
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 21 jam, akhir nya Angga sampai juga di tanah kelahiran Feyrin yaitu kota Paris. Angga pun turun dari dalam pesawat dengan senyum dan tekad yang begitu kuat dalam diri nya.
Karena perbedaan waktu Paris dengan Indonesia, sehingga saat Angga sampai di sana sekitar pukul 10 pagi waktu Paris.
" Feyrin, aku datang" gumam Angga seraya melangkah kan kaki nya keluar dari bandara dan mencari sebuah taksi yang bisa membawa nya ke alamat yang dia bawa. Alamat yang merupakan tempat tinggal om Afkha dan keluarga nya di kota itu.
Hanya membutuh kan waktu tiga puluh menit saja perjalanan dari bandara menuju ke alamat yang di tuju oleh Angga saat ini. Kini taksi yang di tumpangi oleh Angga sudah sampai di depan sebuah rumah yang lumayan besar dengan gaya khas kota Paris.
Ting tong
Angga memencet bel yang ada di depan pagar rumah yang lumayan tinggi itu.
Tak lama seorang wanita paruh baya tampak keluar dari dalam rumah membuka pintu dan menghampiri Angga yang menatap nya dengan dahi yang mengkerut karena wanita itu tidak di kenali oleh Angga.
" Maaf, mencari siapa?" Wanita itu berbicara dalam bahasa Prancis.
" Maaf apa ini benar rumah om Afkha" Angga menjawab dengan bahasa Prancis juga. Angga dan yang lain nya memang menguasai beberapa bahasa di dunia termasuk bahasa Prancis dan bahasa Inggris.
" Iya, ini memang rumah tuan Afkha" wanita itu mempersilah kan Angga untuk masuk ke dalam rumah, ternyata yang membuka kan pintu barusan adalah salah satu art yang bekerja di rumah itu. Angga pun masuk ke dalam rumah itu mengikuti wanita paruh baya yang membuka kan pintu tadi, kebetulan di sana om Afkha dan Tante Arin sedang berada di dalam rumah. Sedangkan Feyrin sendiri sedang pergi karena ada suatu urusan yang harus dia kerjakan.
" Assalamualaikum" Angga memberi salam untuk Afkha dan istri nya, walau pun mereka tinggal di negara orang. Tapi mereka tetap tidak melupakan agama mereka dan masih beribadah seperti semesti nya umat beragama Islam.
" Walaikumsalam" jawab Afkha dan Arin secara bersamaan.
" Kamu Angga? Ternyata kamu sudah besar ya" Afkha yang sedang duduk santai bersama dengan istri nya langsung berdiri menghampiri adik ipar dari kakak sepupu nya itu.
__ADS_1
Afkha dan Arin sama - sama tidak tahu dengan permasalahan yang terjadi antara Feyrin dan Angga, karena kalau kita ingat sifat Feyrin yang sangat baik. Dia tidak mungkin menceritakan masalah nya pada orang tua nya karena takut akan mempengaruhi hubungan antara keluarga nya yang ada di sini dan yang ada di Indonesia. Apa lagi mengingat hubungan Angga yang merupakan adik ipar dari paman nya sendiri. Itu menjadi pertimbangan Feyrin untuk menceritakan masalah nya dengan Angga.
" Iya om, om Afkha apa kabar?" Angga mencium tangan Afkha dan Arin secara bergantian.
" Om baik, kamu sendiri?"
" Baik om" jawab Angga sebelum akhir nya dia berpindah mencium tangan Tante Arin
" Jadi ini Angga adik nya Yuki?" Ucap Arin saat Angga mencium tangan nya
" Iya tante" Angga tersenyum ramah.
" Sudah besar ya, tampan lagi" Arin terkekeh saat mengatakan nya.
" Dia ada pekerjaan kata nya, sebentar lagi dia juga akan pulang" Afkha yang menjawab. " Mom, antar kan Angga ke kamar nya! Agar dia bisa beristirahat, dia pasti lelah setelah perjalanan jauh" tambah Afkha lagi.
" Baik dad, ayo ikut Tante!" Arin pun mengajak Angga untuk ke kamar yang akan dia tinggali selama di Paris. Sebenar nya tidak ada yang memberi tahu kan alasan yang sebenar nya pada Afkha dan Arin tentang tujuan kedatangan nya ke Paris karena Adzriel hanya mengatakan Angga akan menginap di sana untuk beberapa waktu untuk membantu Afkha menyelesai kan masalah yang ada di perusahaan, dan Afkha pun tidak banyak bertanya lagi dan hanya menginyakan saja. Lagi pula Afkha sudah menganggap Angga sebagai keluarga nya sendiri.
Kalau Afkha dan Arin mengetahui perbuatan Angga pada Feyrin, mungkin mereka tidak akan bersikap seramah itu pada Angga. Mungkin saja mereka akan mengusir dan bersikap sangat kasar pada Angga sejak kedatangan nya.
" Nah, ini kamar yang akan kamu tempati selama kamu berada di Paris" Arin menunjuk pintu berwarna putih yang ada di hadapan mereka.
" Terima kasih Tante, lalu itu kamar siapa?" Angga menunjuk pintu yang berhadapan dengan pintu kamar yang akan di tempati nya.
" Itu kamar Feyrin, nanti kalau kamu perlu apa - apa. Bisa minta juga pada dia!" Jawab Arin. " Ya sudah, ayo masuk dan beristirahat lah! Kamu pasti capek" tambah Arin lagi sebelum dia pergi dari hadapan Angga.
__ADS_1
" Terima kasih" sekali lagi Angga pun mengucap kan rasa terima kasih nya sebelum memasuki kamar yang akan ditempati nya.
Ceklek
Angga membuka pintu berwarna putih yang ada di hadapan nya dan langsung masuk ke dalam sana untuk mengistirahat kan tubuh nya.
" Ternyata kamar kita berhadapan, suatu hari nanti kita bahkan akan tidur dalam satu kamar" Angga tersenyum di atas tempat tidur nya dengan posisi terlentang setelah dia tadi menghempas kan tubuh nya di sana.
Entah karena rasa lelah di tubuh nya atau karena tempat tidur itu terlalu nyaman, sehingga Angga perlahan menutup mata nya dan terlelap begitu saja di sana.
Waktu bergulir sangat cepat, dan sore hari pun tiba. Feyrin yang baru menyelesai kan urusan nya di luar sana, terlihat baru pulang ke rumah nya.
" Assalamualaikum" ucap Feyrin memberi salam pada mommy dan daddy nya yang sedang duduk bersantai di ruang tengah.
" Walaikumsalam" jawab ke dua nya bersamaan.
" Kamu baru pulang sayang?" Arin sang mommy menatap putri nya itu dengan wajah yang agak sendu.
Sebenar nya Arin merasa perubahan sikap Feyrin yang baru kembali dari Indonesia beberapa hari yang lalu, Feyrin yang biasa nya ceria dan centil seperti anak gadis seusia nya. Namun sekarang Feyrin terlihat agak murung dan walau pun dia tersenyum dan tertawa, itu seolah terpaksa. Namun Arin tidak mau mendesak putri nya untuk bercerita bila putri nya itu tidak ingin menceritakan nya, Arin pikir mungkin masalah yang di hadapi putri nya itu masih bisa di selesai kan oleh diri nya sendiri.
" Iya mom, tadi ada pemotretan untuk sampul majalah X" jawab Feyrin dengan wajah lelah nya.
" Kalau kamu lelah, kamu berhenti dari pekerjaan itu. Lebih baik kamu bantu Daddy di perusahaan!" Afkha yang mendengar nada bicara Feyrin pun ikut menimpali.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1