Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 78


__ADS_3

Waktu bergulir dengan cepat dan tak terasa sinar mata hari yang sempat di gantikan oleh bulan itu kini sudah menampak kan kembali diri nya di atas langit, sinar matahari tampak masuk melalui celah kaca mobil di mana di sana ada sepasang anak manusia yang semalam sudah melakukan kegiatan panas mereka. Di mana sang wanita yang terlihat lebih mendominasi permainan mereka dan sang pria malah melakukan nya dengan perasaan yang ragu.


Sepasang anak manusia itu tampak masih memejamkan mata mereka dengan posisi saling memeluk dan tubuh yang sama - sama masih terlihat polos.


Tampak sang pria mengerjap dan membuka mata nya saat sinar nata hari menembus kaca mobil nya dan menerpa bagian wajah nya. Sang pria yang tak lain adalah Rifki tampak mengerjapkan mata nya berkali - kali untuk membiasakan mata nya dengan cahaya yang ada di sana.


"Ternyata hari sudah pagi" gumam Rifki pelan seraya melirik wanita yang kini berada dalam pelukan nya dengan keadaan yang sama polos nya dengan diri nya. " Alea, bangun! Aku harap kamu tidak akan marah pada ku" Rifki menepuk pelan pipi Alea, namun Alea masih saja memejamkan mata nya tak terusik sama sekali dengan apa yang di lakukan Rifki barusan membuat Rifki menjadi panik.


" Alea, Lea, bangun!" Rifki kini mencoba mengguncang tubuh Alea namun Alea masih tidak bergeming sedikit pun. " Ya Tuhan, apa yang terjadi pada mu? Alea bangun lah!" Rifki kini bangkit dari posisi nya dan langsung kembali membangunkan Alea lagi, namun hasil nya masih sama. Rifki yang panik langsung memeriksa denyut nadi dan nafas Alea dan untung saja Alea masih bernafas dan denyut nadi nya pun masih normal.


Rifki pun langsung memungut dan memakai pakaian nya dengan terburu - buru, dan setelah nya dia memakaikan pakaian Alea yang juga berserakan di sana. Setelah selesai Rifki langsung melesatkan mobil nya menuju rumah sakit yang ada di ibu kota dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Waktu yang seharus nya Rifki tempuh dalam waktu dua jam, Rifki menempuh nya hanya dengan waktu satu jam lima belas menit saja dengan perasaan panik nya saat melihat Alea yang tak kunjung membuka mata nya.


Rifki langsung memarkirkan mobil nya di depan pintu masuk dan langsung menggendong Alea, kemudian Rifki berlari memasuki UGD dengan wajah yang terlihat panik.


" Tolong calon istri saya dokter, aku mohon!" Rifki menghampiri dokter yang sedang berjaga di ruangan itu dengan wajah panik nya serta penampilan nya yang acak - acak an.


" Baringkan dia!" Dokter pun langsung memeriksa Alea dengan stetoskop yang dia pegang tak lama setelah Rifki membaringkan Alea di sana. " Sebenar nya apa yang sudah terjadi? Jawab saya dengan jujur?" Dokter itu tampak menatap Rifki dengan tatapan menyelidik.

__ADS_1


Rifki pun mulai menceritakan apa yang sudah terjadi pada Alea kemarin sampai kejadian yang terjadi antara diri nya dan Alea tanpa terlewat sedikit pun, dokter itu tampak mengangguk kan kepala nya mengerti saat mendengarkan ucapan Rifki barusan.


" Untung saja obat perangsang yang di makan oleh calon istri anda berdosis sedang, kalau dosis nya tinggi aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada nona ini. Mengingat tubuh nya yang tidak bisa menerima dengan baik obat itu" dokter itu menjelaskan. " Dan anda beruntung karena anda yang sedang bersama nya, dan anda bisa menyalurkan has rat nya. Karena kalau tidak aku khawatir nyawa nona ini dalam bahaya" tambah dokter itu dengan wajah yang terlihat lesu.


" Benarkah dok, apa seburuk itu?" Rifki tampak terkejut saat mendengarkan penjelasan barusan.


" Ya, aku takut seperti itu. Mengingat kondisi tubuh nona ini yang seperti nya alergi dengan obat - obat tertentu, apa perkiraan ku benar? Dokter itu menatap serius pada Rifki.


" Ya dok, anda benar" Rifki mengangguk kan kepala nya.


Rifki masih mengingat dengan jelas saat Alea merasa sesak dan langsung pingsan setelah memakan obat pereda demam yang di berikan mami Alice yang dia beli di apotek dekat rumah nya saat Alea masih kecil, dan sejak itu Alice dan Jay lebih berhati - hati lagi bila memberikan obat untuk Alea dan hanya memberikan obat dengan resep dokter yang aman untuk tubuh Alea.


" Terima kasih dokter!" Ucap Rifki sebelum dokter itu berlalu dari hadapan nya. " Alea, cepat lah sadar!" Rifki menatap sendu wajah Alea yang memejamkan mata nya seraya mengusap kepala Alea dengan lembut. " Aku harap kamu bisa memaafkan perbuatan ku pada mu!" Gumam Rifki lagi dengan perasaan nya yang sangat kacau.


Beberapa jam telah berlalu, kini Alea di tempatkan di kamar inap VIP yang berada di sebelah ruangan Nara. Keluarga Alea dan Rifki juga sudah berdatangan ke sana untuk melihat kondisi Alea saat ini setelah mereka mendapatkan kabar dari Rifki tadi melalui ponsel nya.


" Bagaimana keadaan Alea sekarang?" Alice dan Jay tampak memasuki ruangan Alea dengan wajah yang terlihat cemas, sedangkan yang lain nya menunggu giliran mereka di depan ruangan Alea.


" Mami, papi!" Rifki yang sedang duduk di kursi yang ada di sebelah blankar yang di tempati Alea , langsung berdiri menghampiri calon mertua nya.

__ADS_1


" Sebenar nya apa yang terjadi?" Tanya Jay seraya menatap wajah putri nya yang masih menutup mata nya.


" Ya, apa yang terjadi?" Alice menatap Rifki dengan intens.


" Sebelum nya, aku ingin minta maaf pada kalian" bukan nya menjawab pertanyaan Alice dan Jay, Rifki malah berlutut di hadapan pasangan paruh baya itu dengan wajah yang menunduk.


" Minta maaf untuk apa?" Alice tampak bingung dan terkejut dengan apa yang di lakukan Rifki saat ini.


"Apa yang terjadi?" Jay yang sudah punya firasat buruk pun langsung bertanya pada Rifki dengan nada yang terdengar dingin.


" Aku akan menceritakan kejadian kemarin pada kalian, aku juga akan terima apa saja yang akan kalian lakukan pada ku nanti nya. Tapi aku harap kalian mau memaafkan ku" Rifki masih tidak berani menatap ke dua orang yang sangat dia hormati itu.


" Ya, cepat katakan! Jangan membuat kami penasaran. Lagi pula kami harus berterima kasih pada mu karena sudah menyelamatkan putri kami. Jadi kenapa kami harus marah 0ada mu?" Alice berjongkok untuk mensejajarkan diri nya dengan Rifki.


" Aku tidak pantas mendapatkan ucapan terima kasih dari kalian, justru aku butuh maaf dari kalian" Rifki menggeleng pelan.


" Cepat katakan, agar kami tahu apa yang harus kami maafkan" Jay sudah tidak sabar dengan apa yang akan pria muda yang ada di hadapan nya katakan saat ini.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2