Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 146


__ADS_3

Buugh


Suara pukulan yang sangat keras terdengar menggema di seluruh ruang makan keluarga Feyrin sesaat setelah Angga menyelesai kan cerita nya.


Feyrin dan Arin tampak membulat kan mata dan mulut mereka, bahkan kedua nya sampai menutup mulut mereka sendiri saking kaget nya saat Afkha tiba - tiba berdiri dari duduk nya dan melangkah cepat ke arah Angga. Dan dengan gerakan cepat juga, tangan Afkha melayang tepat ke arah wajah Angga yang kini hanya diam menerima apa yang di lakukan pria paruh baya di hadapan nya.


" Ternyata kamu penyebab Feyrin berubah sikap nya menjadi lebih pendiam setelah pulang dari Indonesia" Afkha menatap tajam pada pria yang ada di hadapan nya dengan kilatan amarah yang tercetak di sana.


" Maaf" Angga menunduk kan kepala nya seraya menahan rasa sakit pada ujung bibir nya yang sedikit robek karena pukulan dari Afkha barusan. Angga sebenar nya sudah mempersiap kan diri nya untuk ini, Angga tahu pasti kalau orang tua mana pun tidak akan rela anak nya di sakiti oleh orang apa pun alasan nya.


Feyrin tampak diam masih dengan wajah syok nya, Feyrin kini tidak tahu harus berbuat apa. Dalam hati nya Feyrin ingin menghampiri Angga dan membela nya dari Daddy nya sendiri, tapi di satu sisi Feyrin juga masih merasa marah pada Angga. Jadi Feyrin kini hanya bisa diam menyaksikan semua nya.


" Maaf kamu bilang? Kamu dengan mudah nya mengatakan kata maaf. Di mana perasaan mu saat kamu bersikap kasar dan menyakiti hati Fey dengan tuduhan kejam mu itu" Arin yang tadi hanya diam melihat Angga di pukul dan di marahi oleh suami nya, kini ikut berbicara.


" Kamu tahu kalau Feyrin di sana hanya sendirian? Jauh dari kami, orang tua nya. Apa kamu bisa membayang kan bagai mana perasaan Feyrin saat itu,? Dia bahkan tidak berani mengatakan apa pun pada saudara nya di sana" Afkha meraup wajah nya kasar. " Yang aku tidak habis pikir lagi, kenapa kamu bisa bersikap seperti ayah mu di masa lalu. Yang bisa meluap kan emosi tanpa menyelidiki kebenaran nya terlebih dahulu"


Sebenar nya Afkha sudah menanyakan hal ini pada kakak sepupu nya Adzriel soal sikap Feyrin yang berubah setelah pulang dari Jakarta. Namun Adzriel yang memang kurang tahu permasalahan antara anak - anak itu, tidak bisa memberikan penjelasan kepada Afkha. Namun Afkha juga tidak menyangka bahwa adik ipar dari kakak sepupu nya itu bisa melakukan kesalahan yang sama dengan ayah nya di masa lalu. Walau pun tidak sepatal apa yang di lakukan papa Arga dulu, tapi itu bisa cukup membuat Angga menyesal seumur hidup nya.

__ADS_1


" Aku tahu om, makan nya aku datang ke sini untuk meminta maaf kepada Feyrin. Dan aku ingin berjuang untuk mendapat kan kembali cinta dari putri om itu" Angga berkata dengan bersungguh - sungguh.


" Cinta? Apa kamu pikir, putri ku masih akan menyimpan cinta nya setelah apa yang telah kamu lakukan pada mu" Arin berkata dengan nada sinis nya. " Kalau saja aku tahu ini sejak awal, aku tidak akan membiar kan mu tinggal di rumah ini apa lagi memperlakukan mu dengan baik"


" Maaf" lagi - lagi hanya kata itu yang mampu di ucap kan oleh Angga saat ini. Angga tahu, bahkan kata maaf yang sudah beberapa kali dia ucap kan tidak akan mampu membuat kesalahan yang dia lakukan pada Feyrin termaaf kan dengan mudah begitu saja.


" Sekarang, semua terserah pada Feyrin. Jika dia mau memaaf kan mu dan mengizin kan mu tetap tinggal di sini, kamu masih bisa tinggal di sini kalau kamu mau. Tapi jangan harap sikap kami akan sama seperti kemarin" putus Afkha pada akhir nya sambil membuang nafas nya kasar.


" Bagai mana?" Arin menatap Feyrin yang masih terdiam dengan segala pemikiran nya.


" Daddy melakukan itu karena ini masalah kalian berdua, lagi pula Daddy hanya manusia bisa yang tidak bisa menghalangi perasaan cinta pada kalian" Afkha menatap Feyrin dengan serius. " Daddy hanya ingin yang terbaik untuk kamu Fey, jadi Daddy tidak mau jadi penghalang kebahagiaan mu" tambah Afkha lagi seraya mengusap kepala Feyrin dengan lembut.


" Aku harus bagai mana? Aku tidak mungkin membiar kan om Angga di usir dari rumah ini. Tapi aku juga masih merasa kesal pada nya" batin Feyrin menatap Angga dengan intens, sedang kan yang di tatap kini sedang menunduk meratapi semua kesalahan nya sambil memegang ujung bibir nya yang sedikit robek karena pukulan yang dia terima tadi


" Jadi bagai mana keputusan mu?" Arin kembali bertanya pada putri nya yang malah terbengong saat ini.


" A aku" Feyrin terlihat ragu saat mengatakan nya, apa lagi kini semua mata menatap pada diri nya termasuk Angga. " Aku tidak tahu mom" Feyrin menunduk kan wajah nya.

__ADS_1


" Kamu tidak perlu ragu sayang, jika kamu memang sudah memaaf kan kesalahan Angga kamu bisa membiar kan dia untuk tinggal disini untuk sementara, atau kamu juga bisa meminta dia untuk segera pulang ke Indonesia kalau kamu mau" Afkha berkata dengan nada datar nya.


" Ya, Daddy kamu benar! Kamu bisa menyuruh nya untuk segera pulang ke Indonesia kalau kamu mengkhawatir kan keadaan Angga" Arin seperti nya sangat mengerti bagai mana perasaan Feyrin yang mengkhawatir kan Angga bila dia tidak tinggal lagi di rumah mereka.


" Tidak, aku tidak akan kembali sebelum mendapat kan maaf dari Feyrin" Angga berkata dengan wajah panik nya.


" Aku sudah memaaf kan mu, jadi kamu bisa pulang ke Indonesia sekarang" Feyrin berkata tanpa menatap ke arah Angga.


" Kamu belum memaaf kan ku Fey, kalau kamu sudah memaafkan ku kamu pasti berani menatap wajah ku. Dan asal kamu tahu, aku bukan hanya ingin maaf mu tapi aku juga ingin mendapat kan kembali cinta mu" Angga langsung bangun dari duduk nya dan berlutut di hadapan Feyrin yang tampak kaget dengan apa yang di lakukan Angga saat ini.


" Sudah ku bilang, jangan bicara omong kosong lagi!" Feyrin memaling kan wajah nya dari Angga, jujur saja Feyrin merasa bingung dengan perasaan nya saat ini. Di lain sisi, Feyrin merasa senang bila mendengar ucapan Angga yang seperti itu. Tapi Feyrin juga masih marah bila mengingat perlakuan Angga pada nya waktu itu.


" Lima belas menit" ucap Afkha dengan nada dingin nya. " Dalam waktu itu, kalian selesaikan permasalahan kalian berdua" setelah mengatakan itu, Afkha pun pergi sambil menarik tangan istri nya untuk pergi ke ruangan yang lain nya.


Afkha merasa kalau itu adalah masalah anak muda dan Afkha pikir, lebih baik dia membiar kan mereka menyelesai kan masalah mereka sendiri tanpa campur tangan diri nya atau pun istri nya.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2