
" Om Angga, apa yang om lakukan di sini?" Alea yang baru saja pulang dari perusahaan nya bersama dengan suami nya Rifki tampak kaget dengan kehadiran Angga di rumah mereka, apa lagi saat ini Angga berteriak memanggil Feyrin dengan wajah yang panik.
" Rifki, Alea, kalian baru pulang?" Angga menghampiri Alea dan Rifki yang baru saja memasuki rumah mereka.
" Ya, apa yang sedang om lakukan di sini?" Rifki mengulangi pertanyaan istri nya.
" Aku mencari Feyrin, aku harus meminta maaf pada nya dan mencegah nya untuk kembali ke Paris" jawab Angga dengan wajah yang masih panik.
" Minta maaf, Paris? Apa maksud om?" Alea tampak bingung karena tak mengerti dengan apa yang di bicarakan oleh Angga saat ini.
Belum sempat Angga menjawab pertanyaan Alea, tiba-tiba seorang pelayan yang ada di rumah itu tampak terbopoh-bopoh menghampiri mereka sambil membawa sebuah kertas berwarna putih yang kita tahu kalau itu adalah surat yang dititipkan oleh Feyrin untuk Alea dan Rifki.
" Ini tadi non Feyrin titip ini sama bibik" ucap pelayan itu sambil memberikan kertas yang ada di tangan nya
" Feyrin nya ke mana Bi?" Alea mengerut kan kening nya.
" Katanya non feyrin mau pulang ke Paris non" jawab pelayan itu dengan wajah yang terlihat ragu.
"Apa? Kenapa dia tidak bilang apa-apa pada kami? " Alea tampak panik.
" Kalau itu bibi kurang tahu non "pelayan itu menjawab dengan wajah yang ikut panik.
" Ya sudah, terima kasih bi!" Pelayan itu pun mengangguk kan kepala nya dan langsung berlalu dari hadapan majikan nya.
__ADS_1
" Oh God, sebenar nya apa yang sudah terjadi? Kenapa semua nya jadi begini?" Alea mengusap wajah nya frustasi setelah dia membaca isi surat dari Feyrin.
" Kenapa dia pulang tidak memberi tahu kan kita, biar aku telpon dia" Rifki yang juga ikut cemas pada adik sepupu nya itu langsung mengeluar kan ponsel nya untuk menghubungi Feyrin, namun beberapa kali pun dia mencoba. Ponsel Feyrin tetap tidak bisa di hubungi. " Sial, kenapa ponsel nya tidak aktif seperti ini? Sebenar nya apa yang kau pikirkan Feyrin?" Rifki semakin frustasi di buat nya.
" Maaf, ini semua salah ku" Angga yang sejak tadi diam kini mengeluar kan suara nya.
" Maaf, kenapa om meminta maaf? Sebenar nya apa yang sudah terjadi om?" Alea langsung menghampiri Angga dan mengguncang tubuh pria itu dengan tidak sabar nya.
" Itu mungkin karena perbuatan ku dua hari yang lalu. Aku sudah dengan bodoh nya memarahi dan menuduh nya dengan kejam, aku menyesal" ucap Angga dengan nada yang penuh penyesalan.
Alea dan Rifki yang sama sekali tidak mengetahui tentang kejadian itu, tampak bingung dengan ucapan Angga barusan.
" Apa maksud om, apa yang sudah terjadi dua hari yang lalu?" Alea semakin mengguncang tubuh Angga.
Alea dan Rifki tampak membulat kan ke dua bola mata mereka saking tak percaya dengan apa yang mereka dengar, bisa - bisa nya om Angga mereka melakukan hal kejam seperti itu pada gadis sebaik dan sepolos Feyrin.
" Om Angga jahat!" Alea langsung memukul dada bidang Angga dengan sangat keras. " Kenapa om Angga melakukan hal itu ha? Apa om tahu bagai mana sakit nya hati Feyrin karena sudah menyimpan perasaan pada pria yang sudah mempunyai kekasih ha? Feyrin bahkan diam saat tahu Lula menghianati mu karena tidak ingin kamu terluka?" Alea terus menyerang Angga dengan membabi buta, dan Angga pun hanya bisa menerima nya tanpa ada niat melawan. Karena dia tahu, diri nya memang pantas mendapat kan ini semua. Sedangkan Rifki juga membiar kan apa yang di lakukan istri nya itu, karena jujur saja, Rifki juga merasa kecewa dan marah pada om nya itu saat ini.
" Apa om tahu, Feyrin selalu mengatakan kalau dia hanya mengagumi om hanya untuk menutupi perasaan nya, dan dia bahkan menyembunyikan kebusukan Lula dari kami semua selama satu bulan om. Jika saja aku tidak mendesak nya, mungkin kita tidak akan pernah tahu hal itu" tambah Alea lagi dengan teriakan yang semakin histeris dan air mata yang mengalir deras. " Aku tidak mau tahu om, cepat cegah Feyrin dan bawa dia kembali ke sini!"
Entah kenapa gerakan Alea semakin melemah dan
Brruukk
__ADS_1
Tubuh Alea terjatuh begitu saja dengan mata yang tertutup rapat, seperti nya Alea tidak sadar kan diri saat ini. Dengan cepat dan sangat panik Rifki langsung mengangkat kepala Alea dan menepuk pipi istri nya itu dengan pelan.
" Alea, sayang bangun! Kamu kenapa?" Rifki mengguncang tubuh Alea dengan wajah yang sangat panik.
" Alea, kamu kenapa?" Angga pun tak kalah panik.
" Om, bantu aku bawakan mobil! Kita bawa istri ku ke rumah sakit!" Rifki pun langsung mengangkat tubuh Alea dan langsung berlari mengikuti Angga yang sudah lebih dulu berlari untuk menyiap kan mobil nya.
" Alea, kamu harus baik - baik saja!" Gumam Rifki selama perjalanan menuju ke rumah sakit sambil tangan nya tak henti mengusap wajah cantik istri nya itu dengan lembut.
" Maaf kan aku, ini semua salah ku! Kalau aku tidak melukai hati Feyrin, mungkin ini semua tidak akan terjadi" Angga terdengar sangat menyesal dengan semua yang telah terjadi hari ini dengan wajah nya yang terlihat sangat panik.
Rifki hanya diam saja menanggapi ucapan om nya itu, karena dalam hati nya Rifki juga membenar kan apa yang di ucap kan Angga barusan. Jujur saja Rifki sangat kesal pada Angga saat ini, karena bukan hanya menyakiti perasaan adik sepupu nya Angga juga sudah membuat istri nya menjadi seperti ini.
Dua puluh menit waktu yang di butuh kan mereka untuk sampai di rumah sakit terdekat, karena Angga memang menjalan kan mobil nya dengan kecepatan yang tinggi. Rifki yang sangat cemas dan panik dengan keadaan istri nya itu tanpa berkata apa pun langsung mengangkat tubuh Alea dan berlari ke dalam rumah sakit mencari dokter yang ada di sana. Angga pun ikut berlari mengejar Rifki dengan wajah yang tak kalah panik.
" Dokter, tolong periksa istri saya!" Ucap Rifki dengan nafas yang tersengal karena habis berlari tadi.
" Baik lah, bawa masuk ke dalam!" Dokter itu mempersilah kan Rifki untuk membawa tubuh Alea ke dalam ruangan UGD untuk dia periksa. Sedangkan Angga hanya bisa menunggu di luar ruangan saja.
" Sebenar nya apa yang terjadi pada nya?" Tanya dokter itu seraya mulai memeriksa keadaan Alea dengan menggunakan stetoskop nya.
" Tadi dia tiba - tiba pingsan dok, biasa nya dia tidak pernah seperti ini sebelum nya" jawab Rifki dengan wajah yang sangat cemas.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏