
Keesokan hari nya, seperti yang sudah di rencanakan sebelum nya, Angga, Feyrin dan ke dua orang tua Feyrin terbang ke Indonesia. Mereka langsung berangkat dari rumah sakit langsung menuju ke bandara, sedangkan barang - barang yang akan mereka bawa sudah di siap kan oleh Afkha dan Arin dari rumah mereka.
Mereka pergi dari Paris sore hari agar sampai di Indonesia siang hari nya, mereka berencana akan langsung ke mansion Balendra karena semua akan berkumpul di sana sebelum pergi seserahan ke rumah Dela keesokan pagi nya. Karena di perkirakan mereka akan sampai satu hari sebelum acara pernikahan di langsung kan.
" Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Aydan dan yang lain nya, aku sangat merindu kan mereka" ucap Angga saat berada dalam pesawat. Kini Angga duduk berdampingan dengan Feyrin, sedangkan Afkha dan Arin duduk di kursi belakang mereka.
" Aku juga, dan aku sangat tidak sabar ingin segera melihat langsung baby twins dan menggendong mereka" jawab Feyrin dengan mata yang berbinar.
" Kalau itu aku juga sangat tidak sabar" Angga mengangguk setuju. " Sekarang istirahat lah, perjalanan kita masih jauh" Angga menyandar kan kepala Feyrin pada pundak nya, dan Feyrin pun hanya menurut saja dan mulai memejam kan mata nya.
Jujur saja, saat ini Feyrin memang merasa sangat lelah. Tinggal di rumah sakit selama beberapa hari ini merawat Angga membuat tubuh nya sangat kelelahan karena tidak istirahat dengan cukup, apa lagi selama Angga tak sadarkan diri Feyrin sering menangis dan tidak mau makan. Itu cukup membuat kondisi tubuh Feyrin menurun.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara di mansion keluarga Balendra, terlihat semua orang kini sedang sibuk mempersiap kan banyak hal, para tetua terlihat sedang sibuk di dapur untuk membuat beberapa makanan dan kue yang akan mereka sediakan untuk menyambut kedatangan Angga dan yang lain nya dari Paris.
Terlihat semua nya sangat semangat terutama Yuki yang sedang membuat kue kesukaan adik nya itu yaitu kue balok brownies yang merupakan salah satu kue yang paling laris di toko kue milik nya.
Sedang kan di ruangan lain tepat nya di ruang keluarga, Aydan, Nara, Alea, Rifki, Dinka dan Algi sedang berkumpul bersama di sana. Sedangkan calon pengantin kita Dimas entah sedang apa karena sejak matahari terbit dari arah timur, Dimas hanya keluar saat sarapan saja dan setelah itu dia kembali ke kamar nya.
" Apa aku boleh ikut menjemput om Angga dan yang lain nya ke bandara nanti?" Tanya Nara pada suami nya.
__ADS_1
" Aku kan sudah bilang tidak, kamu jaga baby twins saja di sini. Nanti om Angga juga akan ke sini dan kamu boleh melakukan apa pun pada nya nanti" jawab Aydan dengan nada tak ingin di bantah.
" Ish, aku kan bosan kalau di sini terus. Lagi pula ada bunda dan mommy yang menjaga baby twins" Nara mengerucut kan bibir nya. Ya saat ini saja baby twins yang akhir nya mereka beri nama Azzam attalah Balendra dan Azura Ayesha Balendra itu bahkan sedang anteng bersama dengan Oma dan nenek mereka itu.
" Iya kak, lagi pula tak akan lama kan?" Alea ikut mendukung Nara.
" Ya Ay, tidak ada salah nya kamu biar kan Nara untuk ikut. Dia pasti sudah sangat merindukan om Angga" Rifki ikut mendukung Nara.
" Kalian ini kenapa selalu mendukung Nara dan bukan nya mendukung ku" Aydan mendengus kesal. " Kalau begitu, nanti kita bicarakan ini pada bunda dan mommy" putus Aydan pada akhir nya.
" Oke, terima kasih suami ku" Nara tersenyum penuh kemenangan seraya memeluk suami nya dengan gaya manja nya, dan Aydan yang tadi nya kesal kini ikut tersenyum setelah melihat senyuman dari istri nya itu. " Kakak tahu, aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan om Angga. Berpisah selama beberapa Minggu ini membuat ku sangat merindukan nya" ucap Nara di sela pelukan nya.
" Haish, kalian ini bisakah bermesraan nya nanti di kamar kalian saja? Membuat orang lain iri saja" Algi yang sejak tadi hanya diam dan mendengar kan percakapan mereka, berkata dengan wajah kesal nya.
" Kamu jangan berkata sembarangan! Asal kamu tahu saja, Aydan sedang berpuasa panjang saat ini. Jadi dia tidak mungkin bisa bermesraan di kamar mereka" Alea berkata dengan nada mengejek nya.
" Berpuasa? Itu tidak mungkin, tadi aku lihat kak Aydan makan kok" Dinka berkata dengan wajah polos nya.
" Aduh Dinka, bukan puasa yang itu maksud nya" Alea menepuk kening nya sendiri.
" Sayang, lagian kamu kenapa ngomongin ini di depan mereka? Dinka masih terlalu kecil untuk tahu tentang itu" Rifki menimpali sambil merangkul mesra pundak Alea untuk menunjuk kan kemesraan nya.
__ADS_1
" Ish, kalian ini benar - benar ya! Mentang - mentang kalian sudah menikah" Algi mendengus kesal.
" Kalau kamu ingin seperti kami, cepat halal kan Dinka secepat nya" Nara berkata dengan nada mengejek nya.
" Kamu pikir aku tidak mau ha? Katakan pada suami mu untuk memberi restu nya pada kami agar aku bisa segera melamar Dinka pada orang tua nya" Algi menggerutu kesal.
" Siapa suruh kamu tidak melakukan apa pun selama tiga hari ini, aku tidak akan memberi tahu mu siapa orang tua Dinka agar kamu tidak bisa melamar nya" ucap Aydan dengan santai nya.
Ya, sebenar nya ayah dan ibu Dinka juga datang ke Jakarta untuk acara pernikahan Dimas dan Dela. Namun Aydan dan yang lain nya bahkan Dinka sendiri tidak ada yang memberi tahu kan siapa orang tua Dinka agar Algi tidak bisa melamar Dinka secara langsung sebelum Aydan memutus kan untuk menerima Algi sebagai calon suami dari Dinka. Apa lagi ini kali pertama bagi Algi bertemu dengan keluarga besar mereka yang berasal dari Bandung.
Sebenar nya Dinka tidak setuju karena dia tidak mau melakukan nya karena merasa kasihan dengan kekasih nya itu, tapi Aydan seperti biasa punya berbagai cara untuk membuat Dinka menurut pada nya sehingga Dinka tidak ada pilihan lain selain mengikuti permainan Aydan.
" Ish, apa dengan aku membantu kalian saat Nara di rumah sakit itu tidak cukup huh" lagi - lagi Algi mendengus kesal. " Lagi pula Kamu juga kenapa ikut - ikutan kak Aydan sih yank? Apa aku perlu bertanya pada semua orang di mansion ini siapa ayah dan ibu mu?" Algi berkata pada Dinka.
" Maaf" hanya itu yang Dinka bisa ucap kan dengan wajah yang terlihat menyesal.
" Orang tua Dinka, memang ada perlu apa kamu dengan mereka?" Seseorang yang tak sengaja mendengar ucapan Algi barusan melewati ruang keluarga itu, tampak masuk dengan dahi yang mengkerut. Membuat semua yang ada di sana tampak melihat orang itu dengan wajah yang terkejut.
**Hayo, siapa yang datang?😁😁
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏**
__ADS_1