Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 132


__ADS_3

Beberapa waktu berlalu, Angga sudah berusaha dengan sangat keras melajukan sepeda motor yang dia bawa dengan kecepatan yang tinggi. Bahkan beberapa kali sepeda motor yang di pakai nya menabrak dan menyenggol beberapa kendaraan yang lain nya. Bahkan beberapa luka gores terbentuk di beberapa bagian tangan dan kaki nya.


Akhir nya Angga sampai juga di bandara dengan keadaan yang sudah terlihat acak - acak kan. Dasi dan jas yang tadi nya terpasang rapi, kini sudah menghilang entah ke mana. Rambut juga yang tadi nya klimis dengan gel rambut, kini terlihat seperti orang yang baru bangun tidur.


Dengan tergesa - gesa, Angga lari masuk ke dalam bandara tanpa memarkir kan sepeda motor yang dia bawa di tempat yang semesti nya. Angga terus berlari sambil mencari keberadaan Feyrin seperti orang gila saja, tanpa menghirau kan pandangan orang - orang yang melihat aneh kepada nya.


" Feyrin, di mana kau?" Angga berteriak frustasi sambil terus berlari. Namun di saat Angga masih berlari ke sana kemari, terdengar pemberitahuan dari microfon yang menyatakan kalau pesawat dengan tujuan Paris sedang lepas landas saat ini. Angga yang mendengar nya begitu putus asa dengan tubuh yang merosot ke lantai.


" Aku terlambat, Feyrin maafkan aku!" Saat ini Angga hanya bisa meratapi nasib nya yang sudah di tinggal kan oleh gadis yang dengan tulus sudah mencintai diri nya. Sungguh Angga sangat menyesali semua yang sudah dia katakan pada Feyrin hari itu, di mana diri nya mengatakan agar gadis itu menjauhi diri nya dan menganggap mereka tidak saling mengenal. Itu adalah hal paling bodoh yang pernah Angga lakukan seumur hidup nya.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Satu Minggu sudah berlalu sejak kepergian Feyrin ke tanah kelahiran nya Paris, selama itu juga Angga hanya bisa melihat gadis itu dari beberapa foto yang dia ambil saat pemotretan. Terutama foto di mana diri nya beradegan mesra dan sangat dekat saat di pantai waktu itu. Angga saat ini seperti fans panatik dari Feyrin yang menempel kan banyak foto dan poster gadis itu di dalam kamar nya.


" Selamat pagi Fey, bagai mana kabar mu di sana?" Angga menyapa foto Feyrin yang ada di kamar nya. Foto yang ia sengaja cetak dengan ukuran sangat besar di samping tempat tidur nya. " Semoga kamu sudah melupakan apa yang aku katakan waktu itu" Angga tersenyum miris saat mengatakan nya. Sudah kebiasaan pria tampan itu selama beberapa hari ini menyapa foto Feyrin setiap hari nya, entah itu pagi, siang atau pun malam.


Sebenar nya Angga sudah beberapa kali menghubungi Feyrin yang ada di Paris sana, namun Feyrin tidak pernah mau mengangkat panggilan dari nya. Pernah dia mencoba menghubungi Feyrin dengan menggunakan ponsel milik Rifki dan Alea, awal nya memang Feyrin mengangkat nya tapi setelah mendengar suara nya. Feyrin langsung mematikan kembali sambungan nya.


Angga dari situ tahu, seberapa fatal kesalahan yang sudah dia lakukan pada gadis itu. Terlalu dalam luka yang sudah dia toreh kan dan mungkin tidak mungkin lagi untuk menutup luka itu.

__ADS_1


" Hari ini Alea mengajak kami berkumpul untuk merayakan kehamilan nya di rumah mereka. " Tambah Angga lagi pada foto yang ada di hadapan nya. " Kalau begitu, aku pergi dulu ke sana. Kamu baik - baik di sini, dan jangan ke mana - mana!" Angga seperti orang gila saja berbicara seperti itu pada sebuah foto. Bagai mana dia bisa pergi coba, orang foto itu di bingkai dan di paku di atas dinding . Ya gak bisa pergi ke mana - mana lah 🤣🤣


Di rumah keluarga Saputra


Alea, Rifki, Nara dan Aydan kini sedang asyik mengobrol sambil memakan beberapa kue yang Rifki bawa dari toko kue mama Yuki. Yang hadir di sana hanya mereka berlima karena Dinka sibuk di kafe Algi, selama beberapa hari ini gadis itu selalu membantu di sana bila tidak ada jadwal kuliah. Tentu saja itu dia lakukan untuk menaklukan hati sang gebetan, siapa lagi kalau bukan Algi, sedangkan Dimas dan Dela sedang sibuk mempersiap kan pernikahan mereka yang hanya beberapa Minggu lagi akan di laksana kan. Sedangkan para tetua sedang sibuk dengan urusan mereka masing - masing.


" Om Angga belum datang?" Nara celinguk kan ke arah pintu utama berada.


"Paling si om terlambat bangun, maklum saja setiap malam dia tidak bisa tidur karena selalu meratapi nasib nya" Rifki menjawab dengan enteng nya.


" Kasihan om Angga" tambah Nara lagi.


" Ish, kalau aku sih lebih kasihan lagi pada Feyrin" jawab Alea cepat.


" Tidak semudah itu bro, kamu tidak tahu bagai mana om Angga dengan kasar nya memperlakukan Feyrin sampai mengancam nya segala. Aku saja tidak percaya om Angga yang kita kenal kalem dan paling dewasa dari kita bisa melakukan hal itu" Rifki menjelaskan.


" Aku juga pasti akan memilih pergi kalau seperti itu" Nara mengangguk - angguk kan kepala nya.


" Iya kan, aku saja sampai emosi saat itu. Tapi dengan kejadian itu kami jadi tahu kalau ada dedek bayi dalam perut ku" Alea mengusap perut nya yang masih rata.

__ADS_1


" Ya, aku senang karena baby twin akan ada teman nya" Nara tersenyum senang sambil ikut mengusap perut nya yang sudah besar itu.


Mereka pun asik mengobrol sampai akhir nya Angga datang dengan wajah nya yang berantakan, wajah tampan yang biasa nya mulus tanpa sehelai bulu tipis pun. Kini tumbuh kumis dan jenggot yang masih terlihat tipis, seperti nya Angga memang sangat terpuruk saat ini.


" Pagi!" Angga langsung menduduk kan diri nya dengan lesu di kursi yang masih kosong, lebih tepat nya di samping Rifki dan Aydan.


" Pagi" jawab mereka serempak.


" Om Angga baik - baik saja kan?" Nara menatap Angga dengan wajah yang terlihat cemas, baru kali ini mereka melihat Angga yang berantakan seperti ini.


" Kamu bisa lihat sendiri kan" jawab Angga dengan wajah yang di tekuk.


" Om Angga tidak boleh begini terus om, om harus tetap semangat! Kalau seperti ini, mana mau Feyrin bertemu dengan om" Aydan berkata dengan nada mengejek nya.


" Aydan benar, lihat lah diri om sekarang! Kalau seperti ini Feyrin bukan nya jatuh cinta sama om, tapi malah takut lagi" Rifki ikut menimpali dengan nada yang sama. Namun Angga masih menekuk wajah nya itu. Sedangkan Nara dan Alea tampak terkekeh mendengar ucapan suami mereka masing - masing.


" Mending kalau Feyrin mau bertemu dengan om Angga, Feyrin kan sudah sangat membenci om" Alea memutar bola mata nya malas.


" Ale!" Mendengar ucapan Alea barusan, Nara, Aydan dan Rifki kompak memanggil nama nya. Bukan nya menghibur om nya yang sedang galau, Alea malah membuat Angga semakin merasa bersalah.

__ADS_1


" Kenapa? Memang benar kan!" Alea mengangkat bahu nya acuh membuat Nara menggeleng kan kepala nya.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2