Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 124


__ADS_3

Brakk


Angga membuka pintu ruangan nya dengan kasar dan langsung melempar kan tubuh Feyrin sehingga tubuh mungil itu membentur tembok dengan cukup keras.


" Aw" Feyrin meringis kesakitan. " Sebenar nya apa yang terjadi?" Feyrin kini merasa ketakutan saat mendapat kan perlakuan kasar dari Angga. Sungguh, baru kali ini Feyrin melihat wajah Angga yang seperti itu dan itu terlihat sangat menakut kan di mata Feyrin.


Brrakk


Pintu kembali di tutup dengan sangat kasar, sehingga menciptakan suara yang sangat keras membuat tubuh Feyrin kini gemetar dengan wajah yang ketakutan.


" Apa yang terjadi katamu?" Angga tersenyum menyeringai menatap tajam Feyrin seraya melangkah mendekati gadis itu. " Kamu tahu pasti apa yang sedang terjadi saat ini" Angga semakin mendekati Feyrin.


" Ap apa maksud om?" Ucap Feyrin terbata dengan tubuh yang semakin gemetar ketakutan.


" Apa maksud ku? Kamu pasti tahu apa maksud ku" Angga masih dengan senyum smirk nya. " Kau tahu, aku tidak suka ada seseorang yang ikut campur urusan ku. Apa lagi mencoba menyakiti orang yang aku cintai?" Ucap Angga dengan nada dingin nya seraya terus mendekati Feyrin.

__ADS_1


" Aku tidak mengerti apa maksud mu?" Feyrin melangkah mundur, namun di belakang nya ada tembok yang menghalangi nya sehingga Feyrin hanya bisa pasrah dengan apa yang akan di lakukan Angga pada nya.


" Ternyata selain sok polos kamu juga pandai berpura - pura, aku tahu kamu menyimpan perasaan pada ku dan aku tidak mempermasalah kan hal itu sama sekali" ucap Angga dengan wajah yang sudah sangat dekat dengan wajah Feyrin.


Jeder


Bagai di sambar petir di siang bolong, perkataan Angga barusan bagai kan anak panah yang menusuk menembus jantung nya saat ini. Bagai mana bisa pria ini tahu tentang perasaan nya, dan yang membuat Feyrin lebih kaget lagi ternyata itu alasan kemarahan Angga saat ini.


" Ba bagai mana om tahu? Maaf jika aku salah sudah menyimpan perasaan ini untuk mu" tubuh Feyrin semakin gemetar dengan detak jantung yang semakin berdetak dengan kencang. Melihat kilatan amarah di mata Angga dalam jarak yang sangat dekat, membuat Feyrin semakin ketakutan.


" Maaf, maaf kata mu?" Angga tiba - tiba tertawa jahat membuat Feyrin semakin ketakutan. Jangan bersikap sok polos di hadapan ku! Aku muak melihat nya" Angga berkata dengan nada tinggi seraya menatap tajam Feyrin membuat Feyrin kaget dan memejam kan mata nya dengan tubuh yang masih gemetar. " Kau pikir aku tidak tahu niat jahat mu ha?" Angga mencengkram rahang Feyrin dengan sangat keras, membuat Feyrin meringis kesakitan.


" Apa kamu pikir aku tidak akan tahu, kalau kau berusaha menghasut Rifki dan Alea agar berpihak pada mu dan membuat ku meninggal kan Lula dengan tuduhan palsu yang kamu katakan?" Angga semakin meninggi kan suara nya, untung saja ruangan itu kedap suara sehingga tidak ada orang dari luar yang mendengar keributan antara mereka berdua.


" Asal kamu tahu, aku bersikap baik pada mu hanya karena aku menghormati kak Yuki dan kak Adzriel. Tapi aku tidak menyangka ternyata kamu malah salah mengartikan sikap ku pada mu" Angga menjeda ucapan nya. " Mulai dari sekarang, anggap saja kita tidak saling mengenal! Setelah proyek ini selesai, aku harap kita tidak pernah bertemu lagi. Ingat itu!" Angga berkata dengan nada ancaman seraya menghempaskan wajah Feyrin sambil melepaskan cengkraman tangan nya dari wajah Feyrin.

__ADS_1


Mendengar perkataan Angga barusan membuat Feyrin sadar dengan apa yang sedang terjadi saat ini, seperti nya Alea dan Rifki mengatakan tentang penghianatan Lula di belakang Angga. Feyrin juga sadar kalau ternyata diri nya memang sudah salah melabuhkan hati nya setelah tahu bagai mana sifat Angga yang sesungguh nya. Sungguh, bukan hanya wajah saja yang sakit saat ini. Namun hati nya bahkan lebih sakit. Apa lagi saat mengingat kedekatan mereka saat di pantai dua hari yang lalu, Feyrin pikir itu akan menjadi awal yang baik bagi hubungan mereka. Tapi ternyata dia salah.


" Jadi seperti itu ya?" Feyrin tiba - tiba tersenyum miris menatap berani pada Angga yang masih menatap tajam ke arah diri nya. " Seperti nya aku tahu apa yang sudah terjadi saat ini" tambah Feyrin lagi membuat Angga menatap heran ke arah nya.


" Pertama, tuan Angga yang terhormat. Seperti nya kamu benar, aku memang salah di sini. Aku salah sudah mencintai orang yang salah dan aku juga sudah salah karena selalu berusaha melindungi hati orang lain agar tidak terluka. Tapi satu hal yang benar. Aku tidak sepicik itu tuan Angga sehingga harus menuduh kekasih anda dengan tuduhan palsu, lebih baik anda selidiki dulu kebenaran nya! Dan setelah itu, anda baru bisa melihat siapa yang salah dan benar di sini!" Dada Feyrin tampak naik turun mencoba menahan rasa sesak yang ada pada diri nya. Feyrin sungguh tak habis pikir dengan pria yang ada di hadapan nya itu yang bisa - bisa nya menuduh diri nya dengan begitu kejam nya.


" Dan ya, aku harap kita tidak pernah bertemu lagi setelah proyek kita ini selesai. Aku permisi!" Setelah mengatakan itu, Feyrin langsung ke luar dari ruangan itu meninggal kan Angga yang terlihat tak percaya saat melihat kemarahan Feyrin barusan. Feyrin pun keluar sambil menahan rasa sesak di dada nya dan rasa panas pada mata nya yang sudah mulai terlihat merah dengan genangan air yang bisa tumpah kapan saja.


Feyrin pun dengan cepat masuk ke dalam toilet yang ada di perusahaan Angga tanpa menghirau kan orang - orang yang menatap heran kepada nya.


" Dasar bodoh! Kamu bodoh Feyrin!" Ucap Feyrin dengan suara pelan nya. Air mata yang sejak tadi Feyrin tahan pun meluncur begitu saja dengan begitu deras nya seiring suara air keran yang mengalir deras karena Feyrin tak ingin ada seseorang yang mendengarkan isakan tangis nya. Feyrin menangis sejadi - jadi nya sambil merutuki semua kebodohan nya di dalam sana.


" Aku berjanji, mulai hari ini dan seterus nya nama Angga akan terhapus dari dalam sini untuk selama nya" gumam Feyrin sambil memegang dada nya sendiri seraya menatap tajam ke arah pantulan diri nya yang ada di dalam cermin.


Lama Feyrin menangis di dalam toilet itu sampai diri nya merasa lebih baik, Feyrin bahkan memutus kan untuk langsung pulang ke rumah nya karena tidak mungkin dia menerus kan pemotretan nya dengan wajah yang sudah berantakan karena tangisan nya.

__ADS_1


Biar lah dia nanti akan menghubungi Vino dengan ponsel nya untuk meminta izin agar bisa pulang lebih awal dengan alasan tubuh nya yang merasa kurang sehat saat ini. Karena Feyrin tidak membawa kendaraan nya sendiri, Feyrin memutus kan untuk pulang dengan menggunakan taksi online saja hari ini untuk pulang ke rumah nya. Sungguh yang di butuh kan Feyrin saat ini hanya istirahat, rasa nya tubuh dan hati nya merasa lelah saat ini.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2