
Angga dan Feyrin saat ini saling tatap dengan tatapan yang berbeda, Angga menatap Feyrin dengan tatapan tak percaya nya sedangkan Feyrin menatap Angga dengan senyum sinis di bibir nya.
Feyrin tahu pasti Angga tidak pernah menyangka kalau diri nya akan melamar pekerjaan sebagai karyawan magang di sana. Dan benar saja, seperti nya perkiraan Feyrin memang benar saat melihat raut wajah Angga saat ini.
" Ekhem, bisa kita mulai saja?" Salah satu rekan Angga yang berada di sisi kiri nya, berdehem untuk menyadar kan Angga yang hanya diam saja sejak masuk nya gadis yang kini berada di hadapan mereka.
" Bisa pak" jawab Feyrin mantap seraya mengangguk kan kepala nya.
" Baik lah, silahkan duduk!" Angga yang sudah tersadar dari keterkejutan nya mempersilah kan Feyrin untuk duduk di kursi yang ada di hadapan nya.
Feyrin pun langsung duduk dan wawancara pun di mulai, setelah beberapa menit berlalu wawancara pun selesai dan Feyrin di terima bekerja di sana dengan nilai yang sangat bagus. Feyrin mendapat kan sebuah posisi di divisi keuangan sebagai karyawan biasa, tadi nya Angga ingin menjadi kan nya sebagai asisten pribadi nya tapi Angga takut kalau Feyrin akan marah pada nya bila diri nya memperlakukan Feyrin istimewa, apa lagi melihat cara Feyrin yang melamar dan melakukan wawancara seperti calon karyawan magang yang lain nya. Itu berarti Feyrin ingin bekerja seperti teman nya yang lain nya.
Setelah mengucap kan selamat pada Feyrin, satu persatu orang di sana keluar dari ruangan itu karena kebetulan Feyrin mendapat kan giliran terakhir untuk wawancara di sana.
Saat Feyrin hendak melangkah keluar dari sana mengikuti yang lain nya, tiba - tiba sebuah tangan memegang dan menarik nya ke belakang pintu yang ada di sana dan
Brak
Pintu di tutup dengan pelan dan tubuh Feyrin kini menempel di belakang pintu itu dengan Ke dua tangan nya yang di pegang dengan kuat di sisi kanan dan kiri nya oleh pria itu yang tak lain adalah Angga.
__ADS_1
Posisi mereka saat ini sangat dekat dengan jarak wajah yang hanya berjarak beberapa senti saja, sehingga deru nafas ke dua nya dapat terasa menyapu wajah mereka masing - masing.
Deg
Jantung Feyrin berdetak dengan sangat kencang saat posisi Angga begitu dekat dengan diri nya saat ini. Sekilas Feyrin mengingat kejadian di mana Angga berlaku kasar kepadanya saat itu, namun bila di lihat lagi mata Angga saat ini jelas berbeda dengan waktu itu. Mata yang saat itu menatap nya dengan tatapan tajam dan penuh kebencian, berbanding terbalik dengan tatapan Angga kali ini yang menatap diri nya dengan lembut dan penuh cinta.
" A apa yang anda lakukan? Apa anda tidak takut mereka akan melihat kita yang seperti ini?" Feyrin berusaha melepaskan tangan nya yang di pegang oleh Angga agar dia bisa menjauh kan tubuh nya sekarang juga.
" Aku hanya ingin memastikan kalau yang ada di hadapan ku ini benar - benar gadis yang aku cintai" ucap Angga dengan santai nya tanpa menjauh kan posisi nya saat ini sedikit pun.
" Cih, apa sekarang sudah jelas ha?" Ucap Feyrin ketus seraya menetralisir perasaan nya saat ini, jujur saja kalau seperti ini terus Feyrin tidak tahu apa dia akan sanggup menahan perasaan nya.
" Ya, setelah aku melihat sikap ketus mu pada ku. Aku yakin kalau ini kamu" Angga tersenyum menggoda. " Kamu tahu, aku senang karena mulai hari ini aku akan selalu bisa bertemu dengan mu di sini. Apa kamu juga merasa senang seperti ku?" tambah Angga lagi masih dengan senyum menggoda nya.
" Apa kamu yakin, kamu tidak merasa senang?" Angga merubah wajah nya menjadi sendu. " Tapi tidak apa - apa, suatu hari nanti aku yakin kamu juga akan merasa senang bila di dekat ku" Angga berkata dengan penuh percaya diri seraya menjauh kan tubuh dari tubuh Feyrin.
" Berusahalah terus!" Feyrin pun langsung melangkah kan kaki nya dan menggapai handle pintu agar bisa keluar dari ruangan itu setelah Angga melepas kan tubuh nya.
" Tinggal tiga hari lagi, setelah itu aku akan kembali ke Indonesia" ucap Angga dengan wajah sendu, membuat Feyrin yang tadi nya ingin membuka pintu mengurung kan niat nya. " Aku harap dalam tiga hari itu aku bisa kembali mendapat kan cintamu dan kamu bisa ikut bersama ku ke sana" tambah Angga lagi dengan penuh harap.
__ADS_1
Angga memang harus kembali ke Indonesia secepat nya karena pernikahan Dimas dan Dela akan di adakan kurang dari dua Minggu lagi. Apa lagi tiga hari itu adalah hari yang tersisa dari waktu satu Minggu yang di berikan Feyrin kepada nya.
" Tapi jika aku gagal, aku berjanji tidak akan mengganggu mu lagi. Aku harap kamu bisa menemukan kebahagiaan mu di sini" sungguh Angga sangat berat saat mengatakan nya.
Feyrin hanya bisa terdiam saat ini sambil menahan rasa sesak di dada nya, sungguh Feyrin juga tidak rela jika harus berjauhan dan kembali menahan perasaan nya lagi. Tapi Feyrin juga tidak bisa dengan mudah nya menerima Angga kembali tanpa perjuangan.
" Apa kamu akan menyerah saat ini? Hah, ternyata cinta yang selama ini kamu ucap kan hanya omong kosong saja" Feyrin tersenyum sinis sambil menoleh kan kepala nya untuk melihat Angga.
" Tidak, kamu salah! Aku akan berjuang sampai akhir, masih ada waktu tiga hari lagi dan dalam waktu selama itu aku akan membuat mu kembali mencintai ku" Angga tersenyum manis dengan wajah yang percaya diri.
" Kalau begitu selamat berjuang!" Feyrin tersenyum sebelum dia membuka pintu dan keluar dari ruangan itu dengan senyum yang tak pudar dari wajah nya.
" Pasti, aku akan terus berjuang. Karena kamu memang pantas aku perjuang kan" Angga tersenyum dan ikut keluar dari ruangan itu untuk kembali ke ruang kerja nya.
Keesokan hari nya, seperti biasa nya Angga akan berangkat bersama dengan Feyrin menggunakan mobil warna merah kesayangan gadis itu.
" Silah kan masuk tuan putri" Angga mebungkuk kan tubuh nya seraya membuka pintu mobil bagian depan untuk Feyrin. Ya, mulai hari ini Feyrin duduk di depan bersama Angga jika berangkat bersama menggunakan mobil itu. Dan itu juga atas permintaan Angga dengan alasan waktu dua hari kesempatan yang tersisa bagi diri nya.
"Terima kasih" ucap Feyrin sebelum masuk ke dalam mobil nya.
__ADS_1
Angga pun menutup pintu mobil itu dan berjalan mengitari nya untuk masuk ke dalam mobil itu juga dari sisi yang lain nya.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏