
" Opa Danu?" Semua tampak membulat kan kedua bola mata mereka saat melihat siapa yang menghampiri mereka, kecuali Algi tentu nya yang masih belum tahu siapa pria yang ada di hadapan nya saat ini.
" Hey anak muda, ada perlu apa kamu pada orang tua Dinka huh?" Danu tampak menatap Algi dengan tatapan menyelidik sambil melangkah kan kaki nya mendekati Algi.
" I itu om, aku ingin bertemu dengan beliau untuk melamar Dinka menjadi istri saya" jawab Algi jujur apa ada nya membuat Danu merasa kaget dengan ucapan pemuda yang ada di hadapan nya itu, karena baru kali ini ada pria yang begitu jujur ingin melamar putri nya. Tidak seperti mantan kekasih Dinka dulu yang tidak pernah langsung menemui diri nya untuk Dinka, sedang kan semua nya hanya diam dan tidak ada yang berani mengatakan sepatah kata pun termasuk Dinka yang menatap cemas pada dua pria yang sangat dia cintai itu.
" Melamar? Siapa nama mu, dan sudah punya apa kamu sehingga berani melamar Dinka" Danu menatap Algi dengan tatapan intimidasi, membuat Algi menjadi gugup saat mendapat kan tatapan itu, padahal dia belum tahu siapa pria yang kini berada di hadapan nya.
" Sa saya punya sebuah kafe dan beberapa investasi bisnis di beberapa perusahaan kecil, insyaAllah itu akan bisa mencukupi kehidupan kami ke depan nya" jawab Algi dengan terbata karena kegugupan nya, sedang kan Danu tampak mengangguk kan kepala nya.
" Kalau begitu katakan pada ku, seberapa besar rasa cinta mu pada Dinka!" Tambah Danu lagi dengan nada bicara yang sama. Danu ingin lebih meyakin kan diri nya sendiri bahwa pria ini adalah yang terbaik untuk putri nya itu.
" Kalau cinta ku pada Dinka, mungkin tidak bisa menandingi cinta orang tua yang mereka berikan sejak Dinka masih kecil. Tapi aku pasti kan kalau cinta ku juga tak kalah besar dari itu dan bisa di pasti kan itu akan cukup untuk membuat Dinka selalu bahagia bila bersama dengan ku nanti" jawab Algi dengan mantap membuat Dinka menatap haru pada kekasih nya itu.
" Bagai mana dengan mu, apa kamu mencintai nya?" Danu kini menatap putri nya itu dengan lembut.
" Ya ayah, aku sangat mencintai kak Algi" Dinka mengangguk kan kepala nya dengan senyum di bibir nya.
" Ayah?" Algi menatap tak percaya pada pria paruh baya di hadapan nya.
" Ya, perkenal kan! Aku adalah ayah dari gadis yang kamu cintai itu" Danu mengulur kan tangan nya untuk menjabat tangan pemuda di hadapan nya.
" Ya" Algi langsung menjabat tangan Danu dengan salah tingkah.
__ADS_1
" Dan aku adalah calon mertua mu, jadi segera bawa ke dua orang tua mu untuk melamar putri ku ini. Atau kalau kamu terlalu lama, aku tidak akan menjamin kalau putri ku akan aku berikan pada mu" Danu kembali berucap dengan nada tak ingin di bantah.
" Baik lah, aku akan segera membawa orang tua ku ke sini" ucap Algi senang dan bersemangat. " Apa aku bawa mereka nanti malam saja ya?" Tambah Algi lagi membuat semua tertawa termasuk Danu.
" Ish, kau ini terlalu terburu - buru sekali" Aydan berkata dengan nada mengejek nya.
" Seperti nya dia terlalu bersemangat, apa kamu sudah tidak tahan ingin segera menghalal kan kekasih mu itu hem" Rifki menimpali dengan nada yang sama.
" Ish, kalian ini. Bisa kah kalian diam! Dan katakan pada opa, kenapa ada kabar baik seperti ini tidak ada satu pun dari kalian yang memberi tahu ku?" Danu menatap satu persatu mereka yang ada di sana. " Kalian kan tahu kalau opa tidak muda lagi dan opa ingin segera melihat Dinka menikah dengan kekasih pilihan nya" tambah Danu lagi membuat mereka saling lempar pandangan satu sama lain dengan salah tingkah.
" Melihat kalian diam seperti ini, seperti nya opa tahu ulah siapa ini. Aydan!" Danu menatap Aydan tatapan menyelidik.
" Ha ha, opa tahu saja" Aydan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. " Aku hanya ingin sedikit bersenang - senang saja, opa tahu kan bagai mana diri ku" tambah Aydan lagi dengan kekehan di akhir kalimat nya.
" Hey, aku sama sekali tidak jahat ya! Aku hanya ingin melihat kesungguhan mu saja, dan ternyata kamu seperti nya bisa aku andal kan" ucap Aydan membela diri.
" Iya Algi, kak Aydan hanya ingin menguji mu saja. Sekaligus mengerjai mu" Nara terkekeh saat mengatakan nya.
" Ya, kita tahu sendiri bagai mana kak Aydan yang selalu ingin mempersulit mu dari dulu kan?" Tambah Alea lagi membuat Algi semakin kesal saja. Sedang kan semua orang tertawa melihat Algi yang berwajah kesal seperti itu.
" Sudah lah kak, yang penting sekarang restu dari ayah sudah kita dapat kan. Jadi tinggal menunggu peresmian nya saja kan?" Dinka mencoba membuat Algi tidak merasa kesal lagi.
" Kamu benar sayang, terima kasih calon ayah mertua" Algi pun tersenyum dan langsung mencium tangan Danu dengan senang.
__ADS_1
" Jangan lupa bahagiakan putri ku ini, kalau tidak kamu akan tahu sendiri akibat nya" jawab Danu dengan nada ancaman.
" Ayah mertua tenang saja, aku pasti akan membuat Dinka bahagia bersama ku" jawab Algi dengan penuh percaya diri.
" Bagus!" Danu tersenyum bangga seraya menepuk pundak pemuda itu dengan lumayan kencang. Kalau begitu lebih baik kalian pergi sekarang, nanti Angga keburu datang dan menunggu kalian!"
" Ah ya, opa benar. Ini sudah hampir jam sepuluh dan pesawat yang om Angga naiki akan sampai sebentar lagi" Nara terlihat panik saat melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan suami nya.
" Baik lah, kita pergi sekarang" Rifki mengajak semua nya untuk pergi.
Akhir nya saat itu, Aydan, Nara, Alea, Rifki, Algi dan Dinka pergi ke bandara untuk menjemput kedatangan Angga, Feyrin dan keluarga nya. Akhir nya Nara bisa ikut setelah dia meminta izin pada bunda dan mommy nya seraya menitip kan baby twins pada mereka.
Hari itu mereka pergi dengan tiga mobil agar nanti bisa cukup untuk membawa Angga dan yang lain nya, saat itu mereka tiba di bandara terlambat beberapa menit karena jalanan yang selalu macet di kota Jakarta. Jadi saat mereka tiba di bandara, Angga dan yang lain nya sudah tampak menunggu di kursi tunggu yang ada di sana sambil berusaha melakukan panggilan pada Aydan dengan menggunakan ponsel nya.
" Maaf kami terlambat" ucap Aydan pada Angga dan yang lain nya saat mereka bertemu di dalam bandara. Aydan pun langsung memeluk Angga yang sudah lama tidak dia temui itu. " Apa kabar? Maaf aku tidak bisa datang ke sana untuk melihat keadaan mu" tambah Aydan dengan nada penuh penyesalan di sela pelukan nya.
" Tidak apa - apa, aku sudah baik - baik saja sekarang. Kalian bisa melihat nya bukan?" Jawab Angga seraya melepas kan pelukan di antara mereka.
" Oh ya, kemana saja kalian? Kenapa lama sekali? Kalian pasti mengobrol dan lupa waktu, iya kan?" Ucap Angga seakan tahu apa kebiasaan mereka.
" Om Angga memang selalu hebat, selalu tahu apa yang kami lakukan" Nara terkekeh saat mengatakan nya dan bergantian memeluk om Angga nya itu.
"Jadi itu benar, ish kalian ini benar - benar" Angga menggeleng kan kepala nya seraya tersenyum di sela pelukan nya dengan Nara membuat Nara semakin terkekeh saja.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏