Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 88


__ADS_3

Alea mengerjapkan mata nya beberapa kali untuk memasti kan kalau yang dia dengar barusan bukan nya mimpi, dan Alea juga ingin memasti kan kalau yang ada di hadapan nya adalah benar - benar Rifki dan bukan fata Morgana semata.


" Ish, kakak ini jangan bercanda" Alea tersenyum kikuk seraya memukul pundak Rifki dengan cukup keras, sehingga membuat Rifki meringis menahan sakit yang ada pada pundak nya.


" Siapa yang bercanda, aku serius dengan ucapan ku" Rifki tersenyum menggoda menatap Alea. Membuat perasaan Alea semakin terbang saja. Namun sepersekian detik kemudian tiba - tiba Alea terhempas saat teringat tentang tanda merah yang ada pada leher Rifki yang dia lihat tadi pagi


" Cih, kakak pandai sekali berbohong! Apa seperti ini cara mu merayu semua gadis di luar sana agar mereka tergila - gila pada mu" Alea memutar bola mata nya malas seraya menahan rasa sesak dalam hati nya.


" Apa maksud mu? Siapa yang sedang berbohong?" Rifki mengernyitkan kening nya dengan wajah yang terlihat bingung. Rifki sama sekali tidak mengerti ucapan dari wanita yang ada di hadapan nya itu. " Lagi pula siapa yang suka merayu gadis - gadis? Kamu tahu sendiri kalau mereka yang selalu merayu dan mengejar ku" tambah Rifki lagi dengan percaya diri.


" Cih, itu juga mungkin yang membuat mu bisa meminta mereka melakukan apa pun yang kakak mau" Alea mendengus kesal.


" Apa maksud mu? Ya aku akui, kadang mereka selalu mengikuti ku dan berusaha memberikan apa yang aku suka. Tapi aku tidak pernah meminta nya, apa lagi menerima pemberian dari mereka. Kamu tahu sendiri kan bagaimana aku selalu menolak pemberian dari mereka secara halus?" Rifki membela diri nya sendiri.


Alea tertegun saat mendengar ucapan Rifki barusan, dalam hati nya Alea membenarkan apa yang di ucapkan Rifki barusan. Karena Alea tahu persis bagaimana Rifki selalu menolak dengan halus pemberian dari para gadis yang mengejar nya. Walau pun Rifki menerima nya, pasti akhir nya diri nya dan Nara lah yang mendapatkan pemberian dari mereka itu. Dan itu terkadang membuat Alea merasa kesal pada para gadis itu yang seperti tidak pernah lelah mengejar Rifki walau pun Rifki mengacuh kan mereka.

__ADS_1


" Kenapa diam hem, aku benar bukan?" Rifki kembali bersuara saat melihat Alea yang hanya diam saja.


" Bagaimana aku tahu! Bukan kah aku tidak bersama dengan mu selama dua puluh empat jam" Alea mengangkat bahu nya acuh.


" Baik lah, sekarang katakan pada ku! Apa yang membuat mu berfikir kalau aku selalu merayu para gadis itu dan memanfaatkan mereka?" Rifki menatap Alea dengan tatapan menyelidik.


" Kakak lupa menutupi itu" Alea menunjuk pada leher Rifki yang terpang pang jelas karena dua kancing kemeja Rifki yang paling atas tidak terkancing dengan benar. " Aku tahu itu apa, karena aku bukan anak kecil lagi" tambah Alea lagi berusaha berani untuk menanyakan hal ini langsung pada Rifki, dari pada dia terus menerka - nerka dan membuat hati sesak saja. Jadi dia memutuskan untuk menanyakan langsung pada Rifki.


"Menutupi?" Rifki melihat ke arah yang di maksud oleh Alea dengan wajah yang masih bingung karena masih belum mengerti apa yang di maksudkan oleh Alea saat ini. " Oh Tuhan, apa maksud Alea tanda kepemilikan yang dia berikan pada ku?" Batin Rifki meringis, meratapi kebodohan nya yang bisa - bisa nya melupakan hal itu dan bersikap acuh. Tentu saja Alea akan berfikiran yang tidak - tidak saat melihat tanda kepemilikan yang begitu banyak nya.


" Sebegitu sayang nya kamu pada ku hem? Sampai kamu tidak mau melihat ku bersedih" Rifki mengangkat dagu Alea sehingga Alea kini mendongak menatap wajah Rifki. " Lalu kalau aku katakan kebahagiaan ku adalah diri mu, apa kamu juga akan memberikan kehidupan mu untuk ku?" Tambah Rifki lagi dengan mata yang menatap lembut mata Alea.


" Aku" Alea tidak mampu berkata apa - apa lagi.


" Aku apa hem? Katakan! Apa kamu akan memberikan hidup mu untuk ku?" Rifki mengulangi ucapan nya saat melihat Alea tak mengatakan apa pun lagi dan hanya melihat diri nya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.

__ADS_1


" Seandai nya kakak benar mencintai ku. Ya, aku akan memberikan seluruh hidup ku untuk mu, jangan kan kehidupan ku, tubuh ku bahkan nyawa ku akan aku berikan pada mu" Alea mengatakan itu dengan nada tinggi seraya menepis tangan Rifki yang memegangi wajah nya. Rifki yang mendengarkan ucapan Alea barusan menarik ujung bibir nya. " Tapi apa arti nya itu? Kamu bahkan sudah menyerahkan tubuh mu untuk wanita lain, bahkan saat pernikahan kita hanya tinggal menghitung hari saja" tubuh Alea bergetar hebat dengan nafas yang naik turun karena menahan rasa sesak yang dia rasakan pada hati nya saat dia mengatakan itu semua. Jujur saja Alea sangat sedih bercampur rasa kecewa saat ini.


" Wanita lain? Apa benar kamu tidak ingat apa pun yang terjadi pada hari itu?" Ucap Rifki


" Kejadian hari itu? Apa kejadian saat aku di culik oleh mereka? Rifki pun mengangguk kan kepala nya. " Sebenar nya apa yang telah terjadi?" Alea tampak membulat kan ke dua bola mata nya seraya berusaha mengingat kejadian itu, namun tetap saja diri nya tidak mengingat nya.


" Kamu ingin tahu apa yang sebenar nya terjadi?" Rifki tampak ragu saat mengatakan nya.


" Ya, aku ingin tahu" Alea mengangguk kan kepala nya.


" Tapi kamu harus ingat, jika aku menceritakan kejadian yang sesungguh nya. Kamu jangan marah pada ku, aku mohon!" Rifki menatap Alea dengan tatapan memohon nya. " Kamu harus ingat, kalau apa pun yang aku lakukan pada mu itu adalah semata hanya untuk menyelamat kan mu" ucap Rifki dengan serius.


" Sebenar nya apa yang terjadi? Apa ada hal yang sangat buruk terjadi pada ku waktu itu?" Alea tampak cemas dan begitu takut saat Rifki mengatakan seolah kejadian yang sangat buruk telah menimpa diri nya.


" Dengarkan aku! Aku akan menceritakan semua nya pada mu" Rifki menghela nafas nya sejenak untuk menenangkan hati nya yang masih ragu dengan keputusan nya untuk menceritakan semua nya pada Alea saat ini. " Aku harap, kamu tidak akan membenci ku" tambah Rifki lagi sebelum memulai cerita nya.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2