Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 133


__ADS_3

Angga yang mendengarkan ucapan Alea barusan terlihat sangat lesu dengan wajah yang terlihat putus asa.


" Apa yang kamu katakan memang benar Alea, tapi kamu tidak bisa mengatakan nya langsung kan?" Ucap Rifki membuat Angga semakin terpuruk saja.


" Kau ini!" Aydan memukul tangan Rifki agar Rifki melihat ke arah Angga yang semakin terpuruk karena ucapan nya, Rifki hanya nyengir kuda dengan rasa bersalah di hati nya.


" Kita tidak akan tahu sebelum om mencoba nya, memang om tidak kepikiran untuk menyusul Feyrin ke Paris apa? Atau om tidak punya uang untuk membeli tiket nya?" Nara berkata dengan polos nya membuat semua mata menatap ke arah nya. " Kenapa, apa yang aku katakan benar bukan? Atau om Angga mau aku dan Aydan membelikan nya untuk mu" tambah Nara lagi dengan begitu santai nya.


" Kenapa aku tidak memikir kan hal itu ya?" Angga menatap tak percaya pada Nara dengan senyum yang mengembang di bibir nya. " Terima kasih Nara, kamu memang keponakan ku yang paling baik" Angga menggenggam tangan Nara dengan kuat. " Aku akan pergi sekarang juga, sampai jumpa semua nya!" Angga langsung pergi begitu saja meninggal kan dua pasangan yang menatap punggung nya yang perlahan menghilang dengan tatapan tak percaya mereka.


" Ck ck ck, ternyata benar kata orang. Cinta bisa membuat orang pintar menjadi sangat bodoh" Aydan menggeleng - geleng kan kepala nya.


" Kalian tahu, aku fikir om Angga tidak menyusul Feyrin ke Paris karena perlu memantap kan hati nya" Rifki ikut menimpali dengan raut wajah tak percaya nya.


" Aku juga berpikir seperti itu, aku pikir om Angga belum siap bertemu dengan Feyrin dalam waktu dekat ini" Alea juga menampak kan raut wajah yang sama.


" Ish, om Angga ini bagai mana? Dia bisa beli tiket nya atau tidak. Kalau tidak kan aku bisa meminta kak Aydan untuk membelikan nya" Nara mendengus kesal. Membuat semua lagi - lagi menatap nya.


" Nara, plis deh" Alea menatap gemas pada sahabat nya itu.


" Apa? Aku hanya ingin membantu om Angga" Nara menatap kesal pada Alea.

__ADS_1


" Sayang, kamu tenang saja ya! Om Angga bisa membeli tiket nya sendiri kok. Dia punya cukup uang kalau hanya untuk itu" Aydan berusaha bersikap lembut pada Nara, padahal dalam hati nya dia sangat gemas dengan istri nya yang mendadak eror itu.


" Oh, syukur lah kalau begitu" Nara tersenyum lega, sedangkan Alea, Rifki dan Aydan memutar bola mata mereka malas.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sementara di sisi lain, Angga baru saja sampai kembali di rumah nya. Angga masuk dengan tergesa - gesa ke dalam kamar nya untuk memberes kan barang - barang nya yang akan dia bawa ke Paris nanti. Tadi saat di perjalanan dari rumah Rifki, Angga sudah meminta asisten nya untuk memesankan tiket ke Paris untuk hari ini. Dan untung nya Angga masih sempat memesan tiket untuk penerbangan nanti sore ke Paris.


Angga tidak mempermasalah kan itu, setidak nya dia akan segera bisa menemui Feyrin secepat nya. Angga merutuki kebodohan nya sendiri yang tidak kepikiran untuk menyusul Feyrin ke Paris dan memint maaf langsung kepada Feyrin sejak awal.


Angga kali ini bukan hanya akan meminta maaf pada gadis itu, melain kan akan langsung melamar gadis itu untuk menikah dengan nya dan membawa nya kembali ke Indonesia bersama dengan diri nya.


Tok


Tok


" Ini mama, apa mama boleh masuk?" Mama Zela terlihat menyembul kan kepala nya dari pintu kamar Angga yang tak tertutup rapat.


Mama Zela tadi sedang duduk di ruang tengah bersama dengan papa Arga di sana saat Angga terlihat memasuki rumah dengan tergesa - gesa.


" Tentu saja boleh, masuk mah" Angga tersenyum pada mama nya itu.

__ADS_1


Mama Zela dan papa Arga memang sudah tua saat ini, jadi mereka selalu ada di rumah setiap hari nya. Apa lagi papa Arga yang sudah sakit - sakitan dan hanya terbaring seharian di atas tempat tidur nya saja, paling kalau ingin keluar menggunakan kursi roda. Angga menyewa jasa suster untuk merawat papa dan mama nya itu, karena diri nya yang harus sibuk bekerja tidak ada waktu untuk mengurus ke dua nya. Tapi walau pun begitu, setiap ada waktu senggang, Angga selalu menyempat kan diri untuk merawat ke dua orang tua nya itu sendiri.


" Kamu mau pergi ke mana?" Mama Zela mengangkat alis nya sebelah saat melihat putra nya yang terlihat sibuk mengemasi barang nya.


" Aku ingin menjemput calon menantu mama ke Paris, do'akan Angga ya mah" jawab Angga tanpa ragu.


" Paris? Apa kamu mau menyusul Feyrin?" Mama Zela mendekati Angga dan ikut duduk di samping Angga yang sedang duduk di tepian tempat tidur nya.


" Tentu saja, siapa lagi?" Angga mengangguk kan kepala nya.


Angga memang selalu bercerita tentang apa pun pada ke dua orang tua nya, termasuk tentang diri nya, Lula dan Feyrin.


" Apa kamu yakin? Maksud mama, apa kamu yakin kalau Feyrin bisa dengan mudah memaafkan dan menerima mu kembali? Itu pasti akan sangat sulit Angga, mama sangat tahu akan hal itu" Zela berkata dengan wajah yang sendu. " Mendapat kan perlakuan kasar dan tuduhan yang begitu menyakit kan dari orang yang sangat kita cintai itu lebih sakit dari apa pun di dunia ini" tambah Zela lagi.


" Aku tahu mah, maka dari itu aku ingin meminta maaf dan menunjuk kan kesungguhan ku pada nya. Aku tidak mau menyesal seumur hidup ku" Angga sangat mengerti dengan perasaan mama nya itu yang dulu juga pernah merasakan hal yang sangat menyakit kan di dalam hidup nya. Sehingga membuat keluarga nya hancur dan mama Zela harus menanggung penderitaan nya selama puluhan tahun.


Kalian pasti ingat bukan, permasalahan yang di alami mama Zela di 'Terjebak Cinta CEO Tampan 2 (Adzriel dan Yuki)'.


" Aku harus menyelesai kan ini sebelum terlambat dan aku harus kehilangan dia untuk selama nya" tambah Angga lagi seraya merangkul pundak mama nya itu dan menempel kan kepala nya dengan kepala mama Zela. " Aku tidak mau seperti papa dulu ma, aku sangat menyesal sudah bersikap seperti itu pada Feyrin waktu itu" Terlihat penyesalan yang mendalam pada wajah Angga saat ini.


" Kamu benar, mama akan mendo'akan yang terbaik untuk mu. Kejar lah dia, minta maaf dan dapat kan kembali cinta nya!" Zela memegang tangan Angga dan tersenyum pada putra nya itu. " Tapi ingat lah, setelah dia bersama mu. Perlakukan lah dia dengan sangat baik, sayangi dan cintai dia lebih dari kamu mencintai diri mu sendiri. Jangan pernah melakukan kesalahan yang sama lagi yang malah akan membuat mu menyesali nya seumur hidup mu!" Mama Zela memberi kan nasihat nya.

__ADS_1


" Baik mah, aku akan selalu mengingat ucapan mama ini. Terima kasih!" Angga memeluk mama nya itu dengan senyum yang terus mengembang di bibir nya, begitu pun Zela yang juga bahagia dan bangga melihat putra nya yang sudah bisa bersikap dewasa.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2