
Akhir nya hari pernikahan Alea dan Rifki sudah di tetapkan dan hanya tinggal menunggu beberapa Minggu saja sampai ke dua nya resmi menjadi pasangan suami istri.
Dua hari telah berlalu, hari ini seperti biasa semua di sibukkan dengan pekerjaan mereka masing - masing di perusahaan masing - masing termasuk Aydan dan juga Dimas.
Sudah lima hari sejak pernikahan nya dengan Nara, tapi Aydan masih belum bisa menyentuh Nara sebagaimana mestinya seorang suami menyentuh istri nya, tapi Aydan sadar diri karena itu juga karena kesalahan diri nya sendiri dan dengan Nara tidak ketakutan lagi pada diri nya pun Aydan sudah merasa bersyukur. Tapi Aydan tak bisa memungkiri bahwa hal itu mempengaruhi diri nya sehingga Aydan terlihat tak semangat dalam bekerja, terlihat dari cara dia yang beberapa kali terlihat menghela nafas nya berat.
" Kenapa?" Dimas yang kebetulan sedang berada di ruangan Aydan pun tampak mengerutkan kening nya melihat keponakan nya seperti itu.
" Tidak apa - apa om, aku hanya sedang memikirkan bagaimana aku bisa membuat Nara percaya pada ku untuk menyentuh nya"
" Jangan katakan kalau kalian masih belum melakukan malam ke dua kalian?" Dimas terkekeh saat mengatakan nya.
" Ish, om Dimas ini kenapa malah menertawakan ku" Aydan mendengus kesal. " Itu mungkin malam ke dua kami, tapi bagi ku itu malam pertama kami karena aku tidak ingat saat melakukan nya pertama kali" Aydan terkekeh di akhir kalimat nya.
" Siapa suruh kamu meminum minuman haram itu" Dimas memutar bola mata nya malas.
" Iya aku tahu aku salah, jangan om bahas lagi" Aydan kembali mendengus kesal. " Ngomong - ngomong, bagaimana dengan Dela? Sampai kapan om akan menyembunyikan perasaan om itu pada nya?"
" Aku juga tidak tahu" Dimas yang kali ini menghela nafas nya berat. " Kamu lihat, semakin hari dia malah semakin cuek pada ku dan terkesan menghindari ku. Aku jadi takut kalau dia akan menolak ku"
" Apa om melakukan kesalahan? Aku fikir ada penyebab Dela bersikap seperti itu pada om sekarang ini" Aydan menatap Dimas dengan tatapan menyelidik.
" Kesalahan apa? Kami kan memang biasa berdebat, tapi sejak kedatangan Dinka saat itu Dela menjadi seolah ingin menghindar dari ku" Dimas tampak berfikir.
" Dinka? Apa dia pernah datang ke sini?"
" Ya, dua hari yang lalu. Dia datang untuk memberitahu ku kalau dia ingin menetap di Jakarta"
" Oh, begitu" Aydan mengangguk - angguk kan kepala nya.
__ADS_1
Tok
Tok
Tok
Terdengar ketukan pintu ruangan kerja Aydan di ketuk dari luar, membuat Aydan dan Dimas menghentikan percakapan mereka.
" Masuk!" Ucap Aydan
Ceklek
Pintu kamar ruangan Aydan di buka dari luar, dan ternyata itu adalah Dela yang membawa beberapa berkas di tangan nya.
" Maaf bos, ini berkas yang kamu minta tadi" Dela meletak kan berkas di meja Aydan tanpa melihat ke arah Dimas sama sekali. Dan itu membuat Dimas semakin heran dengan sikap gadis yang ada di hadapan nya itu. " Oh ya bos, ada lagi yang harus aku sampaikan pada bos" Dela terlihat ragu.
" Sebenar nya kemarin saat bos pulang lebih awal, Karin sempat datang ke sini ingin menemui bos. Seperti nya hari ini dia juga akan datang lagi" ucap Dela dengan agak ragu.
" Cih, mau apa lagi dia kemari. Apa perkataan ku saat itu tidak cukup jelas" Aydan mendengus kesal. " Baiklah, terima kasih. Masalah ini biar aku yang membereskan nya sendiri"
Setelah Aydan mengatakan itu, Dela pun langsung pergi dari ruangan Aydan . Dela benar - benar mengacuhkan Dimas saat itu, dan itu membuat Dimas semakin tidak tenang saja.
" Kau lihat bagaimana dia menganggap ku seolah tidak ada? Memang nya aku terlihat seperti hantu apa?" Dimas mendengus kesal mengingat bagaiamana cara Dela mengacuhkan nya.
" Yang sabar saja om, cinta memang butuh perjuangan!" Aydan tertawa renyah di akhir kalimat nya.
" Aku juga tahu itu, dasar keponakan tidak punya akhlak. Om nya kesulitan malah di tertawakan" Dimas semakin kesal saja mendengar Aydan yang menertawakan nya.
" Om kan tahu, aku saja masih berjuang mendapatkan cinta istri ku. Jadi aku tidak bisa memberikan nasehat apa untuk om, lagi pula om barusan dengar kalau masalah ku bertambah lagi sekarang" Aydan menghentikan tawa nya.
__ADS_1
" Oh ya, aku dari tadi penasaran siapa itu Karin?" Dimas memang tidak begitu mengetahui tentang Karin karena dia belum pernah bertemu dengan nya, bahkan saat Aydan akan menikah dengan Karin Dimas tidak datang karena ada urusan di luar kota pada saat itu.
" Om ingat mantan calon istri ku, itu dia" Aydan berkata dengan santai nya.
" Oh, seperti nya dia sangat terobsesi pada mu" Dimas terkekeh saat mengatakan nya.
Dimas dan Aydan pun melanjutkan pekerjaan mereka seraya mengobrol ringan tentang banyak hal. Dimas sengaja bekerja di ruangan Aydan karena dia tidak ingin Dela kesulitan karena harus membantu nya dan juga Aydan. Apa lagi saat ini mereka masih belum bisa menemukan sekertaris baru untuk salah satu dari mereka.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara di mansion Balendra tampak Nara sedang asyik memasak sesuatu di dapur, padahal mommy Fika sering sekali melarang Nara untuk terlalu capek karena kondisi Nara yang memang sedang mengandung.
" Kamu lagi ngapain sih sayang?" Fika yang mencium bau enak masakan langsung ke dapur untuk melihat siapa yang memasak, karena biasa nya jam segini para pelayan belum memulai memasak makan siang untuk mereka. Apa lagi biasa nya para pelayan di sana akan menanyakan terlebih dahulu menu masakan yang akan di buat karena tak jarang juga Fika akan langsung memasak sendiri makanan untuk keluarga nya.
" Lagi pengen masak mom, boleh kan?" Nara tersenyum kikuk.
" Sebenar nya sih gak boleh, mommy kan pernah bilang kalau kamu gak boleh capek. Tapi kalau itu membuat kamu senang, mommy akan mengizinkan kok" Fika terkekeh di akhir kalimat nya membuat Nara ikut terkekeh. " Kamu masak apa sih, kayak nya enak banget?" Fika mendekati Nara dan melihat ke arah wajan yang sedang Nara gunakan untuk memasak masakan nya.
" Ayam kecap mom, kesukaan nya kak Aydan" Nara tersenyum manis.
" Emang Aydan mau makan siang di rumah ya?" Fika heran dengan menantu nya ini yang malah memasak makanan kesukaan putra nya yang sedang berada di perusahaan.
" Enggak, aku bosan mom jadi aku ingin main ke Balendra Corp untuk mengantarkan makan siang ini. Aku juga udah lama gak ketemu sama Dela" ucap Nara bersemangat.
" Bagus itu, tapi kamu hati - hati ya! Dan kamu jangan pergi sendiri, biar pak Maman nanti yang antar kamu" pak Maman adalah salah satu sopir keluarga Balendra.
Nara pun tak menolak nya, Nara mengangguk kan kepala nya dengan senyum mengembang dibibir nya seraya menyelesaikan masakan nya. Nara sangat bahagia bisa menjadi istri dari Aydan dan punya mertua seperti Fika dan Nanda yang selalu baik dan perhatian pada nya, hanya satu hal yang selalu mengganggu fikiran nya yaitu penyesalan nya yang masih belum bisa membiarkan suami nya menyentuh nya dalam artian sesungguh nya.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1