
"Benar kata kak Algi, bukan kah om sudah tahu sejak dulu kalau aku ini seorang model. Bahkan aku terkenal di Indonesia sebagai model dari iklan salah satu produk perusahaan om sendiri" ucap Feyrin tidak mau kalah.
" Iya - iya, aku tahu. Tapi itu kan dulu, dan sekarang berbeda aku tidak suka ada pria yang mendekati mu. Apa lagi di hadapan ku" jawab Angga juga tak mau kalah.
" Ish, keterlaluan. Apa aku harus memakai stiker di punggung ku yang bertuliskan milik Angga seorang agar tidak ada pria yang mengajak ku bicara begitu" Feyrin menggerutu kesal.
" Bukan ide yang buruk" ucap Angga dengan begitu enteng nya sambil tersenyum penuh arti membuat Feyrin, Dinka dan Algi memutar bola mata nya malas.
" Dasar bucin tingkat akut" cibir Algi.
" Tapi itu terlihat manis bagi ku" ucap Dinka dengan nada sindiran pada kekasih nya itu.
" Tuh kamu dengar, Dinka saja mengatakan kalau aku manis" jawab Angga dengan penuh percaya diri.
" Manis apa nya? Apa menurut mu aku kurang manis hem?" Algi menatap Dinka dengan tatapan menggoda nya.
"Tentu saja sikap nya, walau pun terlihat posesif. Tapi bagi ku itu sangat manis karena itu berarti om Angga sangat mencintai Feyrin" jawab Dinka menjelas kan. " Tidak seperti kak Algi yang terlihat cuek" tambah Dinka lagi dengan bibir yang mengerucut.
__ADS_1
" Ish, aku juga tidak suka melihat mu dengan pria lain. Apa kamu tidak ingat kejadian di kampus mu saat itu hem? Atau kita ulangi sekali lagi, bagai mana?" Algi tersenyum menggoda pada Dinka membuat Dinka merona dengan salah tingkah saat mengingat kembali kejadian itu. Kejadian di mana Algi menyeret diri nya sampai ke dalam mobil dan Algi melakukan hal yang tidak Dinka duga sebelum nya.
" Kejadian apa? Apa ada hal yang luar biasa terjadi di antara kalian" Feyrin menatap Dinka dengan tatapan menyelidik saat mendengar ucapan Algi barusan, membuat Dinka sedikit gelagapan karena tidak mungkin kalau Dinka menceritakan kejadian yang akan membuat nya malu bila Feyrin dan om Angga mengetahui hal itu.
" Tidak ada, hanya sebuah kejadian manis yang kami alami saat aku baru menyadari cinta ku pada Dinka" jawab Algi cepat saat melihat wajah kekasih nya yang merona dan sedikit gelagapan.
Feyrin hanya mengangguk kan kepala nya mengerti sedang kan Dinka merasa lega karena kekasih nya itu bisa mengerti dengan apa yang dirinya rasakan.
Sementara di meja yang lain nya, tepat nya di meja yang letak nya tak jauh dari meja tempat Feyrin dan yang lain nya duduk, di sana ada Nara yang sedang menggendong salah satu baby twins mereka yaitu baby Azura sedang kan baby Azzam berada dalam pangkuan Aydan.
" Kamu lihat sayang, semua orang terlihat bahagia hari ini" Nara melihat ke sekeliling setelah mendengar ucapan suami nya barusan. Di meja yang letak nya dekat dengan mereka terlihat Feyrin yang tersenyum dengan sesekali berwajah masam karena goda an yang di berikan Angga pada nya. Sedang kan di depan mereka ada Dinka dan Algi yang tak jauh beda dengan keadaan Feyrin dan Angga.
Fariz dan Amaira juga terlihat senang menikmati pesta walau pun di sana jarang sekali anak seusia mereka yang hadir di pesta itu.
" Kakak benar, semua nya tampak bahagia saat ini. Akhir nya setelah semua kejadian yang kita semua alami di masa lalu, semua orang bisa mendapatkan kebahagiaan mereka" jawab Nara dengan senyum yang mengembang di bibir nya.
" Ya, kamu benar. Dan aku bersyukur atas semua kejadian yang membuat ku bisa bersama mu sampai saat ini" Aydan memegang tangan Nara. " Apa lagi dengan kehadiran mereka, membuat kebahagiaan ku menjadi sangat lengkap" Aydan menatap ke dua buah hati nya dengan tatapan penuh cinta.
__ADS_1
" Ya, walau pun Tuhan menyatu kan kita dengan cara yang membuat ku sempat hancur. Tapi kini aku bersyukur karena kita bisa melewati semua nya dengan baik" jawab Nara. " Dan aku tidak pernah berpikir sebelum nya kalau kakak dan aku akan menikah" tambah Nara lagi sambil mengingat masa lalu nya.
" Ya, aku juga berpikir seperti itu" Aydan mengangguk setuju. " Tapi apa kamu tahu, sebenar nya sejak kita beranjak remaja dalam hati ku selalu meyakini sesuatu yang bahkan aku sendiri tidak tahu kenapa aku bisa seyakin itu" Aydan menatap Nara dengan tatapan serius nya.
" Apa?" Nara mengerut kan kening nya.
" Aku selalu yakin, kalau kamu hanya tercipta untuk ku dan akan menjadi milik ku. Karena aku yakin kalau Nara hanya untuk Aydan" ucap Aydan mantap.
" Ish, berarti kakak sangat egois saat itu" Nara mendengus kesal.
" Egois?" Aydan mengangkat alisnya sebelah.
" Ya egois, bisa - bisa nya kakak berpikir seperti itu dan masih ingin menikahi Karin saat itu. Apa kakak pikir aku ini apa hah?" Nara memberengut kesal.
" Ah, masalah itu" Aydan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. " Seperti nya aku saat itu di hipnotis oleh Karin sampai berpikir untuk menikahi nya" ucap Aydan beralasan. " Tapi untung saja saat itu aku menikah dengan mu dan bukan dengan yang lain nya, dan itu membuat ku menjadi pria yang paling beruntung di dunia ini" Aydan merangkul pundak Nara dengan tangan kiri nya sedang kan tangan kanan nya masih menggendong baby Azam di sana.
" Ish, kakak bisa saja" Nara mendengus, tapi bibir nya tersenyum mendapat kan perlakuan dari suami nya itu.
__ADS_1
Nara memang terkadang kesal bila mengingat kejadian masa lalu di mana Aydan akan menikahi Karin saat itu, tapi Nara juga tidak bisa menampik karena walau pun Aydan bersetatus sebagai kekasih Karin Aydan selalu memprioritas kan diri nya di atas segala nya termasuk kekasih nya Karin. Dan itu cukup membuat Nara yakin atas cinta dari suami nya itu.
Bismillaah... Maaf baru bisa update hari ini, insya Allah mulai hari ini autor mencoba untuk update lagi. Walaupun baru satu bab, semoga bisa mengobati kerinduan kalian pada Nara dan yang lain nya. Terima kasih🙏🙏