
Aku mengerti, aku tidak akan menyembunyikan apa pun dari suami ku. Tapi aku harap kakak juga melakukan hal yang sama pada ku" Alea ikut menatap Rifki dengan serius.
" Em, aku akan melakukan nya" Rifki mengangguk mantap. " I Love You" tambah Rifki lagi dengan senyum di bibir nya.
" I Love You too" jawab Alea membalas senyuman Rifki. Rifki pun langsung menarik tubuh Alea ke dalam dekapan nya, dia seperti nya lupa kalau saat ini mereka sedang menjadi pusat perhatian semua orang.
" Ekhem, bisakah kalian bermesraan nanti saja setelah acara ini selesai?" Seseorang tiba - tiba datang, membuat Lea dan Rifki merasa terkesiap dan melepaskan dekapan mereka terhadap satu sama lain nya.
" Ish, kau ini mengganggu kami saja" Rifki mendengus kesal seraya melayang kan tatapan tajam nya pada seseorang yang baru saja datang itu.
" Ish, kakak jangan seperti itu! Bagai mana pun Algi adalah tamu kita" Alea yang sedang duduk pun langsung berdiri untuk menyambut kedatangan sahabat nya itu. " Terima kasih sudah datang" Alea tersenyum manis seraya mengulurkan tangan nya untuk bersalaman dengan Algi
" Aku tidak mungkin melewatkan ini, selamat untuk pernikahan mu! Semoga kalian bahagia!" Algi dengan tulus mengatakan itu seraya memeluk wanita yang sudah menjadi sahabat nya selama bertahun - tahun.
" Terima kasih" Alea membalas pelukan Algi
" Sudahlah, jangan lama - lama!" Rifki yang merasa kesal karena Algi memeluk istri nya itu pun langsung menarik pakaian yang di kenakan Algi saat ini dengan cukup kencang sehingga tubuh Algi tertarik ke belakang.
" Ish, tidak bisakah kakak membiar kan kami sebentar lagi saja" Algi menggerutu kesal.
" Tidak, seharus nya aku melarang mu untuk memeluk nya tadi" ucap Rifki ketus seraya menarik tubuh Alea untuk merapat pada tubuh nya. " Kamu juga, tidak bisa kah kamu menghargai ku? Aku tidak suka kamu seperti itu dengan pria lain" Rifki berkata dengan nada tak ingin di bantah.
" Maaf, aku tadi hanya memeluk nya sebentar saja. Sebagai ganti nya nanti aku akan memeluk mu selama yang kamu ingin kan bagai mana?" Alea mengerlingkan sebelah mata nya.
" Kamu sudah berjanji ya, aku akan menagih nya nanti" Rifki tersenyum penuh kemenangan, sedangkan Alea mengangguk mantap.
" Cih, apa kalian akan terus bermesraan seperti itu di depan ku?" Algi mendengus kesal
" Makan nya, cari pacar sana! Biar kamu tidak mengganggu kami terus" Alea berkata dengan nada mengejek nya.
__ADS_1
" Ish, kau kejam sekali! Aku tidak perlu mencari nya, karena jodoh akan datang dengan sendiri nya kalau Tuhan sudah berkehendak" Algi berkata dengan penuh percaya diri.
" Kamu benar, lihat lah aku! Ternyata jodoh ku adalah gadis yang sejak bayi selalu bersama ku" Rifki ikut menimpali.
" Apa kak Alea membutuhkan sesuatu? Aku di suruh bibi Alice untuk menanyakan nya pada kakak" Di saat Algi, Rifki dan Alea sedang mengobrol, tiba - tiba terdengar suara gadis yang menghampiri mereka dari belakang Algi.
" Suara itu, kenapa tidak asing ya?" Batin Algi tampak berfikir.
" Tidak Dinka, terima kasih" Alea berkata dengan senyum manis di bibir nya.
" Sama - sama kak, apa kakak yakin tidak membutuh kan sesuatu?" Dinka kembali memastikan.
" Aku yakin" Alea kembali menjawab.
Karena merasa penasaran dengan suara yang terdengar tidak asing di telinga Algi, Algi pun memutus kan untuk menoleh agar dia bisa melihat siapa yang sedang berada di belakang nya.
" Kamu? Sedang apa kamu di sini?" Dinka terkejut saat melihat siapa yang sedang ada di hadapan nya, Dinka tadi tidak dapat melihat wajah Algi karena tubuh Algi yang sedang membelakangi nya. Dinka sungguh tidak tahu kalau Algi kenal dengan Alea dan juga Rifki.
" Aku tentu saja menjadi tamu kehormatan di sini, iya kan?" Algi meminta persetujuan dari Alea dan Alea pun mengangguk kan kepala nya. " Kamu sendiri?" Algi balik bertanya pada Dinka.
" Apa kamu tidak bisa melihat baju ku huh? Kamu pasti akan tahu hanya dengan melihat nya saja" Dinka berkata dengan nada datar nya.
" Emmm.. pakaian mu sama dengan apa yang di pakai Nara, apa kamu juga Bridesmaids di sini?" Algi tampak berfikir setelah tadi dia melihat Nara yang duduk tak jauh dari tempat mereka sekarang. " Ck, pantas saja gaya bicara nya sama dengan Alea dan juga Aydan. Ternyata mereka masih bersaudara" batin Algi menatap Dinka dengan tatapan menyelidik.
" Kamu kenal kak Nara juga?" Dinka lagi - lagi di buat terkejut. Dinka tidak menyangka kalau pria yang tadi nya akan Dinka jadi kan target untuk menjadi calon kekasih nya ternyata kenal dengan saudara nya.
" Tentu saja, kami sahabat baik sejak kami SMA dulu" jawab Algi dengan santai nya.
" Tunggu - tunggu, apa kalian saling mengenal?" Alea yang sejak tadi hanya mendengarkan ucapan ke dua nya kini bertanya.
__ADS_1
" Kalau dari apa yang aku dengar, seperti nya kalian belum terlalu saling mengenal" Rifki ikut menimpali.
" Ya, kak Rifki benar! Kakak tahu? Adik manis ini beberapa hari yang lalu datang ke kafe milik ku" Algi menjelas kan.
" Adik manis?" Alea menaik kan alis nya sebelah.
" Ya, dia sendiri yang meminta ku untuk memanggil nya seperti itu" Algi tersenyum penuh arti.
" Ish, apa yang kamu katakan huh? Siapa juga yang menyuruh mu memanggil ku seperti itu" Dinka memberengut kesal seraya memaling kan wajah nya untuk menyembunyi kan wajah nya yang sudah merona karena malu.
" Kamu sendiri yang mengatakan nya kemarin. Kamu bilang seperti ini__" baru saja Algi akan mengatakan apa yang beberapa hari yang lalu di katakan Dinka pada nya, Dinka langsung memotong nya.
" Ish, kamu bisa diam tidak? Aku heran kenapa kamu bisa secerewet ini, padahal yang aku dengar dari sahabat ku kamu itu orang nya dingin dan sangat sombong" Dinka memutar bola mata nya malas.
" Ck, asal kamu tahu saja. Hanya bila bersama Nara dan Alea saja aku seperti itu" ucap Algi dengan nada kesal nya. " Lagi pula aku heran kenapa aku bisa seperti ini pada gadis seperti mu" tambah Algi lagi dengan nada mengejek nya.
" Mungkin kalian jodoh" celetuk Rifki yang mendapat kan tatapan tajam dari dua orang di hadapan nya, sedangkan Alea terkikik geli dengan ucapan suami nya.
" Jodoh, dengan dia? Itu tidak mungkin" Algi menggelengkan kepala nya. " Kakak jangan bicara sembarangan!" Tambah Algi lagi.
" Siapa juga yang mau berjodoh dengan pria sombong menyebal kan seperti dia" Dinka mendengus kesal. " Ish, aku menyesal sudah menyukai nya kemarin. Untuk apa tampan, kalau menyebal kan seperti itu" batin Dinka merutuki kebodohan nya.
" Hati - hati kalian! Nanti beneran jodoh dan saling jatuh cinta, baru tahu rasa loh" Alea terkekeh saat mengatakan nya.
" Ya, kalian bisa lihat kami! Tidak pernah akur sejak dulu, tapi di balik itu kami juga saling mencintai" Rifki merangkul pundak Alea dengan mesra.
Algi dan Dinka pun saling tatap satu sama lain dan langsung memalingkan wajah mereka dengan salah tingkah saat mendengar ucapan Rifki barusan.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1