Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 92


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, dan pernikahan Alea dengan Rifki pun sudah semakin dekat. Hanya tinggal dua hari lagi saja, Alea akan melepas masa lajang nya bersama dengan Rifki di depan pak penghulu.


Hari ini Alea mengajak Dela untuk menemani nya ke sebuah mal yang sangat besar di ibu kota, tadi nya Alea ingin mengajak Nara juga namun setelah kejadian buruk waktu itu Aydan semakin sulit saja memberikan izin nya untuk Nara keluar tanpa di dampingi oleh Aydan sendiri. Tapi Alea bisa mengerti akan hal itu, apa lagi keadaan Nara yang saat ini sedang mengandung. Pasti Aydan akan sangat cemas dengan keadaan istri dan calon bayi nya itu. Apa lagi kejadian buruk yang sempat terjadi pada Nara dan calon bayi nya itu secara tidak langsung adalah kesalahan Alea sendiri, dan itu membuat Alea merasa bersalah sampai saat ini. Untung saja Nara dan calon bayi nya baik - baik saja sampai sekarang.


" Jadi, apa yang ingin kamu beli?" Tanya Dela pada Alea yang sejak tadi sudah berjalan lumayan lama menelusuri toko demi toko yang ada dalam mal itu.


" Aku bingung kak, sebenar nya aku ingin memberikan hadiah untuk kak Rifki di hari pernikahan kami" ucap Alea dengan tersipu malu.


" Jadi kamu ingin membeli sesuatu untuk Rifki? Kenapa kamu repot - repot ha?" Ucap Dela seraya memutar bola mata nya malas. " Kamu cukup memberikan tubuh mu ini untuk hadiah pernikahan kalian, dia juga pasti akan sangat senang" Dela terkekeh saat mengatakan nya.


" Ish, kakak ini bicara apa sih?" Alea mendengus kesal. " Justru itu dia masalah nya, aku masih malu bertemu dengan nya" cicit Alea dengan suara pelan.


" Jangan bilang kalau kalian belum bertemu lagi sejak itu" Dela menatap Alea dengan tatapan menyelidik, Dela sudah tahu kejadian yang menimpa Alea saat itu dari cerita Dimas. Alea menggeleng pelan saat mendengar ucapan Dela barusan. " Ya ampun Alea, apa kamu tahu apa yang kamu lakukan ini akan membuat Rifki merasa bersalah dan berfikir kalau kamu sangat membenci nya? Apa kamu mau Rifki putus asa dan mencari gadis lain ha?" Dela menggeleng kan kepala nya.


" Ish, kenapa perkataan kak Dela sama seperti ucapan mami sih? Tentu saja aku tidak mau itu terjadi, dan aku tidak akan membiar kan nya" Alea memberengut kesal.

__ADS_1


" Oh ya, tapi seperti nya kamu terlambat deh. Lihat itu!" Dela menunjuk ke arah yang dia maksud, di mana di sana ada seorang pria yang sedang berjalan bersama dengan seorang gadis bule cantik. Dan mereka terlihat lumayan mesra karena sang gadis bule tampak bergelayut manja pada tangan kekar sang pria saat ini.


" Tidak mungkin!" Alea menggeleng pelan dengan suara yang tercekat di tenggorok kan nya saat melihat sesuatu yang membuat hati nya merasa sangat sesak.


Saat ini Alea dan Dela sedang melihat Rifki yang berjalan cukup mesra dengan seorang gadis bule cantik yang tampak bergelayut manja pada tangan kekar Rifki dengan sesekali mereka mengobrol sambil tertawa lepas. Tidak ada kecanggungan dan wajah dingin yang terlihat dari Rifki saat ini seperti Rifki yang biasa nya bila menghadapi gadis - gadis yang mendekati nya.


" Pantas saja, sejak kemarin dia tidak lagi datang ke rumah untuk berusaha menemui ku. Ternyata begini" batin Alea menatap nanar pada Rifki yang sedang berjalan tak jauh dari tempat nya dan Dela sedang berdiri. " Ayo kita pulang kak! Percuma juga kita tetap di sini!" Alea menarik tangan Dela untuk pergi dari sana.


" Tunggu - tunggu! Apa kamu akan membiarkan nya begitu saja?" Dela menahan langkah nya.


" Justru itu, kamu harus menemui mereka! Tambah Dela lagi.


"Menemui mereka? Apa kakak gila?" Alea tidak habis fikir dengan ucapan Dela barusan, tentu saja Alea tidak mau menemui mereka dan membuat hati nya semakin sakit saja nanti nya.


" Ish, apa kamu ingin menyerah begitu saja ha? Kamu harus ingat kalau Rifki itu calon suami mu, dan apa kamu rela melepaskan Rifki begitu saja setelah apa yang kalian lewati selama ini?" Dela berkata dengan nada yang ber api - api. " Apa kamu mau membiarkan Rifki begitu saja setelah dia melakukan hal itu pada mu ha? Kalau aku sih tidak akan membiarkan nya, setidak nya satu Bogeman mentah harus mendarat di wajah tampan nya itu" Dela tersenyum menyeringai menatap Rifki dan gadis itu dengan wajah yang terlihat menyeram kan.

__ADS_1


" Kak Dela benar juga, aku tidak akan membiar kan nya begitu saja" Alea kini juga menatap Rifki dengan berapi - api. Dalam hati nya Alea membenar kan perkataan Dela barusan pada nya, Alea berfikir bagaimana bisa Rifki meninggal kan nya begitu saja setelah dia melihat dan menik mati seluruh tubuh nya. Walau pun itu bukan kesalahan Rifki melainkan kesalahan diri nya sendiri, tapi Alea juga tidak bisa menerima nya begitu saja bila Rifki akhir nya meninggal kan nya demi gadis lain. Ya, tidak bisa di pungkiri kalau gadis yang saat ini sedang bersama dengan Rifki terlihat jauh lebih muda dan lebih cantik dari diri nya. Rambut pirang dengan kulit yang putih mulus serta mata biru yang terlihat sangat bersinar menambah kecantikan gadis yang sedang bersama dengan Rifki saat ini.


Tanpa berfikir panjang lagi, Alea langsung melangkah kan kaki nya dengan wajah yang kesal menatap Rifki seraya tangan nya yang menyeret tangan Dela untuk menemani nya. Dela yang di tarik seperti itu oleh Alea pun ikut melangkah dengan wajah yang juga terlihat kesal. Bagai mana pun juga Dela seorang wanita yang mengerti akan perasaan Alea saat ini, dan Dela juga tidak mungkin membiarkan Rifki begitu saja setelah dia menyakiti perasaan Alea seperti itu.


Tidak membutuh kan waktu yang lama untuk Dela dan Alea sampai di hadapan Rifki dan gadis itu yang sedang berjalan juga tak jauh dari tempat Alea dan Dela tadi berdiri. Dengan langkah lebar dan wajah yang kesal, akhir nya Alea sampai di hadapan Rifki.


" Hai!" Alea tersenyum menyeringai menatap Rifki yang tampak terkejut karena tak menyangka akan bertemu dengan Alea di sana.


" A Alea? Sedang apa kamu di sini?" Rifki tersenyum kikuk menatap Alea yang kini berwajah menyeram kan menurut nya.


" Kenapa, apa aku tidak boleh berada di sini ha?" Jawab Alea ketus. " Apa hanya kamu yang boleh berkeliaran di tempat ini, begitu?" Alea melayang kan tatapan tajam nya pada Rifki. Gadis yang bersama dengan Rifki langsung melepaskan tangan nya yang sejak tadi bergelayut manja pada tangan Rifki saat melihat Alea yang seperti itu.


" Tidak, aku hanya tidak menyangka saja akan bertemu dengan mu di tempat ini" Rifki tersenyum manis, jujur saja Rifki sangat senang karena bisa bertemu dengan Alea saat ini. Setelah selama enam hari ini dia berusaha untuk menemui nya namun tidak bisa karena Alea belum siap bertemu dengan nya. Dan mau tidak mau, Rifki harus bisa mengerti dengan itu semua, Rifki juga tidak bisa memaksakan kehendak nya pada Alea.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2