
Di pagi yang sama di Balendra Corp, Dela tampak tak bersemangat tidak seperti biasa nya. Seperti nya Dela masih memikirkan tentang kemarin saat melihat Dimas yang sedang berpelukan dengan gadis yang belum dia ketahui hubungan nya dengan atasan nya itu.
" Hais, kenapa aku jadi seperti ini sih?" Dela menepuk kepala nya sendiri. " Sadar Dela, kamu ini siapa dan pak Dimas siapa. Lagi pula kalau dia punya kekasih memang nya kenapa? Kamu juga bukan apa - apa di mata dia" gumam Dela lagi seperti orang bodoh yang bicara sendirian. Untung saja kantor masih sepi dan belum ada yang datang untuk bekerja di lantai tempat nya bekerja saat ini. Dimas dan Aydan masih belum datang.
Tak lama Dimas datang dan menyapa Dela yang terlihat sudah sibuk dengan laptop yang ada di depan nya.
" Selamat pagi!" Sapa Dimas dengan senyum di bibir nya, seperti nya Dimas sedang dalam hati yang baik saat ini sehingga wajah Dimas terlihat sangat berseri - seri.
" Pagi!" Ucap Dela dengan nada datar nya. Dela hanya melirik Dimas sekilas dan kembali fokus pada laptop di hadapan nya. " Lihatlah betapa bahagia nya dia hari ini! Pasti karena cewek yang kemarin" batin Dela kesal, namun dia berusaha bersikap sebiasa mungkin si depan Dimas.
" Aku masuk dulu" pamit Dimas. " Apa ada yang salah ya, kenapa sikap nya menjadi seperti itu?" Batin Dimas seraya melangkah masuk ke dalam ruangan nya dengan tanda tanya besar di kepala nya.
Hari itu Dela semakin sibuk karena harus membantu Aydan dan juga Dimas, mereka selalu hampir bersamaan bila memberikan pekerjaan pada Dela, apa lagi Dimas yang memang selalu membuat alasan untuk lebih sering melihat gadis itu.
" Dela, keruangan saya sebentar!" Aydan memanggil Dela dengan sambungan telpon yang biasa dia gunakan untuk menghubungi sekertaris nya itu.
" Baik bos!" Dela berdiri dan hendak melangkahkan kaki nya menuju ruangan Aydan saat telpon di meja nya kembali berdering.
" Ke ruangan ku sekarang!" Kali ini Dimas yang menghubungi nya.
" Oh God, aku harus bagaimana? Ke ruangan bos atau ke ruangan pak Dimas? Dela terlihat bingung dengan apa yang harus dia dulukan. " Ke ruangan bos saja dulu, lagi pula bos ku kan memang bos Aydan" putus Dela pada akhir nya, Dela fikir dia harus mengurangi pertemuan nya dengan Dimas karena kalau tidak entah bagaimana perasaan Dela nanti nya. Dela takut kalau diri nya akan egois dan melupakan kebahagiaan Dimas dan gadis yang terlihat dekat dengan nya.
Tok
Tok
__ADS_1
Tok
Dela mengetuk pintu ruangan Aydan terlebih dahulu sebelum dia memasuki ruangan bos nya itu.
Ceklek
Pintu pun Dela buka, dan di sana tampak Aydan yang terlihat sedang serius dengan berkas yang ada di meja nya. Hari ini adalah hari pertama Aydan datang kembali ke perusahaan nya, maka tidak heran kalau begitu banyak pekerjaan yang harus di kerjakan Aydan saat ini.
" Bos memanggil saya?" Dela pun berdiri di depan meja kerja Aydan.
" Ya, Dela apa kamu bisa membantu ku memilih semua berkas ini. Aku agak bingung dengan semua ini? Kau tahu, aku tidak mungkin menyelesaikan semua hari ini jadi tolong pilihkan berkas yang harus di segerakan dan yang bisa di tunda sampai besok. Aku tidak mau kalau harus kerja lembur di saat istri ku sedang menunggu ku di rumah" Aydan terlihat frustasi dengan pekerjaan nya.
" Ish, siapa suruh tidak masuk kerja selama berminggu - Minggu" batin Dela memutar bola mata nya malas. " Baiklah bos, akan aku kerjakan" Dela pun mulai mendudukan diri nya di atas kursi yang ada di hadapan Aydan dan mulai memeriksa berkas - berkas yang ada di depan nya.
" Oh ya, bagaimana keadaan Nara sekarang? Maksud ku dia sudah tidak gemetaran saat bersentuhan dengan mu kan?" Ucap Dela seraya menyerahkan beberapa berkas yang sudah dia pilah.
" Apa maksud bos, kalian belum melewatkan malam pertama kalian?" Dela membulatkan ke dua bola mata nya saat mendengar pernyataan dari bos nya itu. Dela lumayan kagum karena bos nya itu bisa menahan diri nya sampai saat ini, padahal sudah empat hari berlalu setelah acara pernikahan mereka saat itu.
" Menurut mu?" Aydan menatap kesal pada Dela membuat Dela tersenyum kikuk.
Ceklek
Pintu ruangan Aydan kembali terbuka dan kini terlihat Dimas yang masuk dengan wajah yang terlihat kesal menatap gadis yang terlihat fokus dengan pekerjaan nya tanpa menghiraukan diri nya yang baru masuk ke sana.
" Bukankah sudah ku bilang untuk datang ke ruangan ku! Kenapa kamu malah ada di sini?" Dimas menatap tajam pada Dela saat diri nya berada tepat di samping gadis itu membuat Dela mendongak kan kepala nya.
__ADS_1
" Apa maksud om, Dela di sini atas perintah ku" Aydan menatap tak suka pada om nya itu yang menatap tajam pada sekertaris nya.
" Tapi aku juga membutuhkan nya Aydan" jawab Dimas.
" Aku juga butuh bantuan nya, om kan tahu kalau ini hari pertama ku masuk kembali bekerja. Jadi aku sangat membutuhkan bantuan Dela saat ini" Aydan tak mau kalah
" Ish, kalian ini kenapa? Aku pasti akan membantu kalian, jadi jangan ribut seperti ini" Dela menengahi. " Bos, lebih baik bos mencari sekertaris baru untuk pak Dimas. Aku tidak mungkin kan membantu kalian berdua secara bersamaan, aku ini manusia bukan jini oh jini"
" Seperti nya kamu benar" Aydan tampak berfikir
" Aku tidak setuju, lebih baik kamu saja yang mencari sekertaris baru. Biar Dela menjadi sekertaris ku" ucap Dimas cepat.
" Tidak bisa seperti itu om, Dela sudah sangat lama menjadi sekertaris ku. Aku tidak yakin dengan orang lain yang akan membantu ku" Aydan jelas keberatan karena Dela sudah bekerja pada nya selama beberapa tahun ini sejak dia pertama menjabat sebagai CEO di sana.
" Ayolah Aydan, mengalah lah pada om mu ini" ucap Dimas.
" Aku tidak tahu om, biar aku fikirkan" Aydan terlihat bingung.
" Ish, bos ini kan sudah menjadi atasan ku sejak lama. Apa bos tega mencampak kan ku begitu saja?" Dela mendengus kesal.
" Memang kenapa kalau kamu bekerja dengan ku? Itu sana saja bukan?" Dimas menatap heran pada Dela
" Jelas beda dong pak, kalau kerja sama bos sudah pasti Nara tidak akan marah dan cemburu pada ku karena kami bersaudara dan saling percaya. Lah kamu, aku takut kena labrak dari pacar mu itu" Dela memutar bola mata nya malas. Entah kenapa Dela malah mengatakan hal itu yang tidak ada sangkut paut nya dengan pekerjaan mereka di Balendra Corp.
" Apa maksud mu?" Dimas mengerutkan kening nya.
__ADS_1
" Pikir saja sendiri, aku permisi dulu!" Dela pun langsung melangkah pergi keluar dari ruangan Aydan dengan menahan perasaan kesal dalam hati nya. Sedangkan di dalam tampak Dimas yang terlihat bingung sedangkan Aydan terkikik geli melihat Dimas dan Dela yang bertengkar seperti sepasang kekasih saja.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏 🙏