
" Jadi, ada perlu apa kalian ingin bertemu dengan kami?" Angga langsung bertanya pada dia orang yang sejak tadi meminta bertemu langsung dengan diri nya. Karena kebetulan Afkha dan Nanda datang , maka Angga memutus kan untuk mengajak juga ke dua tetua itu untuk menyaksikan apa yang sebenar nya ingin di sampai kan ke dua orang itu.
Ya, tadi Carry dan Mark meminta pada Mauren untuk bertemu langsung dengan Angga untuk mengatakan sesuatu. Mauren yang sudah mengatakan nya pada Angga pun langsung meminta mereka menunggu nya di ruang kerja nya setelah acara penyambutan selesai.
" Sebenar nya kami hanya ingin melaporkan tentang karyawan magang yang selalu melanggar peraturan perusahaan, tapi saya kurang enak karena hanya masalah kecil saja harus di bicarakan di depan tuan Afkha dan tuan Nanda" Carry tampak ragu saat mengatakan nya.
" Karyawan magang? Memang dia melanggar peraturan yang mana?" Angga mengerut kan kening nya. " Apa kesalahan nya sangat besar?"
" Eem, bagai mana ya? Saya tidak enak mengatakan nya" jawab Carry masih terlihat ragu sambil ujung mata nya melirik ke arah Afkha dan Nanda yang duduk tak jauh dari tempat nya.
" Katakan saja! Kami juga harus tahu tentang ini, bukan kah ini menyangkut perusahaan juga" Afkha yang melihat sikap Carry yang terlihat ragu karena keberadaan diri nya pun ikut berbicara.
" Ya Carry, katakan saja! Lagi pula tuan Afkha dan tuan Nanda harus tahu juga tentang hal ini" Mark tersenyum penuh arti seraya menatap Angga. Sedangkan Angga merasa bingung karena tidak mengerti apa yang di rencanakan ke dua orang yang ada di hadapan nya.
" Baik lah, akan aku katakan" putus Carry pada akhir nya.
__ADS_1
" Ya, katakan saja! Jangan ragu!" Tambah Mark lagi membuat Carry mengangguk kan kepala nya.
" Sebenar nya saya ingin mengatakan kalau kemarin adik saya tidak sengaja melihat salah satu karyawan magang kita keluar dari ruangan ini tuan, dan adik saya kira mungkin karyawan itu sudah melakukan hal tidak pantas di sini" ucap Carry dengan agak ragu.
" Apa maksud mu, aku melakukan hal tidak pantas dengan seorang karyawan magang, begitu?" Angga menatap tajam Carry membuat Carry menelan saliva nya susah.
Sedang kan Afkha dan Nanda tampak diam saja mendengarkan apa yang akan di lakukan oleh orang - orang itu selanjut nya.
" Ti tidak pak, saya tidak bermaksud seperti itu. Tapi adik saya melihat dengan mata kepala nya sendiri saat karyawan itu keluar dari ruangan anda, dan adik saya juga bilang kalau karyawan itu sudah pergi dari tempat kerja nya sebelum jam istirahat di mulai. Jadi apa yang di lakukan dia di ruangan bapak selama itu, apa lagi yang saya dengar karyawan itu model iklan dan majalah yang lumayan terkenal. Dan banyak yang bilang kalau dia meraih kesuksesan nya dengan jalan pintas" Carry menjelas kan dengan agak terbata.
" Angga, apa yang di katakan dia benar? Ck, aku tidak menyangka kamu bisa melakukan hal yang sangat memalukan di perusahaan ini" Afkha tiba - tiba berdiri dari duduk nya dan berkata dengan nada tinggi.
Tentu saja Afkha tidak terima dengan berita yang barusan dia dengar. Bukan kah Angga sudah berjanji akan mencintai dan membahagiakan putri nya? Tapi apa yang barusan dia dengar membuat Afkha menjadi emosi.
" Benar kah itu Angga? Daddy benar - benar kecewa pada mu" Nanda menggeleng pelan.
__ADS_1
" Tidak om, daddy, jangan dengarkan ucapan mereka! Apa daddy dan om mengira aku akan melakukan hal yang memalu kan seperti itu?" Angga langsung berdiri dengan wajah yang panik.
" Lalu, apa pak Angga mengatakan kalau kami berbohong?" Mark berkata dengan senyum sinis di bibir nya. " Sekarang katakan pada kami, apa pria yang memanfaat kan karyawan nya demi kepuasan pribadi nya pantas menjadi wakil anda tuan?" Ucap Mark lagi pada Afkha.
" Tentu saja tidak, aku tidak menyangka di hari terakhir mu di negara ini malah membuat mu menjadi orang yang terhina di perusahaan ini" jawab Afkha masih dengan amarah di mata nya.
" Cih, jadi ini tujuan kalian? Kalian ingin membuat ku di benci oleh om Afkha dan di keluar kan dari perusahaan ini dengan tidak hormat ha? Apa pak Mark ini ingin menjadi wakil CEO juga?" Ucap Angga dengan seringai tipis di bibir nya. " Ck, itu tidak akan mungkin!"
" Apa maksud pak Angga? Saya hanya ingin pak Afkha dan pak Nanda tahu, apa yang telah terjadi di perusahaan ini. Iya kan Carry?" Mark berkata dengan santai nya dan di angguki oleh Carry.
Mark adalah pria paruh baya berumur empat puluh lima tahun, dan Mark merupakan paman jauh dari Carry. Carry bisa bekerja dan menjabat sebagai manager keuangan di perusahaan itu juga sebenar nya karena bantuan dari Mark.
Tadi nya Carry hanya ingin memberi pelajaran pada Feyrin dan membuat gadis itu di keluar kan dengan tidak terhormat dari perusahaan itu dengan kabar yang dia terima dari Ceryl yang mengatakan kalau diri nya melihat Feyrin keluar dari ruangan Angga saat jam istirahat, namun paman nya Mark malah berencana untuk membuat nama baik Angga juga rusak di mata CEO dan pemilik perusahaan itu. Mark bahkan tidak perduli hubungan keluarga yang terjalin antara mereka. Karena menurut Mark, walau pun Angga adalah keluarga dari pemilik perusahaan, mereka tidak akan memaafkan Angga bila Angga melakukan hal memalukan itu di perusahaan. Mark sudah menyelidiki bagai mana Nanda, dan dia tahu kalau agama yang di anut oleh Nanda dan yang lain nya tidak memboleh kan bahkan mengharam kan perbuatan itu. Tidak seperti di daerah nya, di mana orang - orang akan bebas melakukan hal itu tanpa ikatan pernikahan.
" Tapi asal kalian tahu, aku tidak mungkin melakukan hal rendahan seperti itu" Angga semakin emosi saja menghadapi dua orang yang ada di hadapan nya ini. Sebenar nya sudah sejak dia datang ke Paris, Angga sudah mencurigai Mark sebagai orang yang sudah menyebab kan masalah di perusahaan. Namun Angga masih belum mempunyai bukti untuk kecurigaan nya itu, sehingga Angga bersikap seolah tidak tahu apa - apa bila berhadapan dengan pria itu. Namun Angga tidak menyangka kalau pria itu kini dengan terang - terangan menyerang diri nya.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏