
" Apa maksudmu?" Karin menatap nyalang pada Nara yang berjalan kearah nya.
" Maksud ku? Kamu tahu persis apa maksudku" Nara tersenyum mengejek pada Karin. " Kau tahu, aku merasa kasihan kepada mu. Dalam dua tahun ini hanya rasa iba dan kasihan yang kamu dapatkan dari Aydan" Nara berjalan mengitari Karin yang sekarang sedang mengepalkan tangan nya dengan wajah yang memerah menahan amarah. Sedangkan Aydan memasang mata nya pada Karin, takut dia melakukan sesuatu yang akan menyakiti Nara.
" Apa maksud mu ha? Aydan sangat mencintai ku, dia sangat tergila - gila pada ku asal kau tahu" ucap Karin dengan nada yang tinggi dan penuh percaya diri.
" Oh ya, kalau begitu kenapa kamu tidak bisa naik ke atas ranjang nya selama hubungan kalian yang berjalan dua tahun itu? Sedangkan aku, apa kau tahu hanya dalam waktu semalam saja, Aydan bisa memberikan kepuasan untuk ku" Nara masih bersikap santai. " Oh Tuhan apa yang sedang aku katakan?" Batin Nara meruruki perkataan nya barusan. Sedangkan Aydan kini tersenyum penuh kemenangan saat mendengar perkataan Nara barusan.
" Kamu pembohong, Aydan adalah pria baik - baik yang tak mungkin melakukan hal itu pada wanita yang dia cintai. Ck, atau dia memang tidak mencintai mu?" Jawab Karin tersenyum sinis pada Nara membuat Nara terdiam dengan tatapan tajam pada Karin.
" Jangan dengarkan dia sayang, kamu tahu pasti bagaimana aku sangat mencintai mu sejak dulu" Aydan berwajah panik, dia takut kalau Nara akan terpengaruh dengan ucapan Karin barusan.
" Kamu tenang sayang, aku tau." Nara tersenyum manis pada Aydan yang merasa senang mendengar panggilan Nara pada nya barusan, sungguh ini adalah pertama kali Nara melakukan nya dan Aydan sangat menyukai itu. " Kamu cukup diam dan perhatikan, ini adalah urusan wanita" setelah mengatakan itu Nara kembali menatap Karin dengan tenang.
" Aku benar bukan? Aku tahu persis bagaimana cara Aydan memperlakukan wanita yang dia cintai" Karin tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
" Ya, aku sangat tahu. Bahkan di saat kekasih nya ingin bertemu, Aydan lebih memilih untuk menemaniku yang sedang demam di malam tahun baru tahun kemarin dan aku juga ingat saat Aydan memilih menjemputku dari Zela Cosmetic dari pada menjemput mu pulang bekerja sore itu di saat aniversary kalian yang pertama, aku masih mengingat nya dengan jelas" jawab Nara telak membuat Karin menatap tak percaya pada wanita yang ada di hadapan nya.
" Siapa kau?" Karin menatap Nara dengan tatapan menyelidik.
" Ish, apa kamu tidak mengingatku? Ck ck ck, ingatan mu ternyata sangat buruk ya" Nara tersenyum mengejek pada Karin. " Oh ya, mungkin kamu akan mengingatku kali ini" Nara pun mengambil kaca mata tebal yang selalu dia bawa dalam tas nya dan memakai nya, " bagaimana sekarang? Apa kamu sudah ingat?"
" Nara, kamu Nara?" Karin membulatkan ke dua bola mata nya dengan wajah yang tampak terkejut. Ya Karin saat ini tidak bisa menyangkal lagi tentang cinta Aydan pada wanita yang ada di hadapan nya, karena Karin tahu persis bagaimana diri nya selalu di nomor dua kan oleh Aydan dari Nara. Karin sampai bosan dan kesal saat Aydan selalu saja membicarakan gadis cupu itu yang menurut Karin tidak ada apa - apa nya bila di bandingkan dengan diri nya. Namun coba lihat bagaimana Nara saat ini yang berubah menjadi wanita yang sangat cantik dan elegan.
" Yap, seratus untuk mu" Nara terkekeh saat mengatakan nya.
" Cih, aku mengerti sekarang kenapa kamu membatalkan pernikahan kita saat itu. Ternyata kau yang sudah merayu nya" Karin menatap nyalang pada Nara.
" Kau dengar, aku tidak perlu bersusah payah merayu nya. Dia sudah dengan senang hati naik ke atas ranjang ku, tidak seperti mu yang beberapa kali harus merayu nya namun tidak pernah di perdulikan sama sekali" ucap Nara telak, membuat Karin semakin emosi saja. " Apa kamu mau melihat bagaimana Aydan sangat mencintai ku?" Nara berjalan mendekati Aydan dan langsung mengalungkan tangan nya pada pundak Aydan dan tanpa menunggu lama lagi Nara langsung menci um bibir Aydan dan me magut nya dengan lembut, Aydan yang tidak mau melepaskan kesempatan itu pun langsung menahan tengkuk Nara dan membalas ciu man Nara dengan gai rah yang selama ini dia tahan bila dengan istri nya itu.
" Bagaimana? Apa itu sudah cukup membuktikan cinta nya pada ku? Aku yakin kalau kamu tidak pernah melakukan itu dengan nya?" Ucap Nara sinis setelah dia melepaskan ciu man nya dengan Aydan seraya kembali melangkah mendekati Karin yang menatap tak percaya pada apa yang barusan mereka lakukan di hadapan nya. Sedangkan Aydan tersenyum penuh kemenangan seraya menyentuh bibir nya yang barusan menempel sempurna dengan bibir Nara, jujur saja Aydan sangat senang karena ini kali pertama nya Nara berinisiatif melakukan hal itu pada diri nya.
__ADS_1
" Dasar wanita murahan!" Karin mengangkat tangan nya untuk menampar wajah Nara.
" Awas!" Teriak Aydan seraya langsung melangkah maju setelah dia tersadar dari lamunan nya.
Plaaakk
Belum juga Aydan sampai di dekat Nara dan Karin berdiri, suara tamparan yang cukup keras terdengar menggema di seluruh ruangan, Aydan tampak membulatkan ke dua bola mata nya dengan wajah yang tampak kaget saat melihat Karin yang sudah jatuh tersungkur di atas lantai hanya dengan hitungan detik saja. Aydan pun langsung menghampiri Nara yang sedang tersenyum mengejek pada Karin dengan posisi nya yang masih berdiri.
Nara yang akan di tampar oleh Karin tidak terima begitu saja, dan dengan gerakan cepat tangan Nara menangkis tangan Karin dan menghempaskan nya. Dan dalam gerakan kilat juga Nara melayangkan tamparan nya pada pipi mulus Karin dengan sangat keras sehingga membuat Karin jatuh tersungkur di atas lantai.
" Aw" pekik Karin meringis kesakitan seraya mengusap pipi nya yang terasa panas.
" Kamu baik - baik saja sayang?" Aydan menghampiri Nara tanpa memperdulikan Karin. Padahal yang di tampar kan Karin, tapi Aydan malah terlihat menelisik tubuh Nara dengan wajah yang sangat panik. Sungguh Aydan sangat berlebihan, dan itu membuat Karin semakin kesal saja.
" Aku tidak apa - apa, lagi pula apa kamu lupa siapa aku hem?" Nara mengangkat alis nya sebelah.
__ADS_1
" Ya, aku lupa kalau istri ku itu pandai berkelahi. Tapi tetap saja, jangan melakukan hal ceroboh seperti itu lagi, ingat ada kehidupan lain di sini sekarang. Aku tidak mau terjadi apa - apa pada mu dan calon anak kita, jadi lain kali biar kan aku yang melindungi mu dan membereskan semua masalah " Aydan berkata dengan nada khawatir nya. Dan lagi - lagi perkataan Aydan barusan membuat hati Karin semakin sakit bercampur kesal. Karin semakin yakin bahwa sudah tidak ada lagi kesempatan untuk diri nya saat Aydan mengatakan kalau Nara sedang mengandung saat ini.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏