Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 119


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu setelah acara syukuran tujuh bulanan kandungan Nara. Hari ini adalah hari di mana Feyrin harus kembali datang ke perusahaan Angga karena perusahaan tempat Feyrin bekerja, kembali bekerja sama dengan perusahaan milik Angga.


Sebenar nya Feyrin ingin sekali menolak kerja sama itu, karena akan sangat buruk untuk hati nya jika lagi - lagi diri nya harus kembali sering bertemu dengan pria itu. Tadi nya Feyrin sudah merasa lebih baik saat kerja sama antar perusahaan mereka berakhir beberapa Minggu yang lalu, itu arti nya Feyrin tidak usah menahan perasaan nya setiap kali harus bertemu dan menerima perlakuan baik dari Angga. Namun kini mau tak mau Feyrin harus sering bertemu kembali dengan Angga.


" Feyrin, kerja sama kita kali ini akan berlangsung lebih lama dari yang sebelum nya. Karena proyek kali ini mengharus kan kita untuk pergi ke beberapa daerah yang berbeda untuk syuting iklan kali ini" Vino tampak menoleh ke belakang nya melihat Feyrin dan Susi yang duduk di kursi belakang mobil yang mereka naiki.


" Oh ya, jadi kita akan piknik dong bos" Susi dengan gaya heboh nya.


" Bukan piknik Sus, perjalanan bisnis" Feyrin memutar bola mata nya malas. Jujur saja Feyrin sangat malas mengerjakan pekerjaan ini, tapi apa boleh buat. Ini sudah pekerjaan yang dia pilih dan dia harus bersikap profesional dengan pekerjaan nya.


" Ekeu juga tahu, tapi anggap saja kita piknik" Susi tak mau kalah. " Ekeu seneng banget deh, yey bisa bayangin kalau kita piknik ke daerah puncak atau ke mana gitu sama bos ganteng itu. Pasti bakalan seru deh" tambah Susi lagi sambil menghayal kan yang tidak mungkin terjadi.


" Bos ganteng itu sudah punya pacar Sus, jadi jangan menghayal terlalu tinggi! Nanti Jatuh nya sakit loh" Feyrin berkata dengan nada kesal nya. Sebenar nya Feyrin mengatakan hal itu juga untuk diri nya sendiri yang terkadang selalu lupa jika mendapat kan perlakuan baik dari Angga.


" Ish, ekeu tidak perduli ya, selama janur kuning masih belum melengkung. Bos ganteng masih milik bersama, iya kan bos Vino?" Susi berkata dengan enteng nya.


" Terserah kamu Sus, terserah!" Vino memutar bola mata nya malas , Vino selalu tidak habis pikir dengan kelakuan bawahan nya yang satu itu. Sedangkan Feyrin mendengus kesal karena selalu percuma bila bicara dengan Susi yang selalu seenak nya sendiri seperti itu.


Tak lama mobil yang mereka tumpangi tampak terparkir di halaman parkir yang lumayan luas, lebih tepat nya lagi halaman parkir perusahaan Angga.


Feyrin, Vino dan Susi pun langsung masuk ke dalam perusahaan menuju ruang kerja Angga yang merupakan tempat mereka akan membicarakan kerja sama mereka kali ini.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


Vino mengetuk pintu ruangan Angga dengan cukup keras.


" Masuk!" Suara Angga dari dalam terdengar sehingga Vino, Feyrin dan Susi pun langsung masuk setelah Vino membuka pintu nya.


"Selamat siang tuan Angga" sapa Vino seraya menjabat tangan Angga.


" Selamat siang tuan Vino" balas Angga.


" Seperti yang sudah kita sepakati, kerja sama kita akan di mulai hari ini" ucap Vino setelah melepas kan jabatan tangan dengan Angga.


" Ya, tentu saja. Kita bisa membicarakan nya hari ini" jawab Angga dengan nada santai nya. " Karena iklan kemarin mendapat kan reting yang sangat tinggi, jadi kali ini kami mohon kerja sama nya nona Feyrin" tambah Angga lagi sambil menatap Feyrin dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


" Ya, om Angga bisa mengandal kan ku" jawab Feyrin tersenyum kikuk. Jujur saja tatapan Angga barusan cukup aneh di mata Feyrin saat ini, sehingga membuat perasaan Feyrin merasa tidak enak.


" Bos ganteng juga bisa mengandal kan ekeu, jadi bos ganteng tenang saja" Susi ikut menimpali dengan gaya genit nya.


" Ya, saya juga mengandal kan mu" jawab Angga sambil brigidig ngeri. Seperti nya Angga masih belum terbiasa dengan Susi dan sikap genit wanita jadi - jadian itu.


Siang itu, mereka membicarakan kerja sama mereka dengan sangat serius. Dan akhir nya pembicaraan itu pun berakhir di sore hari setelah mereka mencapai kesepakatan tentang pelaksanaan proyek yang akan mereka kerjakan bersama - sama.


" Feyrin, maaf kali ini aku tidak bisa memberi mu tumpangan. Aku harus menyelesaikan pekerjaan ku dulu, dan pasti nya akan sangat lama" ucap Angga saat Vino sudah pamit pada diri nya.


" Tidak apa - apa om, aku juga masih akan ke tempat lain setelah ini" jawab Feyrin dengan senyum kikuk di bibir nya. Lagi pula memang ini yang seharus nya Feyrin lakukan saat ini, yaitu menjaga jarak dengan Angga. " Kalau begitu, aku permisi dulu ya om" Feyrin pun berlalu setelah mengatakan hal itu pada Angga di ikuti oleh Vino dan Susi yang juga keluar bersama dengan nya.

__ADS_1


" Setidak nya ini yang bisa aku lakukan. Feyrin kamu harus bisa mengendali kan perasaan mu" batin Feyrin seiring kaki nya yang melangkah menjauh dari ruangan kerja Angga.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sementara di tempat yang lain nya, Dinka yang kini baru selesai dengan kuliah nya bermaksud mendatangi kafe Algi untuk menemui pria itu. Apa lagi selama beberapa hari ini Dinka tidak pernah bertemu dengan Algi lagi karena sibuk dengan tugas kuliah nya yang selalu menyita banyak waktu yang di miliki Dinka setiap hari nya.


Saat memasuki kafe Algi, seperti biasa seorang pegawai menyambut kedatangan nya dengan ramah nya. Dinka pun tersenyum dan mengangguk kan kepala nya sebelum benar - benar memasuki kafe itu dan duduk di salah satu meja kafe yang kosong.


Dinka pun mulai memesan makanan dan minuman yang ada di sana dengan mata yang menyapu ke seluruh penjuru kafe untuk melihat keberadaan pria yang selalu mengganggu pikiran nya. Dan ternyata Algi berdiri tak jauh dari tempat nya duduk sekarang, tepat nya Algi sekarang berdiri di sudut belakang kafe memperhati kan setiap sudut kafe nya dari sana.


" Kak Algi, apa kabar?" Dinka pun setelah selesai memesan kan makanan nya langsung berdiri dan menghampiri Algi yang seperti nya belum menyadari kedatangan nya di sana.


" Aku baik, kamu sudah lama tidak terlihat. Kemana aja kamu?" Jawab Algi dengan pertanyaan yang lain nya.


" Aku sibuk dengan tugas kampus ku, makan nya aku tidak bisa datang ke sini. Apa kamu merindukan ku huh?" Dinka berkata dengan nada menggoda nya


" Sibuk dengan tugas kampus, atau dengan kekasih mu?" Algi balas menggoda Dinka.


"'Beneran tugas kampus, sebentar lagi kan aku mau ngajuin skripsi" Dinka memutar bola mata nya malas. " Duduk di sana yuk, temenin aku makan! Mau kan?" Dinka menunjuk meja yang tadi dia duduki.


" Oke, tapi traktir aku juga ya?" Algi terkekeh saat mengatakan nya.


" Ish, seharus nya aku yang berkata seperti itu" Dinka mendengus kesal seraya melangkah menuju meja yang tadi dia duduki, Algi pun ikut melangkah mengikuti gadis itu.


Entah sejak kapan, ke dua nya sudah mulai akrab satu sama lain. Sehingga tidak ada lagi kecanggungan dalam berbicara di antara mereka.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2