
"Kamu terlihat sangat cantik hari ini sayang" bisik Dimas pada Dela tepat di saat Della sudah menduduk kan diri nya di samping Dimas.
"Aa juga terlihat tampan "jawab Della dengan wajah yang tersipu malu.
Tak lama pak penghulu menanya kan kesiapan kedua mempelai pengantin untuk segera di laksana kan ijab qobul saat itu juga, Della dan Dimas pun mengangguk kan kepala nya tanda mereka sudah siap untuk acara sakral yang akan menyatukan mereka untuk selama-lama nya.
Ijab qobul pun akhir nya di mulai oleh pak penghulu yang menuntun papa Della untuk menikah kan putri nya itu dengan calon suaminya Dimas, terlihat semua tampak serius mendengar kan acara itu. Dan terdengar juga suara Dimas yang lantang dan terdengar mantap saat mengucapkan ijab qobul tersebut.
Sah
Sah
Terdengar dari seluruh ruangan dan kemudian setelah nya semua nya tampak menengadah kan kedua tangan mereka untuk mendoa kan kelangsungan hidup kedua mempelai setelah mereka menikah nanti nya. Semua tampak berdoa dengan khusyuk dan serius sampai selesai. Acara pun di lanjut kan dengan acara selanjutnya yaitu sungkeman bagi kedua mempelai pada orang tua mereka, acara itu berlangsung sangat lancar dengan penuh haru yang menyelimuti seluruh acara.
Terlihat Della dan Dimas beberapa kali mengusap sudut mata nya yang basah karena air mata yang tidak bisa mereka tahan saat acara sungkeman berlangsung, begitupun ke dua orang tua dari ke dua mempelai yang juga menangis karena rasa haru yang mereka rasakan saat melihat anak-anak mereka yang sudah tumbuh dewasa dan sekarang sudah mempunyai pasangan mereka masing-masing.
" Selamat ya Om! "Ucap Nara saat Dimas dan Dela kini sudah berada di singgasana mereka.
" Terima kasih, selamat juga untukmu yang baru beberapa hari ini menjadi seorang ibu "jawab Dimas dengan tulus.
__ADS_1
" Selamat ya Om, akhir nya Om sudah bukan jomblo akut lagi" Aydan terkekeh saat mengatakan nya saat giliran nya mengucap kan selamat pada Dimas sedang kan Nara maju untuk mengucap kan selamat pada Della.
" Ish, dasar kau ini. Kalau memberi selamat, jangan sambil mengejek!" Dimas mendengus kesal.
" Bukan kah itu pujian? Aku tidak akan mungkin berani untuk mengejek om ku sendiri bukan?" Ucap Aydan beralasan dan setelah nya maju untuk mengucap kan selamat pada sahabat yang saat ini sudah menjadi tante nya.
" Kau ini, teman sekelas yang naik pangkat jadi sekretaris dan sekarang kamu menjadi tanteku hebat sekali!" Ucap Aydan saat menyalami Della dengan nada mengejek nya.
" Hebat kan aku, kalau aku tidak menjadi sekretaris mu tidak mungkin kamu bisa menjalan kan perusahaan dengan baik apalagi saat masalah mu dengan Nara saat itu" ucap Della dengan ponggah nya.
" Cih, aku akui kamu dan Om Dimas memang banyak membantuku saat itu "Aydan berkata dengan nada datar nya. " Tapi kamu juga harus mengakui kalau bukan karena aku yang punya masalah, kamu tidak akan mungkin bertemu dengan om ku yang tampan itu. Iya kan?" tambah Aydan lagi membuat Dela dan Dimas mengangguk secara bersamaan.
Tidak bisa di pungkiri kalau mereka memang bertemu karena Dimas yang di utus oleh daddy Nanda untuk membantu Aydan dalam pekerjaan nya saat Aydan terkena masalah saat itu.
Semakin siang acara terlihat semakin meriah saja apa lagi mereka juga mengundang beberapa artis ibu kota untuk memeriah kan pesta itu. Terlihat juga tamu yang semakin ramai datang ke pesta itu yang membuat acara terlihat semakin ramai dan meriah saja.
" Maaf, bukankah anda feyrin model terkenal dari Paris itu kan?" Di saat feyrin dan Dinka sedang menikmati makanan yang tadi mereka ambil dari meja prasmanan yang ada di sana terdengar suara seorang pria menghampiri mereka.
" Iya benar, anda siapa ya?" Feyrin mengerut kan kening nya karena merasa tidak kenal dengan pria yang ada di hadapan nya saat ini.
__ADS_1
" Perkenal kan, saya Bian! Saya hanya penggemar anda saja mungkin anda tidak mengenal saya" ucap pria itu seraya mengulur kan tangan nya untuk menjabat tangan Feyrin.
"Oh, terima kasih karena kamu sudah menjadi salah satu penggemar dari calon istri saya" tiba-tiba Angga datang dan menyambut uluran tangan dari Bian seraya melayang kan tatapan tajam nya pada pria itu.
" Oh ya, maaf saya tidak tahu kalau feyrin sudah mempunyai calon suami" ucap Bian tidak enak. " Anda sangat beruntung bisa menjadi calon suami dari gadis secantik Feyrin" tambah Bian lagi sebelum dia meninggal kan meja mereka.
" Jangan bicara dengan pria asing!" Ucap Angga memperingati Feyrin.
" Aku tidak bicara dengan nya, tapi dia yang mengajak ku bicara. Lagi pula dia salah satu penggemar ku, bukan orang asing" Feyrin mengerucut kan bibir nya.
" Feyrin benar, bukan kah itu adalah hal yang biasa bagi seorang model ya" tambah Dinka membela Feyrin.
" Aku tahu itu, tapi tetap saja aku tidak menyukai hal itu" jawab Angga mendengus kesal.
" Kalau kamu tidak siap dengan para fans cowok , lebih baik om jangan pernah jatuh cinta apa lagi menjalin hubungan dengan seorang model" tambah Algi yang sejak tadi hanya mendengar kan saja, tadi Algi dan Angga masih mengambil makanan mereka saat Bian datang menghampiri Feyrin dan Dinka.
**Maaf jika dalam waktu beberapa hari ini tidak bisa update bab baru sampai waktu yang tidak bisa di tentu kan. ini tabungan bab ku yang terakhir, dan entah kapan author bisa nulis lagi karena saat ini otak sedang tidak bisa berfikir karena baru beberapa hari di tinggal kan bapak ke Rahmatullah.
Hari Minggu sore kemarin masuk rumah sakit, hari Rabu sore sudah berpulang. Mohon doa nya dari para readers semua, semoga bapak author di terima segala amal ibadah nya dan di hapuskan semua dosa nya. Aamiin ya rabbal alamiin.
__ADS_1
Dan untuk mama author yang masih berperang melawan kangker segera di sembuh kan dan bisa kembali beraktifitas seperti biasa nya, aamiin ya rabbal alamiin. Terima kasih dan mohon maaf karena autor masih belum bisa meneruskan dua novel autor yang masih on going, dan akan di lanjut kan nanti setelah autor merasa bisa berhalu lagi.
Do'akan saja semoga bisa cepet update lagi. Terima kasih🙏🙏🥰🥰**