Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 65


__ADS_3

"Ya aku tahu, maaf" jawab Nara dengan wajah yang menyesal. Saking marah nya Nara pada Karin sehingga diri nya melupakan kalau saat ini ada satu nyawa lagi yang harus dia jaga dalam perut nya.


" Apa kamu masih ingin disini, apa kamu ingin melihat apa yang akan kami lakukan selanjut nya ha? Kamu pasti tahu apa yang biasa pasangan pengantin baru lakukan iya kan?" Ucap Nara dengan nada cibiran seraya menatap Karin dengan sinis nya.


" Kamu dengar perkataan istri ku tadi?" Ucap Aydan. "Atau kamu benar - benar ingin melihat kami?" Aydan mengangkat sebelah alis nya


" Cih, aku tidak sudi melihat nya, dasar menjijik kan. Dan harus kalian ingat! Kalian tidak akan bisa bahagia setelah apa yang kalian perbuat pada ku" Karin pun melangkah pergi setelah mengatakan hal itu


" Ya ya ya, terserah pada mu. Tapi ingat jangan pernah menemui Aydan lagi atau aku akan menamparmu lebih keras dari yang tadi" Nara berkata setengah berteriak saat Karin berada di ambang pintu membuat Karin pergi dengan perasaan yang sangat kesal. Sedangkan Nara dan Aydan tampak tertawa renyah melihat wajah Karin yang terlihat sangat kesal saat dia pergi.


" Syyuh, akhir nya dia pergi juga" Nara bernafas lega setelah dia menghentikan tawa nya " Dia ini terbuat dari apa sih, kuat sekali" Nara mendengus kesal.


" Kuat, apa nya" Aydan menjadi bingung dengan ucapan istri nya barusan yang menyebut Karin kuat, padahal bukan kah tadi sudah jelas Karin kalah dari nya.


" Kuat urat malu nya" Nara memutar bola mata nya malas. " Lagian aku heran, kenapa kamu bisa tahan berhubungan sama dia selama dua tahun? Bukankah itu waktu yang cukup lama?" Nara mengerutkan kening nya menatap Aydan yang malah menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal dengan wajah yang terlihat bingung.


" Aku juga tidak tahu sayang, yang pasti saat itu aku hanya kasihan karena aku fikir dia wanita yang baik. Tapi ternyata aku salah" jawab Aydan seada nya. "Sudahlah, kamu lupakan kejadian barusan ya! Sekarang aku ingin memberikan kepuasan untuk mu dulu" Aydan menaik turunkan alis nya seraya meletakkan ke dua tangan nya di atas bahu Nara dan melingkarkan nya pada tengkuk Nara dengan jarak wajah mereka yang sangat dekat.


" A apa maksud mu?" Ucap Nara terbata dengan wajah yang sudah merona dengan detak jantung yang berdetak dengan sangat cepat.

__ADS_1


" Aku bersyukur karena aku memberikan kepuasan untuk mu malam itu, walaupun aku tidak bisa mengingat nya" Aydan tersenyum penuh arti. " Dan bukankah kita akan melanjutkan apa yang tadi kita lakukan sekarang?" Aydan mengerlingkan mata nya.


" Ish, kamu tahu betul aku mengatakan nya hanya untuk melawan Karin" Nara mendengus kesal seraya menyingkirkan tangan Aydan yang masih bertengger di atas pundak nya dan menghempaskan nya. " Dan yang tadi aku lakukan juga, hanya untuk membuat Karin pergi dari sini" Nara langsung melangkah kan kaki nya dan langsung duduk di atas sofa yang tadi dia duduki sebelum Karin datang ke sana.


" Ya, aku tahu. Tapi tidak ada salah nya kalau aku berharap kan" Aydan mengangkat bahu nya acuh dengan wajah yang berubah sendu seraya mulai berjalan ke arah meja kerja nya. Aydan fikir Nara sudah tidak takut lagi dan sudah mau menerima diri nya untuk melakukan hal itu dengan diri nya, tapi ternyata dia salah, Nara masih ragu pada diri nya dan hal itu sungguh membuat nya merasa kecewa. Tapi Aydan juga tidak bisa memaksa Nara karena bagaiamana pun juga Nara seperti itu juga karena kesalahan nya dulu.


Nara yang melihat Aydan seperti itu, kini merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan dan katakan barusan pada suami nya. " Apa aku terlalu jahat pada suamiku sendiri? Padahal dia sudah cukup sabar menunggu mu Nara, apa kamu tidak mau memberi kesempatan pada suami mu itu?" Batin Nara merasa bersalah pada suami nya.


Nara termenung selama beberapa menit seraya melihat wajah suami nya yang terlihat kecewa. Akhir nya Nara pun memutuskan untuk memberi kesempatan pada Aydan saat ini.


" Ekhem, bisa ke mari sebentar?"Akhir nya Nara memberanikan diri memanggil Aydan yang baru saja akan mendudukan diri nya di atas kursi kebesaran nya.


" Ya, bisa kamu ke sini sebentar?" Nara menggerak kan tangan nya untuk memanggil suami nya itu dengan detak jantung nya yang sudah berdetak dengan sangat kencang.


Aydan pun langsung melangkah kembali menghampiri Nara walaupun dalam hati nya Aydan masih merasa kecewa dengan kejadian barusan.


" Apa yang kamu butuhkan? Biar aku menyuruh seseorang untuk mengambilkan nya untuk mu" Aydan menunduk kan kepala nya saat diri nya sudah tepat di hadapan Nara agar bisa sejajar dengan Nara yang sedang duduk di sana.


" Hanya kamu yang bisa memberikan nya pada ku, duduk lah!" Nara menepuk kursi kosong yang ada di samping nya. Walaupun Aydan masih bingung, dia menuruti keinginan istri nya itu untuk duduk di sana tanpa bertanya sedikit pun.

__ADS_1


Dan tanpa banyak bicara juga, Nara langsung berdiri dari duduk nya dan memberanikan diri nya untuk duduk di atas pangkuan suami nya itu membuat Aydan kaget sekaligus senang.


" Apa arti nya ini?" Aydan mengerutkan kening nya.


" Aku, emm aku" Nara menunduk kan wajah nya karena malu, sungguh butuh begitu banyak keberanian untuk Nara melakukan hal ini karena di belum pernah melakukan ini pada siapa pun sebelum nya.


" Kenapa hem? Apa kamu merasa bersalah pada ku" Aydan mengangkat dagu Nara yang sedang menunduk agar dia bisa melihat wajah istri nya itu dengan jelas. " Kamu harus ingat, aku tidak akan memaksa mu untuk melakukan hal itu bila kamu belum siap. Karena cinta bukan hanya sekedar hubungan seeks saja".


" Aku tahu, tapi aku juga tidak mungkin terus berbuat dosa karena membiarkan suami ku menahan sesuatu yang seharus nya sudah kita lakukan sejak pertama kali kita menikah" ucap Nara dengan tersipu malu dengan wajah nya yang sudah terlihat merona, membuat Aydan semakin gemas dengan istri nya itu.


" Apa kamu yakin?" Tanya Aydan memastikan


Dan masih dengan wajah yang merona karena malu, Nara pun mengangguk kan kepala nya.


" Baiklah, kalau begitu mari kita lakukan!"


" Aakh" Nara terpekik kaget saat tubuh nya terasa melayang di udara karena Aydan mengangkat dan menggendong tubuh nya menuju ruangan kecil yang ada di belakang meja kerja nya yang Nara tahu persis tempat apa itu. Di sana adalah sebuah kamar kecil dengan satu tempat tidur, lemari pakaian dan televisi berukuran sedang melengkapi ruangan itu. Tempat itu dulu biasa di gunakan oleh daddy Nanda dan mommy Fika untuk istirahat atau melakukan hal yang iya - iya. Dan sekarang kamar itu di gunakan oleh Aydan dan juga Nara.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2