
Kini di ruangan tempat Alea di rawat tampak hening dengan aura yang terasa mencekam bagi Rifki saat melihat mami Alice nya yang menangis tersedu - sedu dalam dekapan papi Jay nya yang menatap tajam ke arah diri nya saat ini.
Beberapa menit yang lalu Rifki selesai menceritakan kejadian yang menimpa Alea dan diri nya sepulang dari tempat penyekapan Alea oleh Putra dan juga Rian. Rifki bisa saja menyembunyikan hal itu semua dan bersikap seolah tidak terjadi apa - apa, toh sebentar lagi Alea juga akan menjadi istri nya dan tubuh Alea juga nanti nya akan menjadi milik nya.
Tapi Rifki tidak mau hidup dengan kebohongan yang dia simpan, apa lagi ini menyangkut kesucian Alea yang sudah dia renggut tanpa di sengaja.
" Aku tidak tahu harus berkata apa?" Jay membuang nafas nya kasar seraya tangan nya yang masih mengusap kepala istri nya yang masih saja sesegukan di dalam dada nya.
Sesaat setelah Rifki menyelesaikan cerita nya Alice langsung menangis histeris sedangkan Jay melayangkan pukulan pada wajah tampan Rifki beberapa kali sehingga wajah Rifki kini terluka di beberapa bagian. Rifki tidak melawan atau pun membela diri nya, Rifki hanya pasrah dengan apa yang di lakukan oleh calon papi mertuanya itu pada nya. Rifki menyadari perbuatan yang di lakukan nya sangat lah salah, apa pun alasan nya.
" Kenapa Tuhan memberikan keluarga kita cobaan yang begitu berat? Dulu Nara dan sekarang..." Alice tak mampu melanjutkan kata - kata nya, dia masih saja menangis dalam dekapan suami nya.
" Kita harus bersabar sayang, apa lagi kali ini kita tidak bisa menyalahkan Rifki karena ini salah putri kita" ucap Jay yang juga terlihat berat menghadapi cobaan ini.
Walaupun Jay tahu ini bukan salah Rifki sepenuh nya karena Rifki hanya menolong putri nya itu, tapi entah kenapa Jay juga sangat marah dan tak bisa menahan emosi nya saat Rifki mengakui kalau diri nya sudah merenggut sesuatu yang paling berharga dari putri nya sebelum mereka menikah. Sehingga dia memberikan Rifki beberapa pukulan untuk meluapkan kekesalan nya itu. Tapi setidak nya mereka bisa tenang karena beberapa hari lagi ke dua nya akan menikah, dan mereka hanya bisa berharap semoga saja semua nya lancar.
Lama Alice menangis dalam dekapan Jay, dan Rifki hanya bisa diam melihat ke dua orang tua itu dengan rasa bersalah yang menyelimuti nya. Tapi satu yang ada dalam fikiran Rifki saat ini adalah bagaimana kalau Alea juga marah dan membenci diri nya? Bagaimana cara Rifki mempertanggung jawabkan perbuatan nya semalam kalau seperti itu?
Setelah puas menangis, Alice dan Jay keluar dari ruangan putri nya itu untuk memberi kesempatan yang lain nya untuk menjenguk putri nya. Rifki juga ikut keluar karena Jay yang meminta nya. Mereka ingin membicarakan hal ini dengan orang tua Rifki yang tak lain sahabat mereka sendiri yaitu Yuki dan juga Adzriel.
__ADS_1
" Apa yang terjadi? Wajah kamu kenapa sayang?" Yuki menghampiri putra nya yang baru keluar mengikuti sahabat nya dengan wajah yang terlihat cemas karena melihat wajah tampan putra nya yang terluka di beberapa bagian.
" Aku tidak apa - apa mah, mama jangan khawatir!" Rifki memeluk wanita paruh baya yang sudah melahirkan nya itu untuk menenangkan diri nya. Sungguh saat ini hanya pelukan dari mama nya yang Rifki butuhkan.
" Apa yang terjadi, apa ada hal buruk yang terjadi?" Adzriel yang melihat raut wajah Rifki, Alice dan Jay yang tidak biasa pun merasa heran dengan apa yang telah terjadi.
" Ada apa?" Nanda yang melihat gelagat aneh itu juga, langsung menghampiri mereka di ikuti Fika dan yang lain nya.
" Kamu tahu? Apa yang sudah menimpa Nara, kini terjadi juga pada putri ku" Jay tersenyum miris menatap Nanda yang sudah dia anggap sebagai kakak kandung nya sendiri itu.
" Apa maksud kakak?" Fika yang bertanya.
" Apa kamu akhir nya melakukan itu untuk menolong Alea kemarin malam?" Angga yang seakan paham dengan keadaan pun ikut berucap dan Rifki mengangguk lemah setelah melepaskan pelukan nya dari mama nya Yuki.
" Ya , aku melakukan hal itu om" Rifki menjawab dengan wajah yang terlihat menyesal. " Kata dokter, kalau aku kemarin membiarkan Alea begitu saja. Nyawa Alea mungkin tidak akan selamat saat ini, kata dokter ini karena alergi obat yang di alami Alea selama ini. Itu juga yang menyebabkan Alea belum sadar sampai saat ini" tambah Rifki lagi.
" Apa segawat itu? Lalu apa yang kamu lakukan itu? Mama tidak mengerti" Yuki mengerutkan kening nya karena bingung, begitu pun yang lain nya juga ikut penasaran dengan apa yang sudah terjadi.
Rifki pun mulai menceritakan apa yang terjadi pada Alea kemarin sampai diri nya terpaksa harus menjadi pelampiasan has rat Alea di dalam mobil yang terparkir di tengah perkebunan yang jauh dari pemukiman warga apa lagi kota karena merasa tidak tega melihat Alea yang terlihat begitu tersiksa karena obat perangsang yang dia makan itu.
__ADS_1
" Oh Tuhan, mereka benar - benar keterlaluan!" Yuki menggelengkan kepala nya dengan wajah yang terkejut.
" Aku tidak bisa memikirkan kalau saja Rifki dan Algi datang terlambat saat itu, mungkin Alea sudah jadi pemuas naf su mereka berdua di sana" Fika ikut menimpali.
" Kamu benar, aku juga tidak bisa membayangkan nya" Nami brigidig ngeri membayangkan hal yang mengerikan itu.
" Di mana mereka sekarang?" Jay yang mendengarkan ucapan Fika dan Nami barusan kini murka pada dua pria yang sudah menculik Alea barusan. Dalam hati nya dia membenarkan perkataan kakak ipar nya itu. Jay juga tidak bisa membayangkan bagaimana jika putri nya terjebak dengan jebakan yang di lakukan oleh para ba jingan itu.
" Apa maksud papi ke dua cecunguk itu?" Angga yang menjawab.
" Ya, siapa lagi? Aku akan memberikan pelajaran yang setimpal untuk mereka yang tidak akan pernah mereka lupakan seumur hidup mereka" kilatan amarah tampak jelas berkobar pada mata Jay saat ini, bahkan rahang Jay saat ini terlihat mengeras dengan tangan yang terkepal erat.
" Mereka ada di markas kami, apa Papi mau menemui mereka sekarang?" Ucap Angga dengan santai nya.
" Ya, antar aku ke sana!" Jay pun langsung melangkah dengan amarah yang membara. Alice sang istri yang juga sangat marah pada para penculik putri nya itu pun hanya membiarkan saja suami nya pergi tanpa ada niatan untuk mencegah nya.
" Aku ikut, aku tidak mau kamu sampai khilaf dan merugikan diri mu sendiri" Nanda memutuskan untuk mengikuti Jay saat ini.
Nanda tahu persis bagaimana sahabat nya yang sudah dia anggap sebagai adik nya sendiri itu jika sedang emosi seperti ini , apa lagi ini menyangkut putri kesayangan nya. Nanda tidak mau Jay berbuat sesuatu yang akan merugikan diri nya sendiri. Nanda pasti akan membantu saudara nya itu untuk memberi pelajaran pada ke dua bocah itu, namun Nanda punya cara nya sendiri untuk hal itu.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏