
Pada akhir nya hari - hari yang di tunggu pun tiba, hari ini adalah hari pernikahan Aydan dan Nara akan di laksanakan. Tampak dekorasi pesta yang sangat mewah dan bertemakan berwana biru dan putih menghiasi rumah Razky dengan beberapa buah boneka dan gambar Doraemon yang menghiasi pelaminan dan beberapa sudut tempat pesta membuat pesta pernikahan itu terlihat mewah , ceria dan juga lucu.
Ini adalah permintaan Nara sendiri yang ingin membuat pesta pernikahan bertema kan robot kucing berwarna biru putih asal Jepang itu.
Terlihat juga di sana beberapa wartawan dari berbagai media yang tidak mau ketinggalan untuk mengabadikan momen penting dari pewaris perusahaan nomor satu di Asia itu, dan mereka berharap pernikahan kali ini akan lancar tidak seperti pernikahan Aydan beberapa Minggu yang lalu yang gagal dan malah menjadi momen malukan untuk keluarga Karin. Namun untung saja saat itu Jay berhasil mengatasi semua nya dan membungkam para wartawan agar tidak menyebar luaskan kejadian itu. Walaupun ada beberapa wartawan yang nekat sudah menyebarkan nya di media sosial, namun Jay dapat meredam berita itu dan menghentikan gosip yang beredar di luaran sana.
Walaupun ini bukan kesalahan Aydan melainkan kesalahan Karin, tapi keluarga besar Balendra tidak mungkin membiarkan gosip yang tidak - tidak tentang keluarga Balendra tersebar luas.
Waktu sudah menunjukan pukul 9 pagi dan saat ini Aydan dan keluarga nya baru datang ke kediaman rumah Razky dengan membawa beberapa barang seserahan untuk di serahkan pada mempelai wanita.
" Wiih, kak Nara memang penggemar Doraemon nomor satu" Fariz yang sudah cantik memakai pakaian Bridesmaids berwarna biru tampak memandang dekorasi pesta dengan tatapan kagum nya.
" Kamu benar Fariz, tapi aku suka. Acara pernikahan nya jadi beda dengan pesta pernikahan yang biasa nya" Amaira tak kalau kagum dengan Fariz.
" Kakak ipar kalian memang hebat kan?" Aydan berkata dengan ponggah saat mendengarkan obrolan dua gadis kecil yang ada di dekat nya.
" Ish, kak Aydan beruntung menikah dengan kak Nara dan tidak jadi menikahi nenek lampir itu" Fariz menggerutu kesal. Ya Fariz sudah beberapa kali mengingatkan Aydan tentang Karin bila dia sedang pulang ke Jakarta, tapi Aydan selalu tidak percaya pada adik nya itu.
" Iya - iya, aku salah dan adik ku yang tersayang ini benar. Maafkan lah kakak mu ini" Aydan memutar bola mata nya malas.
" Ish, sekarang saja baru sadar" Fariz mengerucutkan bibir nya lucu.
__ADS_1
" Sudah lah yang penting kan sekarang kak Aydan menikah dengan kak Nara dan bukan dengan kak Karin" Amaira menengahi.
" Amaira benar, kamu memang adik kak Aydan yang paling baik" Aydan mengacak rambut Amaira dengan gemas membuat Amaira mendengus kesal karena tatanan rambut nya jadi agak berantakan sedang kan Fariz hanya menutar bola mata nya malas.
Sementara di dalam kamar Nara, tampak Nara yang sudah beberapa kali mengatur nafas nya setelah tadi saat bangun tidur harus beberapa kali muntah di kamar mandi dan setelah dia lebih baik, baru dia bisa membersihkan diri nya dan bersiap dirias oleh MUA yang di sewa oleh mereka untuk menghias pengantin wanita dan keluarga nya.
Nara saat ini sudah terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin berwarna biru yang melekat di tubuh mungil Nara saat ini, make up natural namun terlihat mewah juga sudah merias wajah cantik Nara membuat wajah Nara semakin terlihat cantik saja. Rambut Nara juga sudah di tata sedemikian rupa oleh MUA yang ada di sana sehingga penampilan Nara saat ini terlihat sangat cantik dan juga elegan dengan gaun yang terlihat mewah.
" Apa kamu yakin sudah baik - baik saja sayang?" Nami yang sejak tadi menemani putri nya itu tampak cemas pada keadaan Nara yang sedang hamil muda dan selalu muntah di waktu tertentu seperti pagi ini.
" Aku sudah baik bun, hanya saja aku sekarang sedang gugup" ucap Nara dengan polos nya.
" Itu sangat normal sayang" Nami terkekeh saat mengatakan nya. " Setiap wanita yang akan menikah pertama kali nya pasti akan sangat gugup seperti mu, bunda juga seperti itu dulu saat menikah dengan ayah mu" tangan Nami terulur untuk mengusap lembut pundak putri nya itu.
Ceklek
Pintu terbuka dari luar dan itu adalah Alea dan Dela yang juga sudah memakai pakaian Bridesmaids berwarna biru senada dengan gaun pengantin yang di pakai Nara saat ini.
" Waw, Nara kamu cantik sekali! Aku jadi sedikit iri pada mu" Alea terkekeh seraya melangkah mendekati Nara yang duduk di kursi depan meja rias di temani oleh bunda nya.
" Ya, aku kira aku yang akan duluan menikah. Tidak tahu nya kamu yang duluan, aku sangat iri pada mu" ucap Dela seraya ikut terkekeh.
__ADS_1
" Ish, aku akan do'akan semoga kalian cepat menyusul ku" Nara ikut terkekeh.
" Aamiin" Nami mengaminkan ucapan Nara barusan.
" Tapi aku belum mau menikah, aku belum menemukan yang pas" ucap Alea lagi sambil terkikik geli dengan ucapan nya sendiri.
" Bagaimana dengan Putra? Bukankah kalian sudah lama menjalin hubungan, aku fikir di antara pria yang lain nya Putra yang bertahan paling lama dengan mu" ucap Nara
" Ish, aku sebenar nya sudah ingin memutuskan nya sejak satu Minggu yang lalu. Tapi aku kasihan pada nya karena sikap nya terlalu baik padaku" jawab Alea dengan percaya diri.
" Ish, seperti nya stok pria di dunia ini akan habis bila semua wanita seperti mu. Ganti pacar sudah seperti ganti tas saja" Dela memutar bola mata nya malas.
" Aku fikir juga begitu" Nara tertawa kecil saat mengatakan nya.
" Sudah hentikan, kalian ke mari pasti ada sesuatu kan? Katakan!" Nami menghentikan obrolan ke tiga wanita muda di hadapan nya karena Nami tahu kalau mereka datang kemari pasti ada sesuatu yang ingin mereka sampaikan karena Nami memang menugaskan mereka untuk mengawasi keadaan di luar dan Nami menyuruh mereka untuk memberitahukan nya bila ada apa - apa.
" Astagfirullah, hampir saja kita lupa" Alea menepuk jidat nya sendiri sambil saling lempar pandangan dengan Dela yang juga melakukan hal yang sama.
" Kami ke sini untuk memberitahukan kalian kalau mempelai pria sudah datang" Dela pun menjelaskan.
" Ish, kalian ini bagaimana? Hampir saja kalian membatalkan pernikahan ini karena mempelai pria menunggu terlalu lama" Nami menggerutu kesal pada dua gadis yang ada di hadapan nya. " Ayo sayang, pangeran mu sudah menunggu di bawah!" Nami pun membantu Nara untuk berdiri dan menggandeng tangan putri nya itu. Sedangkan Alea dan Dela membantu memegangi gaun bagian belakang bawah Nara yang menjuntai panjang agar Nara lebih mudah melangkahkan kaki nya.
__ADS_1
**Akhir nya Nara dan Aydan menikah juga, akan ada banyak keseruan di pesta itu jadi nantikan kelanjutan nya🥰🥰🥰
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏**