
Pagi ini Angga bangun dari tidur nya lebih pagi dari biasa nya dan langsung bersiap untuk pergi ke perusahaan nya, pukul enam pagi waktu Paris ini Angga sudah terlihat siap dengan setelah jas yang dia pakai untuk bekerja hari ini.
Setelah di rasa semua nya sudah lengkap, Angga pun keluar dari kamar nya menuju ke arah dapur, di mana di sana Tante Arin sedang berkutat membuat sarapan untuk seluruh anggota keluarga dengan bantuan dari beberapa pelayan yang ada di sana.
" Pagi Tante" Angga tersenyum ramah pada wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di umur nya yang sekarang.
" Pagi, eh kamu mau kemana pagi - pagi begini? Bahkan daddy Fey saja belum bangun dari tidur nya" Arin mengerut kan kening nya.
" Banyak pekerjaan di kantor, jadi aku harus datang lebih awal ke sana" Angga menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
" Oh, baik lah! Tapi kamu sarapan dulu ya, biar Tante buat kan susu dan roti untuk mu" Arin hendak beranjak untuk membawakan apa yang dia sebut kan barusan.
" Tidak usah tante,biar aku sarapan di kantor saja nanti" Angga terlihat tidak enak.
" Baik lah kalau begitu, tapi kamu yakin tidak akan berangkat dengan Fey hari ini?"
" Tidak usah, biar aku naik taksi saja hari ini" tolak Angga dengan halus.
" Tidak perlu, kamu pakai salah satu mobil yang ada di belakang! Selain mobil Fey dan daddy nya, masih ada dua mobil lagi yang jarang di pakai" ucap Arin dengan santai nya.
" Dua mobil Tante?" Angga tampak terkejut dengan ucapan Arin barusan. Pasal nya sejak Angga datang pertama kali di rumah itu, Angga selalu di suruh untuk pergi bersama dengan Feyrin menggunakan mobil kesayangan gadis itu.
__ADS_1
" Iya, kamu pikir kami semiskin itu tinggal di kota ini sehingga hanya punya dua mobil saja" Arin memutar bola mata nya malas.
" Tapi kenapa om dan Tante selalu menyuruh ku untuk pergi bersama dengan Feyrin kalau masih ada mobil yang lain nya?" Angga mengerut kan kening nya.
" Ah itu, tadi nya Tante dan om ingin kamu dekat dengan putri kami. Karena jujur saja Tante dan om sangat menyukai kamu, dan berharap kamu akan bisa menjaga putri kami kedepan nya. Tapi ternyata kamu tanpa sepengetahuan kami sudah membuat putri kami terluka" Arin menggerutu kesal seraya melipat ke dua tangan nya di dada nya.
" Maaf untuk hal itu, tapi aku berjanji untuk ke depan nya aku akan menjaga dan mencintai Feyrin lebih dari apa pun di dunia ini. Dan akan aku pasti kan kalau Feyrin akan menjadi wanita paling bahagia di dunia ini saat bersama ku" ucap Angga dengan wajah yang serius.
" Ya, tante pegang ucapan mu. Dan tante akan berusaha percaya pada mu kali ini" jawab Arin dengan penuh harap.
" Itu pasti, aku akan menjaga Feyrin dengan baik. Terima kasih karena tante sudah mau percaya pada ku" Angga sangat senang sampai memegang tangan Arin dan mencium nya.
" Kamu harus memegang ucapan mu itu, tapi kamu harus ingat, waktu mu hanya tinggal tiga hari lagi untuk membuat Feyrin menerima mu kembali" Arin tersenyum penuh arti pada Angga.
" Ya, bersemangat lah!" Arin menepuk pundak Angga dengan cukup keras. " Sekarang pergi lah! Bukan kah kamu sedang terburu - buru!"
" Ah ya, aku hampir lupa. Aku pergi dulu, assalamualaikum" Angga pun mulai melangkah kan kaki nya.
" Walaikumsalam, kunci mobil nya ada di dekat pintu menuju garasi ya!" Arin setengah berteriak karena Angga sudah cukup jauh dari nya. Arin pun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala nya melihat tingkah pemuda itu.
Hanya satu jam kurang yang Angga butuh kan untuk diri nya sampai di perusahaan tempat nya bekerja saat ini, Angga pun langsung bergegas masuk ke dalam menuju ke ruang kerja nya.
__ADS_1
Hari ini Angga harus memeriksa beberapa CV dari calon karyawan magang yang hari ini akan melakukan wawancara di perusahaan nya itu. Sebagai wakil CEO, tentu saja dia yang harus secara langsung untuk melakukan semua itu. Mengingat perusahaan mereka kini sedang berada dalam masalah yang cukup serius yang sampai saat ini masih belum bisa terselesai kan dengan tuntas.
" Bukan kah ini universitas tempat Feyrin kuliah ya? Apa dia juga akan magang seperti mereka ini?" Angga tersenyum sendiri setiap kali mengingat gadis yang akhir - akhir ini sudah mengisi hati nya. " Kalau dia magang di perusahaan ini, aku pasti akan sangat senang karena bisa melihat nya setiap hari" Angga semakin melebar kan senyuman nya. " Aish, tapi lumayan banyak juga CV yang harus aku periksa" Angga mulai membuka satu persatu CV yang ada di atas meja nya, namun baru beberapa CV yang dia periksa Mauren dan sekertaris mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan nya.
" Maaf pak, sebentar lagi wawancara akan segera di mulai. Jadi bapak harus segera ke sana karena yang lain nya sudah menunggu!" Mauren berkata dengan senyum ramah di bibir nya.
Angga yang belum selesai memeriksa semua CV yang ada di tangan nya pun langsung menghenti kan aktifitas nya dan membereskan kembali CV di tangan nya. Tanpa mengetahui kalau Feyrin adalah salah satu peserta nya.
" Baik lah, ayo kita pergi!" Angga pun menyerah kan semua CV itu pada Mauren dan mereka pun keluar dari ruangan nya menuju ke ruangan di mana mereka akan melakukan wawancara karyawan magang tahun ini.
Angga duduk di meja tengah di antara dua orang penting di perusahaan itu untuk melakukan wawancara hari ini. Satu persatu karyawan magang dengan berbagai gaya dan kemampuan tampak memasuki ruangan itu satu persatu.
Angga dan dua orang lain nya tampak begitu serius dan teliti memberikan pertanyaan dan mendengar kan jawaban dari mereka masing - masing. Calon karyawan magang yang bisa menjawab pertanyaan mereka dengan baik dan membuat mereka puas, dia bisa lolos dan diterima untuk magang di sana. Sedang kan yang kurang bisa memuas kan mereka, dia harus mencari perusahaan lain nya untuk mereka datangi lagi.
" Kalau itu Feyrin, pasti akan bisa melakukan nya dengan baik" batin Angga seraya menunggu calon karyawan magang berikut nya. " Ish kalau itu dia, aku akan menjadi kan nya asisten pribadi ku kalau boleh" tanpa di sadari Angga menaikan ujung bibir nya saat memikir kan itu.
Ceklek
Pintu pun terbuka, Mauren tampak masuk ke dalam ruangan itu dengan seorang gadis berada di belakang nya.
" Silah kan nona!" Mauren mempersilah kan gadis itu.
__ADS_1
" Terima kasih" setelah mengatakan itu, gadis itu pun langsung maju ke hadapan Angga dan yang lain nya, membuat Angga membulat kan ke dua bola mata nya dengan tatapan tak percaya saat melihat gadis yang ada di hadapan nya.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏