Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 41


__ADS_3

Tiga hari sebelum hari pernikahan di laksanakan, Nara sudah mulai mengambil cuti nya dari perusahaan karena Nara mulai di sibuk kan dengan berbagai persiapan pernikahan nya dan Aydan yang sangat mendadak. Dan seperti biasa Aydan juga bekerja menemani Nara di perusahaan sebagai Ayan dengan jabatan nya sebagai wakil dari Nara. Aydan belum berani mengatakan kalau Ayan adalah diri nya karena Aydan fikir akan lebih sulit untuk nya sebagai Aydan untuk mengikuti setiap kegiatan Nara di perusahaan, sedangkan sebagai Ayan dia akan lebih leluasa mengikuti Nara walau pun Nara sering memarahi nya karena hal itu.


Hari ini Nara pulang lebih awal dan menyerahkan semua pekerjaan nya pada Ayan yang merupakan wakil nya yang tidak lain adalah Aydan.


" Nara sudah pulang, aku juga akan pulang dan menemani nya" gumam Aydan setelah Nara sudah menjauh dari diri nya. " Lebih baik aku kabari om Angga kalau aku dan Nara akan pulang" Aydan pun langsung mengambil ponsel nya dan mulai melakukan panggilan nya pada Angga sambil berjalan menuju ke parkiran sebelum dia kehilangan jejak calon istri nya yang sudah masuk ke dalam mobil biru kesayangan nya.


Tak lama mobil Nara pun melaju dan Aydan pun ikut melaju kan mobil nya mengikuti mobil Nara yang sudah lebih dulu membelah jalanan ibu kota yang selalu saja padat dan ramai dengan kendaraan yang berlalu - lalang di sana.


Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit akhir nya Nara memarkirkan mobil nya di sebuah kafe yang Aydan tahu betul itu kafe milik siapa, ya siapa lagi kalau bukan kafe milik Algi, bocah laki - laki yang selalu saja menempel pada Nara sejak mereka masih SMA.


" Kenapa Nara malah ke sini, bukan nya dia mau pulang?" Aydan mengerutkan kening nya. " Ish, pasti dia mau menemui bocah itu. Tidak akan aku biarkan!" Aydan pun dengan tergesa - gesa turun dari mobil nya setelah sebelum nya dia melepas kaca mata tebal nya dan mencopot tompel di pipi nya serta mengacak rambut nya yang klimis tanpa mengganti pakaian nya.


Sementara di dalam sana, Nara langsung duduk di meja pojok tempat nya biasa duduk bila berkunjung ke sana. Tak lama pelayan datang membawakan buku menu untuk Nara agar Nara bisa memesan makanan di sana.


Sebenar nya hari ini entah kenapa Nara ingin sekali memakan ayam bakar sambal matah yang biasa di hidangkan di kafe itu. Sebenar nya Nara tidak terlalu menyukai makanan pedas apa lagi menu yang itu, Nara biasa nya hanya melihat Alea yang selalu memakan nya dengan lahap bila memesan menu itu. Dan entah kenapa hari ini Nara jadi teringat dan ingin sekali memakan nya, mungkin itu bawaan bayi yang ada dalam kandungan nya.

__ADS_1


" Aku mau ayam bakar sambal matah dua porsi dan minum nya es teh manis saja!" Ucap Nara pada pelayan yang ada di hadapan nya.


" Baiklah, terima kasih! Silahkan anda menunggu pesanan nya!" Setelah mengatakan itu pelayan itu pun pamit untuk membawakan pesanan yang di pesan oleh Nara barusan.


" Wah wah, siapa ini yang berkunjung ke kafe ku?" Algi yang melihat Nara datang dari kejauhan pun langsung menghampiri sahabat nya itu. " Apa aku tidak salah dengar, kamu memesan makanan pedas yang biasa Alea pesan? Ada angin apa ini" Algi terkekeh saat mengatakan nya seraya mendudukan diri nya pada kursi kosong di samping Nara.


" Entah lah, aku tiba - tiba ingin memakan nya" jawab Nara datar.


Algi tertegun sesaat melihat penampilan dan sikap Nara yang berubah seratus delapan puluh derajat dari Nara yang biasa nya. Algi sebenar nya sudah tahu apa yang sudah menimpa Nara dari cerita Alea yang sering mengunjungi kafe milik nya itu bersama dengan kekasih nya yang bernama Putra. Algi sangat marah pada Aydan sampai dia pernah mendatangi Aydan langsung di Balendra Corp dan memukuli nya beberapa kali tanpa ada perlawanan dari Aydan karena dia tahu kesalahan nya. Algi tentu saja sangat marah dan sakit hati dengan kejadian itu, karena tak bisa di pungkiri bahwa Algi sudah jatuh cinta pada Nara sejak mereka mulai bersahabat.


" Ish, calon pengantin tidak boleh rakus! Apa kamu mau nanti gaun pengantin mu tidak muat saat hari pernikahan mu?" Algi berkata dengan nada mengejek nya. Sungguh sebenar nya sangat berat untuk Algi menerima pernikahan Nara dan Aydan, namun dia juga menginginkan kebahagiaan untuk Nara walau pun tidak bersama dengan nya. Algi yakin dalam hati nya bahwa ini sudah takdir dari Tuhan dan Algi yakin Tuhan sedang merencanakan sesuatu yang indah untuk diri nya suatu hari nanti.


" Kamu tenang saja, mereka membuat gaun yang longgar untuk ku. Jadi aku bisa makan sepuas ku" ucap Nara acuh.


" Terserah pada mu saja, apa dua porsi sudah cukup atau masih kurang? Kalau kurang aku akan menambahkan nya lagi untuk mu" Algi berkata dengan nada mengejek nya.

__ADS_1


" Aku tidak tahu, nanti kalau kurang aku akan meminta nya pada mu. Tapi gratis ya!" Nara terlihat berfikir membuat tawa Algi pecah melihat kelakuan wanita di hadapan nya ini.


" Cih, seperti nya kalian bersenang - senang" tanpa Algi dan Nara sadari, Aydan sudah berdiri di samping mereka seraya melipat ke dua tangan nya di depan dada nya dengan tatapan tajam nya yang tertuju pada Algi. " Sayang, kenapa kamu tidak memberi tahukan ku kalau kamu mau datang ke sini" Aydan langsung duduk di kursi kosong yang ada di damping Nara yang satu nya.


" Ish, aku kan hanya ingin makan. Untuk apa aku memberitahukan nya pada mu" Nara memutar bola mata nya malas seraya memalingkan wajah nya yang sudah merona, jujur saja Nara masih belum terbiasa mendengar Aydan yang memanggil nya seperti itu sehingga dia selalu gugup saat mendengar nya.


" Setidak nya kan aku bisa menemani mu'" Aydan berkata lembut.


" Tidak perlu, lagi pula tadi nya aku ingin pulang, tapi tiba - tiba aku malah ingin memakan ayam bakar sambal matah yang biasa di makan oleh Alea saat kita datang ke sini" Nara berkata dengan nada datar nya.


" Tapi bukan nya kamu tidak menyukai makanan itu?" Aydan mengerutkan kening nya menatap Nara yang tidak seperti biasa nya. Karena Aydan tahu sekali kalau Nara sangat tidak menyukai makanan pedas itu, pernah Alea menawari Nara makanan itu tapi Nara menolak nya karena menurut nya makanan itu tidak enak karena terlalu pedas.


" Aku juga tidak tahu kenapa aku menginginkan nya" Nara mengangkat bahu nya acuh. " Mungkin ini bayi kita yang menginginkan nya" bisik Nara dengan suara pelan nya pada Aydan, Aydan yang mendengar Nara berkata seperti itu pun menganggukan kepala nya dengan senyum mengembang di bibir nya. Jujur saja Aydan sangat senang setiap kali Nara mengatakan kalau bayi dalam perut Nara saat ini adalah bayi mereka.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2