datang ke tempat ini. Aku permisi" Dinka menjawab dengan nada ketus tanpa berani melihat wajah Algi saat ini seraya melangkah kan kaki nya hendak menjauh dari Algi, namun dengan cepat Algi menahan tangan gadis itu.


" Tunggu, kamu mau ke mana? Bahkan kita belum bicara sama sekali" Algi kini tampak panik saat melihat sikap Dinka barusan.


" Aku mau ke mana, itu urusan ku! Aku tidak mungkin di sini dan mengganggu kalian bukan?" Dinka menepis tangan Algi dengan kasar, Dinka pun langsung melayang kan tatapan tajam nya pada Algi dan gadis yang ada di samping nya.


Rani dan beberapa pengunjung yang tak sengaja melihat keributan antara mereka, hanya melihat tanpa ada niat untuk ikut campur sedikit pun.


" Bukan kah sudah ku bilang kamu tidak bisa pergi dari ku!" Algi berkata dengan nada tak ingin di bantah, membuat Dinka menatap diri nya semakin tajam.


" Cih, memang nya kamu pikir aku gadis seperti apa ha? Sudah jelas ada kekasih mu di sini, bagai mana bisa kamu sekarang meminta ku untuk tetap di sini" Dinka mendengus kesal.


Algi dan Gina yang seakan baru sadar dengan keadaan saat ini setelah mendengar kan perkataan Dinka barusan, langsung saling tatap satu sama lain nya.


" Ha ha ha" Gina tertawa lepas membuat Dinka menatap nya dengan dahi yang mengkerut.


" Kenapa kamu malah tertawa?" Dinka semakin kesal saja.


" Apa kamu belum mengatakan yang sebenar nya kak?" Ucap Gina seraya menghenti kan tawa nya dan menatap Algi dengan tatapan yang serius, Algi pun menggeleng kan kepala nya. " Ck, pantas saja" Gina berdecak kesal.


" Mengatakan apa? Apa maksud mu?" Dinka merasa bingung dengan ucapan Gina barusan.

__ADS_1


" Dengar ya, calon kakak ipar ku yang cantik! Aku ini Gina, adik kandung kak Algi" Gina mendekati Dinka dengan senyum manis di bibir nya, seraya memegang tangan Dinka.


" Adik?" Dinka tampak terkejut dan tak percaya dengan ucapan Gina barusan, Dinka pun menatap Algi dengan tatapan meminta penjelasan.


" Ya, maaf aku tidak mengatakan nya pada mu. Ini Gina, adik ku satu - satu nya" Algi menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. Sedang kan Dinka hanya terdiam mencoba mencerna semua nya, jujur saja Dinka saat ini merasa sangat senang, marah sekaligus malu karena dia sudah marah - marah pada Algi dan adik nya, tapi dia juga merasa marah karena merasa di permain kan oleh kakak beradik itu. Senang, jelas saja Dinka senang dengan kabar itu. Itu berarti Algi memang serius dengan ucapan nya kemarin.


" Kebetulan kamu datang, aku memang berencana untuk menemui mu setelah ini" Algi mendekati Dinka dan memegang tangan Dinka yang baru saja di lepas kan oleh Algi, semua orang yang melihat nya tampak tersenyum setelah tadi merasa tegang saat Dinka terlihat kesal dan marah pada Algi dan Gina tadi.


Dinka yang mendapat kan perlakuan seperti itu tampak malu dan salah tingkah dengan wajah yang merona, tanpa bisa berkata apa - apa lagi.


" Hari ini di depan semua orang yang ada di sini, aku ingin mengatakan. Dinka, mau kah kamu menjadi kekasih ku dan menjadi istri ku suatu hari nanti" Algi menatap wajah Dinka dengan serius, begitu pun Dinka yang membalas tatapan Algi dengan tak kalah serius nya. " Maaf jika sikap ku kemarin - kemarin pada mu menyakiti hati mu" tambah Algi lagi membuat hati Dinka kini menghangat setelah mendengar ucapan Algi barusan. Jujur saja, Dinka memang sempat sakit hati dan merasa kecil hati setiap kali Algi bersikap cuek dan dingin pada nya.


" Bagai mana? Apa kamu mau menerima ku?" Algi kembali bertanya saat melihat Dinka hanya diam saja. Tangan Algi pun terulur untuk memegang ke dua tangan Dinka dengan senyum yang mengembang di bibir nya.


" Tidak, aku tidak mau" ucap Dinka dengan nada ketus seraya menatap Algi dengan tatapan yang sulit untuk di artikan. Algi yang mendengar itu, tampak kecewa dengan wajah yang terlihat sedih. Begitu pun Gina dan Rani yang ikut sedih saat mendengar perkataan Dinka barusan.


" Kenapa kak, apa kakak masih marah pada kak Algi?" Gina tampak protes.


" Ya, kenapa Dinka? Bukan kah kamu sangat mencintai kak Algi?" Rani ikut menimpali.


" Aku memang mencintai kak Algi, dan ya, aku memang masih marah pada nya" Dinka menjawab tanpa menoleh kan pandangan nya dari wajah Algi yang kini terlihat sendu. " Aku juga tidak mau jika hanya di lamar di sini saja. Aku mau kak Algi melamar ku langsung pada orang tua dan keluarga besar ku" Dinka tersenyum manis membuat Gina, Rani dan terutama Algi tampak bernafas lega dengan senyum yang mengembang di wajah mereka masing - masing.


" Benarkah itu?" Tanya Algi dengan wajah tak percaya nya membuat Dinka mengangguk kan kepala nya. " Tentu saja, aku akan segera melakukan nya. Terima kasih sayang!" Algi pun langsung memeluk Dinka saking senang nya, Dinka yang mendapat kan perlakuan seperti itu pun tersenyum senang dalam pelukan pria yang selama ini dia cintai.

__ADS_1


Semua orang yang melihat nya tampak ikut bersorak dan ikut merasakan kebahagiaan sepasang kekasih yang baru saja saling mengutarakan perasaan mereka masing - masing.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sementara itu di Paris


Hari ini adalah hari di mana Feyrin akan masuk ke tempat magang nya untuk melakukan wawancara setelah dia memasuk kan CV milik nya beberapa hari yang lalu di perusahaan yang dia pilih.


" Pagi!" Feyrin menyapa mommy dan Daddy nya yang sudah terlihat berada di meja makan untuk sarapan.


" Pagi, duduk lah! Kita sarapan bersama!" Arin menyuruh putri nya untuk duduk.


" Bukan kah kita belum lengkap? Jadi kita belum bisa memulai sarapan kita kan?" Feyrin menduduk kan diri nya di kursi yang biasa dia pakai.


" Maksud mu Angga? Dia sudah berangkat sedari tadi" Afkha berkata dengan nada datar nya.


" Kok bisa? Maksud ku, tumben dia berangkat pagi sekali" Feyrin sebisa mungkin menyembunyikan keterkejutan dan rasa kecewa nya.


" Dia bilang ada banyak pekerjaan hari ini di perusahaan, dan dia tidak boleh datang terlambat hari ini" Arin mengangkat bahu nya acuh.


" Oh" Feyrin hanya ber oh ria saja seraya mulai mengambil sarapan nya. Feyrin berusaha bersikap sebiasa mungkin di hadapan orang tua nya, padahal dalam hati nya Feyrin merasa sedikit kecewa karena hari ini diri nya tidak bisa berangkat bersama dengan Angga.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2