Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 58


__ADS_3

Rifki dan Alea saling melemparkan pandangan mereka dengan tanda tanya pada wajah mereka masing - masing. Alea tampak bertanya pada Rifki melalui kode mata mereka tentang apa yang sedang terjadi saat ini, namun Rifki mengangkat bahu nya acuh sehingga membuat Alea mendengus kesal.


" Kalian pasti bingung dengan pertemuan kita ini, iya kan?" Alice yang melihat Rifki dan Alea yang terlihat sangat penasaran pun langsung mengatakan sesuatu untuk mencoba menjelaskan apa yang sebenar nya sedang terjadi saat ini.


" Tentu saja kami bingung, sebenar nya apa yang sedang terjadi?" Alea mengerutkan kening nya.


" Ya, apa yang sebenar nya terjadi? Aku merasa ada yang aneh dengan sikap kalian hari ini" Rifki menatap para orang tua itu secara bergantian.


" Ish, kami tidak aneh sama sekali. Kami hanya merasa senang dan sangat antusias saat ini, apa kalian tahu?" Ucap Yuki dengan wajah kesal nya. " Dan kalian tahu apa yang membuat kami senang?" Tambah Yuki lagi dengan wajah yang berbinar. Rifki, Alea dan Jemy menggelengkan kepala nya karena belum mengerti.


" Kami sangat bahagia karena kami hari ini akan resmi menjodohkan kalian berdua" ucap Alice dengan nada girang nya, begitu pun Alice yang tak kalah girang.


" Apa?" Rifki dan Alea berkata bersamaan dengan ke dua mata mereka yang terlihat sama - sama membulat, sedangkan Jemi terlihat senang karena jujur saja Jemi sangat menyukai Rifki dan akan senang kalau pria itu menjadi kakak ipar nya.


" Seperti yang kalian dengar dari mami kalian, kalian akan kami jodohkan" Jay yang sejak tadi diam pun ikut berbicara.


" Ini sangat konyol, kalian pasti bercanda iya kan?" Alea tersenyum kikuk.


" Ya, pasti kalian sedang bercanda?" Rifki juga melakukan hal yang sama.


" Kami tidak bercanda, kami bahkan sudah menetapkan tanggal pernikahan kalian" jawab Yuki dengan mantap


" Tidak - tidak, aku tidak mungkin menikah dengan kak Rifki" Alea berdiri dari duduk nya seraya menggelengkan kepala nya, sedangkan Rifki menatap Alea dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.

__ADS_1


" Sebegitu tak suka nya kamu padaku" batin Rifki tersenyum miris. " Kalian dengar, pernikahan ini tidak akan pernah terjadi karena kalian tahu sendiri kami sangat tidak cocok satu sama lain" Rifki kini yang berdiri dan hendak pergi dari sana.


" Lihatlah bagaimana reaksinya? Seperti nya di sangat tidak menyukai ini? Apa aku memang tidak ada apa - apa nya bagi diri nya? batin Alea menatap nanar pada Rifki.


" Kamu mau ke mana? Kalau orang tua sedang berbicara dengarkan sampai selesai!" Adzriel berkata dengan nada tinggi pada putra nya itu karena merasa kesal dengan sikap tak sopan putra nya itu.


" Mau membicarakan apa lagi? Semua nya sudah jelas, dan kami menolak nya" Rifki menghentikan langkah nya. " Lagi pula dia punya kekasih pah, jadi dia tidak mungkin mau menikah dengan ku. Sudahlah, hentikan ide kalian ini!" Tambah Rifki lagi


" Asal kamu tahu, Alea tidak pernah serius dengan para pria itu dan kami memutuskan ini juga karena hal itu. Kami tidak mau terjadi hal buruk pada Alea nanti nya" ucap Jay.


" Pap, aku memang tidak pernah serius dengan mereka. Tapi bukan berarti aku harus menikah dengan kak Rifki" Alea membela diri nya.


" Sudah hentikan! Asal kalian tahu, kalian tidak berhak menolak di sini karena bagaimana pun juga pernikahan kalian tetap akan terjadi" Yuki mendengus kesal.


" Tapi mah" Rifki menghampiri Yuki


" Tidak ada tapi - tapian, kalau kamu masih menganggap mama sebagai mama kamu. Maka kamu harus mau menikah dengan Alea" Yuki berkata serius membuat Rifki tidak bisa berkata apa - apa lagi, walaupun Rifki adalah pria yang cuek dan juga tengil tapi Rifki sangat mencintai keluarga nya , apa lagi mama nya yang sudah melahirkan nya dan mengasuh nya sejak dia masih bayi.


Begitu pun Alea yang juga tidak bisa berkata apa - apa lagi karena Alea tidak mau di anggap anak yang durhaka. Lagi pula Alea juga tidak mencintai pria yang saat ini sedang menjadi kekasih nya, dan Alea fikir, Rifki bukan pria asing yang jahat. Justru sebalik nya Rifki adalah pria yang sangat Alea kenal, walaupun Rifki terkadang usil dan sering berdebat dengan nya tapi Alea tahu kalau Rifki sangat peduli pada nya walaupun Rifki hanya menganggap nya sebagai adik nya saja. Tapi setidak nya itu cukup untuk bisa hidup bersama dan masalah cinta, mungkin nanti akan datang dengan sendiri nya.


" Baiklah, kalau begitu! Aku setuju kalau kak Rifki juga setuju" putus Alea pada akhir nya.


" Nah begitu dong, itu baru putri mami" Alice memeluk sayang putri kesayangan nya itu.

__ADS_1


" Bagaiamana Rifki? Kamu setuju bukan" Yuki menatap Rifki penuh harap.


" Mama bertanya seperti itu seperti aku punya pilihan saja" Rifki memutar bola mata nya malas. " Mama tahu sejak dulu, aku tidak pernah membantah perkataan mama" tambah Rifki lagi membuat Yuki mengembangkan senyuman nya dan langsung memeluk nya.


" Beruntung lah kalian mempunyai anak - anak yang sangat menyayangi kalian" ucap Adzriel.


" Ya, kalau tidak. Sudah di pastikan kalian akan sangat menyesal karena kehilangan putra dan putri kalian" Jay ikut menimpali membuat Alice dan Yuki tertawa kikuk.


" Haish, kalian ini bicara apa? Tentu saja itu tidak akan terjadi karena anak - anak kami sangat menyayangi kami, iya kan?" Bela Alice dengan percaya diri membuat Rifki dan Alea memutar bola mata mereka malas.


" Jadi, kapan pernikahan nya?" Tanya Alea karena dia harus memutuskan dulu kekasih nya yang sekarang sebelum pernikahan nya dan Rifki di langsungkan.


" Akhir bulan ini, kami sudah menyiapkan semua nya" Yuki berkata dengan wajah yang berbinar dan Alice pun menganggukan kepala nya.


" Apa? Bukankah itu berarti hanya tinggal beberapa Minggu lagi?" Rifki kembali kaget dengan ucapan mama nya itu.


" Ya, kami sudah tidak sabar ingin segera melihat kalian menikah" Alice tak kalah berbinar.


" Pah, pap" Rifki dan Alea sama - sama menatap ke dua papa itu untuk meminta bantuan agar pernikahan nya tidak terlalu cepat.


" Kami tidak bisa membantu kalian, karena kalian tahu kalau semua yang memegang kendali adalah ibu kalian" Adzriel mengangkat bahu nya acuh.


" Ya, dan kalian tahu kalau kami tidak bisa melakukan apa - apa jika ibu kalian sudah mengatakan sesuatu" tambah Jay lagi membuat Rifki dan Alea saling melempar pandangan mereka seraya menghela nafas mereka kasar.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2