
Cetrek
Lampu pantry menyala seiring dengan tubuh Dimas yang menubruk tubuh Dela sehingga kini tubuh Dimas menghimpit tubuh Dela yang bersandar pada dinding yang ada di belakang nya dengan posisi wajah mereka yang sangat dekat, bahkan deru nafas mereka bisa mereka rasa kan menyapu permukaan wajah mereka masing - masing.
Detak jantung ke dua nya berdetak dengan sangat kencang, saat ke dua mata itu bersirobok satu sama lain. Sekejap mereka berdua tampak saling tatap dengan sejuta perasaan yang mereka rasakan saat ini, mata Dimas kini tertuju pada bibir merah muda Dela yang terlihat sangat manis. Dan entah dapat dorongan dari mana Dimas saat ini langsung mendekatkan wajah nya pada wajah Dela dan entah apa juga yang merasuki Dela, dia seakan kehilangan kendali nya dan spontan memejamkan mata nya saat wajah Dimas sudah begitu dekat. Perlahan tapi pasti wajah Dimas terus mendekati wajah Dela dan pada akhir nya bibir Dimas menempel juga pada bibir mungil milik Dela itu dan dalam beberapa detik ke dua bibir itu saling bertaut satu sama lain nya.
Dela dan Dimas dalam sesaat merasakan sesuatu yang belum pernah mereka rasakan sebelum nya, sampai kesadaran menghampiri Dela dan langsung mendorong tubuh Dimas agar menjauh dari diri nya.
" Oh Tuhan, apa itu tadi?" Batin Dela seraya memegang dada nya yang berdetak dengan sangat kencang saat ini dengan sebelah tangan nya, sedangkan tangan yang satu nya menyentuh bibir nya yang barusan menempel dengan bibir Dimas.
" Dimas, kenapa kamu bisa kehilangan kendali seperti itu? Aku harap Dela tidak marah pada ku" batin Dimas menatap Dela dengan tatapan yang sulit untuk di artikan seraya memegang bibir nya yang masih bisa dia rasakan rasa manis yang dia rasakan dari bibir Dela.
" A apa yang bapak lakukan barusan pada ku ha?" Dela menatap tajam pada Dimas dengan wajah yang terlihat sangat kesal. Bukan karena ciuman yang di berikan oleh Dimas yang membuat nya sangat kesal, melainkan ingatan Dela tentang gadis yang beberapa hari yang lalu datang dan memeluk Dimas di hadapan nya.
Dela fikir kenapa Dimas melakukan hal itu pada nya sedangkan diri nya saat ini sudah memiliki seorang kekasih.
" Maaf, aku tidak bisa menahan diri ku" jawab Dimas dengan wajah yang terlihat menyesal.
" Cih, apa bapak seperti itu pada setiap wanita yang dekat dengan bapak ha? Apa karena wajah bapak tampan dan bapak juga punya kekuasaan, begitu?" Mata Dela sudah berkaca - kaca saat mengatakan hal itu pada Dimas.
__ADS_1
" Apa maksud mu? Aku hanya melakukan ini pada mu asal kamu tahu" bela Dimas.
" Pembohong, lalu kenapa bapak melakukan ini pada ku di saat bapak sudah punya kekasih ha? Bapak menganggap aku apa?" Akhir nya tangis Dela pecah juga dan kini air mata nya yang sedari tadi dia tahan, menetes juga dari ujung mata nya.
" Apa maksud mu, siapa kekasih ku?" Dimas tampak bingung dan merasa bersalah melihat Dela yang menangis seperti itu, sungguh Dimas sangat menyesali perbuatan nya tadi.
" Cih, jangan berlagak bodoh! Gadis yang menemui mu beberapa hari yang lalu dan memeluk mu, siapa lagi kalau bukan kekasih mu?" Dela tersenyum mengejek dengan air mata yang masih saja menetes dari ujung mata nya.
" Gadis yang memelukku beberapa hari yang lalu?" Dimas tampak berfikir. " Apa maksud mu Dinka?"
" Ya, siapa lagi?" Dela memalingkan wajah nya seraya melipat ke dua tangan nya di depan dada nya.
" Ish, kenapa bapak tertawa ha?" Dela memberengut kesal seraya menghapus air mata yang ada pada wajah nya. " Apa menurut bapak ini sangat lucu?" Dada Dela bergemuruh menahan rasa kesal pada Dimas yang malah tertawa saat ini.
" Tentu saja ini lucu, kamu fikir Dinka adalah kekasih ku, begitu? Ish itu kan tidak mungkin" ucap Dimas seraya menghentikan tawa nya.
" Apa maksud bapak? Apa nya yang tidak mungkin?" Dela mengerutkan kening nya.
" Akan aku jelaskan pada mu!" Dimas berniat menjelaskan tentang hubungan nya dengan Dinka, namun suara dering ponsel menghenti kan nya.
__ADS_1
Itu adalah panggilan dari ojol yang mengantarkan makanan pesanan mereka tadi yang sudah sampai di bawah gedung, Dimas pun menjawab panggilan itu dan menyuruh ojol itu untuk memberikan nya pada pak satpam saja agar pak satpam itu yang mengantarkan nya ke ruangan nya.
" Makanan kita sudah datang, lebih baik kita makan dulu. Bukankah kamu sudah lapar? Dimas pun langsung menarik tangan Dela untuk kembali keruangan nya tanpa memperdulikan Dela yang memberontak dan meminta Dimas untuk melepaskan tangan nya.
Tak lama mereka pun sampai kembali di ruangan Dimas dan makanan mereka pun juga sampai tak lama setelah kembali nya mereka dari pantry. Dimas tampak mengambilkan makanan untuk Dela dan menyiapkan nya agar gadis itu bisa langsung memakan nya, sedangkan Dela hanya menatap Dimas dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
" Makan lah dulu! Nanti aku akan mengatakan sesuatu yang sangat penting bagiku" ucap Dimas dengan lembut seraya mulai menyuapkan makanan ke dalam mulut nya sendiri. Dela yang memang sudah sangat lapar sedari tadi pun langsung ikut menyuapkan makanan pada mulut nya. Makanan yang di pesan oleh Dimas adalah chicken katsu dan sushi, makanan yang lumayan Dela sukai karena selain rasa nya yang enak makanan itu juga mengenyangkan. Sedangkan yang di pesan oleh Dimas adalah ebi katsu dengan takoyaki. Ya, Dimas memesan makanan khas negri Sakura yang terkenal dengan makanan dari ikan mentah segar nya yang lebih di kenal dengan nama sashimi itu.
" Jadi, apa yang akan bapak katakan pada ku?" Dela sudah selesai memakan makanan nya, begitu pun Dimas yang sedang meneguk air minum yang ada di depan nya.
" Kamu sudah tidak sabar? Aku akan mengatakan nya, dengarkan dengan baik apa yang akan aku katakan pada mu karena aku tidak mudah untuk mengatakan ini semua" ucap Dimas dengan nada yang serius membuat Dela menjadi ikut serius dan semakin penasaran saja dengan apa yang akan di ucapkan oleh Dimas pada nya.
" Dinka bukan lah kekasih ku melainkan putri dari kerabat keluarga kami, sejak kecil dia selalu mengikuti ku dan mengajak ku bermain sehingga kami lumayan dekat. Hubungan kami sangat baik sehingga banyak yang mengira kalau Dinka adalah adik perempuan ku, apa lagi aku memang anak tunggal. Jadi aku senang saat Dinka menganggap ku sebagai kakak nya" Dimas menjeda ucapan nya. " Tapi hubungan kami hanya sebatas itu, Dinka menyayangi ku sebagai kakak nya dan aku juga sebalik nya. Kemarin dia datang hanya ingin mengatakan kalau diri nya akan menetap di Jakarta untuk kuliah di sini dan akan tinggal di mansion bersama dengan kak Fika dan kak Nanda"
" Apa itu benar?" Dela mengerutkan kening nya.
" Ya, dan kamu tahu siapa yang sudah membuat diri ku selalu gelisah bila tidak bertemu dan membuat fikiran ku kacau saat dia bersikap aneh dan menghindariku" Dimas memegang ke dua tangan Dela. " Itu hanya kamu, Dela si sekertaris yang menyebalkan" Dimas terkekeh saat mengatakan nya.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1