Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 113


__ADS_3

" Oh ya, sebenar nya aku juga ke sini untuk meminta kakak menemani ku untuk memeriksakan kandungan ku. Seperti nya kandungan ku memang sedikit aneh" ucap Nara seraya merapih kan kembali kotak makan yang kini sudah kosong karena mereka berdua menghabis kan nya barusan.


" Aneh? Aneh bagai mana?" Aydan mengerut kan kening nya.


" Kata mommy dan bunda, ukuran perut ku ini agak aneh. Soal nya di usia kandungan ku yang sekarang, ukuran perut ku ini terlalu besar di banding kan dengan ukuran perut ibu hamil pada umum nya" Nara menjelas kan. " Lagi pula, sudah lama juga aku tidak memeriksa kan kandungan ku bukan?" Tambah Nara lagi membuat Aydan mengangguk - angguk kan kepala nya mengerti.


" Kamu benar juga! Baik lah, apa kita akan pergi sekarang?" Aydan menaikan sebelah alis nya.


" Nanti sore saja kak, lebih baik sekarang kakak selesaikan dulu pekerjaan kakak! Aku akan menunggu di sini!" Nara tersenyum manis.


" Baik lah, tapi dari pada bekerja. Seperti nya sekarang aku lebih tertarik untuk memakan menu pencuci mulut ku saja" Aydan tersenyum penuh arti pada Nara.


" Ish, kenapa kakak tidak bilang kalau kakak ingin makan buah juga? Aku kan tadi tidak membawa nya" Nara mengerucut kan bibir nya.


" Aku tidak perlu buah untuk pencuci mulut, karena yang ingin aku makan adalah kamu" Aydan tersenyum menggoda pada Nara membuat wajah Nara kini berubah menjadi merah. Entah kenapa walau pun sudah sering kali suami nya itu melakukan hal seperti itu, tapi tetap saja Nara selalu saja merasa malu.


" Tapi ini di kantor kak, lagi pula jam istirahat sudah selesai" Nara berusaha menghenti kan niat suami nya itu.


" Memang kenapa kalau di kantor? Bukan kah ini bukan yang pertama kali kita melakukan nya di sini?" Aydan malah semakin menggoda Nara, bahkan kini wajah Aydan dan Nara sudah semakin dekat saja karena Aydan terus memaju kan wajah nya.


" Iya sih, tapi kan mmpth__" Nara tidak bisa melanjut kan perkataan nya lagi karena kini bibir nya sedang di ***** habis oleh suami nya itu. Nara kini hanya bisa pasrah saja dengan apa yang di lakukan suami nya itu pada diri nya karena Nara juga berfikir akan percuma bila melakukan aksi protes nya pada suami nya saat ini.

__ADS_1


Dan pada akhir nya di siang yang lumayan panas di kota Jakarta yang memang sudah panas, sepasang suami istri itu berbagi peluh dan kenik matan satu sama lain nya dengan gai rah ke dua nya yang semakin menggebu di setiap sentuhan yang mereka berikan pada pasangan mereka masing - masing.


Sore hari nya, Nara yang setelah pergulatan panas yang mereka lakukan tadi siang kelelahan. Langsung tertidur begitu saja di dalam ruangan istirahat yang ada di ruang kerja suami nya itu, sedang kan Aydan kembali mengerjakan pekerjaan nya sampai akhir nya kini dia sudah berhasil menyelesai kan pekerjaan nya.


Cup


Satu kecupan mendarat pada kening Nara yang masih saja terlihat betah di alam mimpi nya.


" Ngghh" Nara melenguh saat tidur nya terusik oleh Aydan yang mengecup kening istri nya itu dan mengusap wajah Nara dengan lembut. " Jam berapa sekarang?" Nara berkata dengan suara khas orang bangun tidur.


" Ini sudah sore, apa kita akan pergi ke dokter kandungan? Atau mau tidur lagi?" Aydan malah menggoda Nara.


" Ayo kemana?" Aydan malah mengerut kan kening nya.


" Tentu saja ke dokter kandungan" Nara mendengus kesal pada suami nya itu.


" Sekarang? Apa kamu yakin?" Aydan malah semakin mengerut kan kening nya sambil menahan tawa di bibir nya, seperti nya istri nya itu belum sadar kalau saat ini tubuh nya masih polos tanpa sehelai benang pun. Nara yang merasa kelelahan langsung tertidur tanpa membersihkan diri nya terlebih dahulu dan memakai pakaian nya kembali. Aydan yang merasa kasihan pada istri nya itu, hanya membiar kan saja Nara tanpa ada niatan untuk mengganggu nya.


" Tentu saja" Ucap Nara dengan nada kesal nya.


" Setidak nya, pakai dulu pakaian mu! Aku tidak mau milik ku di lihat oleh orang lain" Aydan masih menahan tawa nya.

__ADS_1


Nara yang mendengar ucapan Aydan barusan tampak membulat kan ke dua bola mata seraya menatap bagian tubuh nya yang ternyata tidak memakai apa pun. " Oh God, kenapa aku tidak menyadari nya? Pantas saja aku merasa ada yang aneh" batin Nara seraya menarik selimut yang tadi tersingkab untuk menutupi bagian tubuh nya dengan wajah nya yang sudah mulai merona.


Melihat hal itu, tawa Aydan seketika pecah membuat Nara semakin menenggelamkan diri nya di dalam selimut nya.


Tanpa berkata apa - apa lagi, Aydan langsung menggendong tubuh mungil Nara yang masih terbungkus oleh selimut itu untuk membawa nya ke kamar mandi masih dengan tawa di bibir nya.


" Aakh" Nara terpekik kaget saat merasa kan tubuh nya yang tiba - tiba melayang di udara. " Kakak mau membawa ku ke mana?" Nara berkata dengan nada ketus nya. Nara saat ini masih kesal pada Aydan yang masih saja mentertawakan nya.


" Tentu saja ke kamar mandi, apa kamu ingin terus berada di atas tempat tidur itu hem?" Aydan menghenti kan tawa nya dan menggendong tubuh Nara masuk ke dalam kamar mandi dan meletak kan tubuh istri nya itu di atas closed. " Kamu mau mandi sendiri, atau aku mandi kan?" Aydan mengangkat sebelah alis nya.


" Aku mandi sendiri saja, kakak cepat keluar sana!" Nara berdiri dan langsung mendorong tubuh Aydan agar keluar dari dalam kamar mandi.


" Baik lah, aku akan menunggu mu di luar" Aydan terkekeh seraya keluar dari kamar mandi meninggal kan Nara yang sudah mulai menyalakan shower yang ada di sana setelah dia mengunci pintu nya.


Dua puluh menit telah berlalu, dan Nara pun sudah menyelesai kan ritual mandi nya. Kini diri nya sudah memakai salah satu pakaian yang di sediakan oleh suami nya di sana. Untung saja ada pakaian yang agak besar di sana sehingga bisa pas di tubuh Nara yang kini berat badan nya bertambah beberapa kilo pada kehamilan nya. Karena Nara tidak mungkin memakai pakaian nya yang tadi karena pakaian itu sudah sangat kusut dan berantakan akibat perbuatan Aydan tadi pada nya.


" Kita berangkat sekarang?" Ucap Nara membuat Aydan yang sedang fokus pada laptop yang ada di hadapan nya langsung menoleh ke arah nya. Sambil menunggu Nara membersih kan diri nya, Aydan kembali mengecek pekerjaan yang tadi dia kerjakan.


" Kamu sudah siap?" Seperti biasa nya, Aydan selalu menatap kagum pada istri nya itu yang selalu terlihat sangat cantik memakai pakaian apa pun. Apa lagi sejak kehamilan Nara, entah kenapa wajah Nara seakan memancar kan kecantikan yang lebih dari biasa nya.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2