
" Aneh" ucap Aydan ambigu dengan wajah yang tampak sedang berfikir sambil melihat wajah Nara yang agak pucat karena rasa mual yang dia rasakan. Nara saat ini sudah kembali berbaring di atas tempat tidur nya setelah tadi Aydan menggosok kan minyak kayu putih pada beberapa bagian tubuh nya agar Nara merasa lebih baik.
" Apa nya?" Nara mengerutkan kening nya.
" Kenapa kamu jadi mual lagi saat aku memeluk mu ya, apa kamu tidak merasa aneh?" Aydan masih tampak berfikir.
" Apa nya yang aneh, mungkin itu karena Dede bayi masih marah pada mu" Nara mengerucutkan bibir nya.
" Bukan begitu sayang!" Aydan menyentuh bibir Nara dengan jari nya agar dia berhenti membentuk bibir nya seperti itu atau Aydan tidak akan tahan ingin mencium nya. " Berhenti mengerucutkan bibir mu seperti itu, atau aku tidak bisa menahan diriku lagi!" Nara pun langsung menutup bibir nya dengan tangan nya membuat Aydan terkekeh saat melihat nya.
" Jawab pertanyaan ku tadi, aneh apa nya?" Nara kembali berucap karena Aydan tidak menjawab pertanyaan nya dan malah menggoda nya.
" Apa kamu tidak merasa aneh? Bukan nya tadi saat kamu menangis kamu memeluk ku dengan sangat erat bahkan wajah mu kamu benam kan di dada ku, dan kamu tidak merasa mual sama sekali, bahkan tadi siang juga kamu memeluk ku tapi kenapa barusan kamu kembali mual?"
" Ah, kamu benar juga" kini Nara ikut berfikir. " Aku rasa mungkin karena bau badan mu"
" Bau badan ku?" Aydan mengangkat ke dua tangan nya dan mulai mengendus bau tubuh nya sendiri. " Aku tidak bau, malah menurutku wangi karena aku habis mandi" ucap Aydan dengan wajah yang terlihat heran.
" Justru itu, seperti nya aku lebih suka bau badan mu yang tadi sebelum mandi" jawab Nara dengan enteng nya.
" Apa?" Aydan tampak membulatkan ke dua bola mata nya, " kenapa kamu tidak mengatakan nya sejak tadi, tahu seperti itu aku tidak akan mandi agar bisa memeluk mu" Aydan mendengus kesal.
__ADS_1
" Ish, mana aku tahu. Aku fikir aku sudah sembuh, tapi ternyata aku hanya menyukai bau asam keringat di tubuh mu" Nara nyengir kuda.
" Ish, kalau begitu aku harus mencari cara agar aku kembali berkeringat" Aydan menaik turunkan alis nya lucu seraya memegang kaca mata yang di pakai nya. " Katakan, apa kamu mau membantuku?" Aydan kini tersenyum menggoda menatap Nara membuat Nara menelan saliva nya susah dengan raut wajah yang mulai tegang.
" Ish, jangan macam - macam ya!" Nara menyilangkan ke dua tangan nya di depan dada nya.
Pletak
Aydan menjitak kening Nara dengan jari nya
" Aw, kenapa kamu menjitak ku?" Nara memberengut kesal seraya mengusap kening nya yang terasa panas.
" A aku tidak memikirkan apa pun" jawab Nara tergagap karena Aydan menatap Nara dengan jarak wajah mereka yang sangat dekat.
" Lalu kenapa kamu gugup dan menyilangkan ke dua tangan mu?" Aydan masih belum menjauhkan wajah nya dari Nara.
" Me memang nya tadi kamu mau melakukan apa pada ku? Bukankah kamu menyuruh ku untuk membantu mu berkeringat?" Nara memberanikan diri nya untuk bertanya.
" Aku hanya ingin kamu membantu ku menghitung kan berapa kali push up yang sudah aku lakukan, seperti nya aku akan melakukan itu saja agar aku berkeringat"
" Oh begitu" Nara mengangguk - anggukan kepala nya seraya tersenyum kikuk karena merasa malu sudah ketahuan oleh Aydan tentang fikiran nya agak me sum.
__ADS_1
" Tapi kalau kamu mau, aku juga tidak keberatan kalau ingin melakukan apa yang kamu fikirkan" Aydan tersenyum menggoda pada Nara. "Lagi pula kamu tahu saat kita membuat Dede bayi dalam perut mu itu aku sama sekali tidak mengingat bagaimana rasa nya " Aydan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. " Aneh kan kamu sampai trauma karena tidak bisa melupakan kejadian buruk itu, tapi aku malah tidak mengingat nya sama sekali. Padahal itu yang pertama bagi ku" Aydan terkekeh saat mengatakan nya.
Nara sejenak tertegun dengan ucapan Aydan barusan pada nya, Nara merasa tidak enak karena rasa trauma yang dia rasakan membuat Aydan tidak bisa melewatkan malam pertama mereka sebagai suami istri sebagaimana pasangan pengantin baru pada umum nya.
" Sudah lah, sekarang tolong kamu hitungkan! Aku akan mulai push up nya sekarang" Aydan yang melihat wajah sendu istri nya pun langsung mengalihkan pembicaraan agar Nara tidak lagi memikirkan hal yang membuat nya sedih seperti itu sambil dia melepaskan kaca mata nya dan meletakkan nya di atas nakas. " Ayo, kita mulai!" Aydan pun memposisikan diri nya di atas lantai bersiap untuk melakukan push up di malam hari agar tubuh nya bisa berkeringat kembali. Sungguh Aydan ingin sekali bisa tidur sambil memeluk istri nya itu malam ini. Setidak nya hanya itu yang bisa dia lakukan saat ini.
Aydan pun langsung memulai push up nya dengan bersemangat, sedangkan Nara hanya menatap Aydan dengan tatapan yang sulit untuk di artikan dengan segala pemikiran nya yang merasa tidak enak pada suami nya itu yang dengan begitu rela nya melakukan push up di malah hari hanya untuk bisa tidur sambil memeluk diri nya. Jujur saja Nara juga tidak tahu kenapa diri nya malah menyukai bau badan Aydan yang sedang berkeringat dan malah mual jika mencium bau badan Aydan yang wangi setelah mandi, tapi Nara juga tidak bisa berbuat apa - apa karena ini juga karena pengaruh dari kehamilan nya.
Beberapa menit berlalu dan Aydan pun sudah menyelesaikan kan lima puluh kali push up yang dia hitung sendiri karena Nara hanya diam saja melihat dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
"Aku kira ini sudah cukup" Aydan pun berdiri dari posisi nya tadi dan mulai mengibaskan kaos yang dia pakai karena sudah basah dengan keringat nya. " Apa sekarang kamu mau memelukku?" Aydan merentangkan ke dua tangan nya agar Nara mau masuk ke dalam dekapan nya.
Nara yang tidak tega melihat Aydan yang begitu bekerja keras demi diri nya pun langsung tersenyum seraya masuk ke dalam dekapan suami nya itu. Nara terlihat menduselkan hidung nya pada dada bidang Aydan dan menghirup bau keringat itu dalam - dalam, entah kenapa Nara kini merasa tenang dan nyaman dengan bau tubuh Aydan saat ini.
" Apa sangat nyaman dengan bauku yang seperti ini?" Tanya Aydan yang merasakan wajah Nara yang semakin terbenam pada dada bidang nya yang basah dengan keringat.
" Emm, rasa nya nyaman" Nara mengangguk kan kepala nya tanpa mendongakkan kepala nya karena dia masih ingin Menik mati aroma tubuh Aydan saat ini.
" Ish, kalau di fikir - fikir kamu aneh juga ya" Aydan terkekeh saat mengatakan nya membuat Nara mendongak kan kepala nya.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1