
Hari demi hari berlalu, kondisi Angga juga semakin hari semakin membaik dan tak terasa pernikahan Dimas dan Dela sudah tinggal tiga hari lagi. Rencana nya Angga dan Feyrin ingin terbang ke Indonesia untuk menghadiri nya, sedang kan Yuki dan yang lain nya sudah pulang sejak tadi subuh ke Indonesia karena merasa keadaan Angga juga sudah baik - baik saja.
Selama Angga di rawat di rumah sakit, Feyrin selalu menjaga dan merawat Angga dengan baik. Bahkan karena itu juga Angga bisa pulih lebih cepat saat ini. Feyrin sangat telaten dalam mengurus Angga, bahkan Feyrin selalu memperhatikan segala sesuatu nya mengenai keperluan Angga sampai hal terkecil pun.
Seperti hari ini Feyrin terlihat sedang menyuapi Angga sarapan nya, padahal Angga sudah mengatakan kalau diri nya bisa sendiri karena kondisi tubuh Angga memang sudah normal saat ini. Hanya beberapa luka yang lumayan besar saja yang masih terkadang sakit dan membutuh kan perban untuk membalut nya.
" Aaak" Feyrin menyuap kan satu sendok makanan lagi ke dalam mulut Angga saat ini.
" Fey, kamu istirahat saja! Aku bisa makan ini sendiri, tangan ku sudah tidak apa - apa. Lihat lah!" Untuk kesekian kali nya Angga menyuruh Feyrin untuk istirahat saja karena Angga merasa kasihan pada gadis itu yang selalu merawat dan menemani nya siang dan malam selama diri nya di rawat di rumah sakit.
" Aku tidak lelah, aku hanya ingin merawat mu saja" Feyrin masih keukeh tidak mau beristirahat. " Sekarang buka mulut om, dan habis kan sarapan nya" Feyrin kembali menyendok kan makanan ke dalam mulut Angga.
Angga pun hanya pasrah saja mendapat kan perlakuan dari gadis yang dia cintai itu, namun setelah dia menerima suapan itu kali ini Angga merebut sendok yang ada di tangan Feyrin dan menyendok kan makanan dari piring makanan nya.
" Aaak, sekarang giliran mu! Kamu pasti juga belum sarapan bukan?" Angga mendekat kan sendok berisiakan makanan itu ke dekat mulut Feyrin agar gadis itu memakan nya.
" Aku bisa membeli makanan ku nanti, sekarang om yang lebih penting" Feyrin tidak mau membuka mulut nya.
" Kalau begitu, aku juga tidak mau makan kalau kamu juga tidak makan" Angga merajuk.
" Ish, tidak bisa seperti itu om. Om harus makan agar om sehat, aku tidak mau melihat om sakit lagi" Feyrin hendak merebut sendok yang ada di tangan Angga, namun Angga tidak memberikan nya.
__ADS_1
" Aku juga tidak mau melihat mu sakit karena tidak makan teratur saat menjaga ku, jadi kalau kamu ingin aku makan maka kamu juga harus makan!" Ucap Angga dengan nada tak ingin di bantah.
" Tapi" Feyrin terlihat ragu.
" Tidak ada tapi - tapian, apa kamu ingin aku menyuapi mu dengan mulut ku langsung huh" tambah Angga dengan nada ancaman.
" Tidak, baik lah aaaak" Feyrin membuka mulut nya agar Angga bisa memasuk kan makanan yang ada di tangan nya dengan salah tingkah saat mendengar ucapan Angga barusan.
Feyrin tentu saja tidak mau kalau Angga sampai melakukan apa yang tadi dia katakan, bisa sangat malu dia kalau sampai itu terjadi. Apa lagi mereka memang belum pernah melakukan nya selama ini.
Angga pun tersenyum penuh kemenangan saat Feyrin membuka mulut nya dan mau sarapan bersama dengan nya, bukan apa - apa Angga melakukan hal itu pada Feyrin. Angga sangat menghawatir kan kesehatan Feyrin yang selama beberapa hari ini terus merawat diri nya di rumah sakit tanpa memperdulikan kesehatan nya sendiri.
" Ya, aku tidak mungkin melewat kan pernikahan om Dimas dan Dela. Lagi pula aku sudah baik - baik saja" jawab Angga. " Apa kamu mau ikut bersama ku?" Tanya Angga membuat Feyrin menatap Angga dengan wajah yang serius.
" Apa om Angga benar - benar menginginkan ku pergi?" Feyrin bukan nya menjawab, malah balik memberikan pertanyaan pada Angga.
" Tentu saja, bahkan kalau bisa aku ingin menikahi mu secepat nya" Angga mengangguk mantap.
" Ish, memang nya mommy dan daddy ku sudah menyetujui nya" Feyrin mengerucut kan bibir nya lucu.
" Tentu saja, kalau kamu bersedia om Afkha dan tante Arin juga akan memberikan restu nya pada kita" ucap Angga dengan penuh percaya diri. " Jadi bagai mana, apa kamu ingin ikut dengan ku?" Angga mengulangi pertanyaan nya.
__ADS_1
" Jujur saja, aku tidak mau berpisah lagi dengan om Angga. Aku ingin selama nya bersama mu" Feyrin tersenyum manis membuat Angga ikut tersenyum saat mendengar ucapan Angga barusan.
" Terima kasih, aku berjanji tidak akan pernah meninggal kan mu. Dan aku juga tidak akan pernah membuat mu menangis lagi" ucap Angga dengan wajah yang serius.
" Om harus menepati janji om itu, kalau tidak. Aku tidak akan pernah memaaf kan mu lagi" Feyrin menunjuk kan wajah yang terlihat kesal.
" Pasti, aku tidak akan mengingkari janji ku" Angga mengangguk mantap. " Apa aku bisa mendapat kan pelukan dari calon istri ku ini hem?" Angga tersenyum menggoda seraya merentang kan ke dua tangan nya agar Feyrin masuk kedalam pelukan nya.
" Ish, dasar" Feyrin menggerutu kesal, namun dia juga berdiri dari duduk nya dan mendekati Angga untuk memeluk pria itu. Kini ke dua nya sama - sama salin mendekap dengan senyum bahagia yang terpancar di wajah mereka.
Akhir nya semua penantian dan rasa sakit hati yang dulu mereka rasakan kini berbuah manis saat ke dua nya saling terbuka dan saling menerima satu sama lain. Sungguh Feyrin sangat bersyukur karena pada akhir nya rasa sakit hati yang pernah dia rasakan bisa berbuah manis saat ini, begitu pun Angga yang merasa ber syukur karena kesalahan besar yang dulu dia perbuat tidak membuat nya kehilangan cinta Feyrin untuk selama - lama nya.
Setelah cukup lama, Angga dan Feyrin dalam posisi seperti itu. Akhir nya mereka saling melepas kan dekapan mereka satu sama lain dengan senyuman yang tidak pudar dari wajah mereka masing - masing.
" Terima kasih karena kamu mau memaaf kan ku dan memberikan ku kesempatan lagi" ucap Angga seraya menatap wajah cantik Feyrin dengan intens.
" Terima kasih juga karena om tidak menyerah pada ku dan berjuang untuk cinta kita" jawab Feyrin seraya menatap wajah Angga tak kalah intens.
Ke dua pasang mata itu saling tatap seolah menyelami perasaan satu sama lain, perlahan wajah Angga mendekati wajah Feyrin dengan mata yang kali ini tertuju pada bibir mungil Feyrin, sedang kan Feyrin pun ikut mendekat kan wajah nya pada wajah pria yang selama ini dia cintai. Detak jantung ke dua nya kini juga sama - sama berdetak dengan sangat kencang dengan perasaan yang sulit untuk di arti kan.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1