Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 108


__ADS_3

Tunggu - tunggu, jadi kalian saling mengenal?" Vino yang sejak tadi mendengar kan perkataan ke dua nya, kini ikut berbicara.


" Ya, dia adalah putri dari sepupu kakak ipar ku" jawab Angga dengan enteng nya.


" Wah, kebetulan sekali kalau seperti itu" Vino tersenyum penuh arti.


" Kebetulan apa nya?" Feyrin mengerut kan kening nya.


" Kebetulan karena kalian saling mengenal, berarti kerja sama kita akan jadi lebih mudah lagi" jawab Vino dengan begitu enteng nya.


" Ekeu setuju sama bos, kerja sama perusahaan kita kali ini pasti akan sangat sangat sangat lancar" tambah Susi dengan gaya lebay nya.


" Kamu seperti nya lupa pak Vino, karena bagi ku urusan pribadi dan pekerjaan tidak bisa di campur aduk kan" ucap Angga dengan nada tegas nya.


" Aku tahu pak Angga, tapi Feyrin adalah model terbaik kami Minggu ini. Kamu tidak lihat bagai mana wajah nya yang sangat cantik, dan juga tubuh nya yang begitu sempurna walau pun usia nya masih sangat muda" Vino memuji Feyrin.


" Ish, bos ini jangan terlalu berlebihan! Tapi om Angga, apa yang di katakan oleh bos ku ini adalah benar. Aku pasti kan aku akan bekerja dengan sangat profesional di perusahaan om Angga ini" Feyrin berkata dengan penuh percaya diri. " Lagi pula aku juga sudah terbiasa dengan pekerjaan ini sejak aku tinggal di Paris" tambah Feyrin lagi.


" Baik lah, mari kita coba!" Putus Angga pada akhir nya setelah dia beberapa lama tampak berfikir. " Aku harap kita bisa bekerja sama dengan baik!" Angga mengulur kan tangan nya pada Feyrin yang di sambut Feyrin dengan senang hati.


" Ya, aku harap juga begitu" ucap Feyrin di sela jabatan tangan yang dia lakukan dengan Angga.


" Semoga kerja sama ini lancar dan sukses" kini giliran Vino yang menjabat tangan Angga.


Saat itu, akhir nya kesepakatan antara ke dua perusahaan itu terjalin. Dan sudah di pasti kan kalau beberapa hari ke depan mereka akan sering bertemu karena proyek yang sedang mereka lakukan saat ini.


Hari ini mereka juga membicara kan beberapa hal tentang beberapa konsep yang akan mereka pakai untuk iklan yang akan mereka kerjakan ke depan nya. Sampai tak terasa hari pun sudah mulai sore dan kini waktu nya mereka untuk pulang ke rumah mereka masing - masing.

__ADS_1


" Apa kamu membawa kendaraan sendiri?" Angga bertanya pada Feyrin yang sudah siap untuk pulang.


" Aku datang ke sini dengan bos Vino dan Susi, jadi mungkin aku akan pulang bersama mereka lagi" jawab Feyrin.


" Ya, biar aku yang mengantar nya pulang. Pak Angga tenang saja" Vino ikut menimpali.


" Kalau begitu, biar aku yang mengantar Feyrin pulang. Lagi pula rumah kami searah" Angga tiba - tiba saja menawar kan diri nya. " Tapi temani aku sebentar ke suatu tempat" tambah Angga lagi pada Feyrin.


" Baiklah kalau begitu, itu lebih baik dari pada harus merepot kan bos Vino" Feyrin mengangguk kan kepala nya.


" Jadi yey mau pulang sama bos ganteng ini?" Tanya Susi dengan wajah yang merajuk. " Yey curang ya! Ekeu juga mau pulang sama bos ganteng" Tambah nya lagi seraya merengek manja.


" Kamu pulang sama pak Vino saja!" Ucap Angga cepat, Angga tidak mau lebih lama lagi dengan wanita jadi - jadian itu. Sejak tadi rapat mereka di mulai saja, Angga sudah sangat risih dengan Susi yang beberapa kali mencoba untuk menarik perhatian nya.


" Ihhh, bos ganteng jahara deh" Susi mendengus kesal seraya keluar dari ruangan Angga membuat Feyrin dan Vino tertawa melihat kelakuan mahluk Tuhan yang ajaib itu.


" Ayo!" Angga yang sudah bersiap untuk pulang pun langsung mengajak Feyrin untuk pulang juga.


Angga dan Feyrin pun keluar dari perusahaan Angga dan menaiki mobil milik Angga untuk pulang ke rumah mereka. Namun Angga meminta Feyrin untuk ikut ke suatu tempat terlebih dahulu sebelum benar - benar kembali ke rumah mereka.


" Kita akan kemana dulu om?" Feyrin mengerut kan kening nya menatap Angga yang sedang fokus menyetir mobil nya membelah jalanan ibu kota yang lumayan macet di jam seperti ini.


"Aku harus menjemput kekasih ku dulu, tidak apa - apa kan?" Angga menoleh kan kepala nya sekilas dan kembali fokus pada jalanan yang ada di depan nya.


" Tentu saja aku tidak keberatan, lagi pula aku ingin tahu gadis seperti apa yang bisa membuat om Angga jatuh cinta" Feyrin terlihat antusias.


" Yang pasti dia sangat baik dan juga cantik" Angga tersenyum bangga pada Feyrin.

__ADS_1


" Ya, seperti nya memang begitu" Feyrin mengangguk kan kepala nya.


Tak lama mobil yang di naiki Angga dan Feyrin terparkir di depan sebuah perusahaan, dan di sana terlihat seorang gadis cantik yang berjalan cepat menghampiri mobil Angga dengan senyum yang mengembang di bibir nya.


Angga yang melihat gadis itu pun langsung turun dari mobil nya tanpa menghirau kan Feyrin yang ada di sana juga. Seperti nya Angga seakan lupa diri saat dia bertemu dengan kekasih nya itu.


" Apa kamu sudah lama menunggu?" Angga menghampiri gadis itu yang tak lain adalah Lula sang kekasih nya dan langsung memeluk gadis itu dengan mesra.


" Lumayan sih" ucap Lula seraya melepas kan pelukan mereka.


" Maaf, tadi aku ada rapat penting. Ini saja baru selesai dan aku langsung ke sini menjemput mu" Angga berkata dengan nada menyesal.


" Ya sudah, tidak apa - apa! Yang penting sekarang kamu sudah datang" Lula tersenyum manis. " Ya sudah, ayo pulang! Aku rasa nya tak sabar ingin segera sampai di rumah" Lula pun dengan semangat menggandeng tangan Angga dan berjalan menuju mobil Angga yang tak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang.


" Aku pindah duduk di belakang ya om?" Belum juga Lula dan Angga sampai, Feyrin sudah keluar dari mobil Angga untuk pindah duduk ke kursi belakang karena pasti kekasih Angga akan duduk di kursi depan.


" Dia siapa?" Lula menatap Angga dengan tatapan menyelidik seraya menunjuk Feyrin yang masih berdiri di depan nya saat ini.


" Dia Feyrin, anak nya om Afkha, adik sepupu dari kak Adzriel. Tadi kebetulan dia juga ikut rapat karena ternyata dia yang akan menjadi model produk baru di perusahaan ku, jadi aku ajak pulang aja sekalian. Bukan kah rumah kak Yuki dan rumah ku tidak terlalu jauh jarak nya?" Angga menjelas kan.


" Iya kak, aku Feyrin. Kakak pasti kekasih nya om Angga?" Feyrin mengulur kan tangan nya untuk berjabat tangan dengan Lula.


" Lula" ucap Lula memperkenal kan diri nya seraya membalas jabatan tangan dari Feyrin.


Saat itu Angga, Feyrin dan Lula pun pulang bersama dengan suasana canggung yang menyelimuti mereka. Sepanjang perjalanan Angga mengajak bicara Lula, namun Lula seolah tidak nyaman karena Feyrin ada di sana. Sedangkan Feyrin merasa serba salah berada di tengah ke dua orang yang ada di depan nya.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2