Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 147


__ADS_3

Feyrin dan Angga kini sama - sama terdiam setelah Daddy Afkha dan mommy Arin meninggal kan mereka di ruang makan beberapa menit yang lalu untuk menyelesai kan masalah yang sedang mereka hadapi saat ini.


" Maafkan aku, izinkan aku untuk membuktikan cinta ku pada mu. Jadi katakan lah, apa yang harus aku lakukan!" Angga masih dalam posisi yang sama, yaitu berlutut di hadapan Feyrin yang sedang duduk di atas kursi.


" Apa bila aku katakan, aku ingin kamu pergi meninggal kan aku untuk selamanya. Kamu akan mengabul kan nya?" Feyrin menatap Angga dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


" Kecuali yang itu, aku akan mengabul kan semua nya" Angga menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. " Jadi aku mohon, jangan meminta ku untuk itu"


" Cih, katakan saja kalau kamu tidak sanggup untuk memenuhi semua keinginan ku" Feyrin memutar bola mata nya malas.


" Aku bisa Fey, asal jangan meminta ku untuk menjauhi mu" Angga meraih tangan Feyrin dan menggenggam nya. " Apa pun itu, aku akan berusaha semampuku untuk memberikan nya pada mu. Asal itu masuk akal dan bisa di lakukan oleh manusia biasa" Angga menatap Feyrin dengan serius.


" Le lepaskan!" Feyrin menarik tangan nya yang sedang di genggam oleh Angga sambil memalingkan wajah nya yang sudah mulai memerah, mendapat kan perlakuan dan tatapan seperti itu dari pria yang ada di hadapan nya saat ini, membuat jantung Feyrin berdetak sangat kencang. " Satu Minggu" ucap Feyrin sambil menetralisir kegugupan nya. " Dalam waktu satu Minggu itu, yakin kan aku untuk menerima cinta yang kamu katakan itu" putus Feyrin pada akhir nya. Jujur saja Feyrin juga masih menyimpan perasaan itu untuk Angga, hanya saja diri nya masih belum yakin pada pria itu. Jadi Feyrin pikir tidak ada salah nya untuk memberikan Angga kesempatan satu kali lagi.


" Benar kah?" Angga berdiri dari posisi nya dengan wajah yang terlihat bahagia. " Yes!" Angga melompat seraya menggerakan tangan nya saking senang nya. Di tatap nya gadis cantik yang ada di hadapan nya. " Terima kasih sayang, aku akan berusaha dengan sangat keras untuk mendapat kan cinta mu kembali" Angga tersenyum manis, sedang kan Feyrin langsung memaling kan wajah nya yang semakin merona saja.


" Apa barusan dia bilang? Sayang?" Batin Feyrin bersorak kegirangan.


" Ekhem, jadi sudah di putus kan. Waktu mu satu Minggu, jadi berusaha lah dengan baik" ternyata Afkha dan Arin tidak pergi jauh dari ruang makan dan mendengar kan semua yang mereka katakan dari dekat pintu.

__ADS_1


" Daddy, mommy, jadi kalian mendengar semua nya?" Feyrin membungkam mulut nya dengan wajah yang semakin merona dan terasa panas karena sebenar nya dari tadi mommy dan daddy nya mendengarkan semua yang sedang dia dan Angga katakan.


" Tentu saja, apa kamu pikir mommy akan membiar kan kalian berdua huh? Mommy tidak mau dia bersikap kasar lagi pada mu" Arin menatap tajam pada Angga dan kemudian mendelik kan mata nya dengan tajam.


" Maaf, aku tidak akan mengulangi nya lagi. Aku berjanji" ucap Angga bersungguh - sungguh.


" Tentu saja, kalau kamu melakukan nya lagi. Aku akan membuat mu hancur" Afkha berkata dengan nada mengancam.


" Ya om, aku tahu. Aku tidak akan pernah mengatakan ucapan kasar sedikit pun dan aku berjanji, hanya akan ada kebahagiaan yang akan aku berikan mulai dari sekarang untuk Feyrin" Angga mengangguk mantap.


" Ya, aku pegang kata - kata mu! Jadi, berusahalah dengan keras untuk itu" Afkha menepuk pundak Angga dengan lumayan keras. " Ingat, waktu mu hanya satu Minggu" tambah Afkha lagi dengan senyum mengejek nya.


Angga hari itu seperti biasa di antar kan oleh Feyrin ke kantor nya, dan seperti biasa Feyrin selalu duduk di kursi belakang dan Angga yang menyetir sampai ke perusahaan.


" Sampai kapan kamu mau duduk di belakang seperti ini hem? Apa kamu tidak mau duduk di samping calon imam mu ini?" Angga tersenyum menggoda seraya menaik turun kan alis nya lucu.


Saat ini mereka sudah sampai di depan perusahaan tempat Angga bekerja.


" Aku tidak tahu, itu tergantung dari usaha anda untuk meyakin kan ku" Feyrin masih bersikap ketus pada Angga. " Sudah lah, cepat turun! Aku sudah hampir terlambat" Feyrin pun membuka pintu mobil dan keluar dari sana, begitu pun Angga yang ikut keluar agar Feyrin bisa masuk untuk mengambil alih mobil milik nya.

__ADS_1


Tanpa berkata apa - apa lagi, Feyrin pun langsung menancap pedal gas mobil milik nya dan melesat menjauh dari tempat Angga berdiri saat ini. Angga hanya bisa menghela nafas lelah nya seraya menatap mobil yang perlahan menghilang dari pandangan nya.


" Aku tidak akan menyerah Fey, aku akan mendapat kan cinta mu kembali" Angga tersenyum penuh arti seraya berjalan memasuki perusahaan tempat dia bekerja selama di kota Paris itu.


Sementara itu Feyrin yang baru saja sampai di kampus nya terlihat mengembangkan senyum nya. " Aku tunggu saat di mana kamu terus berusaha untuk cinta kita" gumam Feyrin seraya membuka pintu mobil dan keluar dari dalam mobil nya.


Hari ini sebenar nya hari di mana Feyrin harus mengambil keputusan tentang dia akan bekerja magang di perusahaan mana, itu adalah tugas terakhir sebelum hari kelulusan. Para mahasiswa jurusan yang sama dengan Feyrin semua harus bekerja magang di sebuah perusahaan dalam waktu satu bulan ini, dan semua nilai tergantung dari pekerjaan magang mereka selama itu.


" Fey, kamu sudah memutus kan untuk bekerja di mana?" Salah satu teman Feyrin yang bernama Diana, bertanya pada Feyrin.


" Belum Di, aku masih bingung" Feyrin tampak berfikir.


Di saat Feyrin sedang berpikir, tiba - tiba sekelompok gadis teman satu kelas Feyrin yang terbilang alay dan centil datang ke kelas sambil bercerita.


" Kamu tahu, aku sudah mengajukan surat magang di BS Corp. Dan aku langsung di terima loh" gadis bernama Ceryl berkata dengan nada centil nya sambil melihat Feyrin dengan mata yang terlihat tak suka pada Feyrin.


Ceryl sejak dulu sangat tidak menyukai Feyrin, apa lagi saat Feyrin mulai terkenal karena membintangi beberapa iklan dan majalah. Membuat Ceryl semakin membenci Feyrin karena rasa iri nya.


" Dan kalian tahu apa yang membuat ku sangat senang?" Ceryl kembali berkata pada teman - teman nya. " Ternyata bos di sana sangat tampan, seperti nya dia bukan dari negara kita karena wajah nya seperti orang Asia" tambah Ceryl lagi dengan suara yang agak di keras kan.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2