Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 70


__ADS_3

Sore hari nya masih di hari yang sama, Alea dan Rifki bertemu untuk pertama kali nya setelah acara perjodohan itu di adakan. Ke dua nya seolah menghindar satu sama lain karena rasa canggung yang mereka rasakan karena pernikahan mereka yang tiba - tiba sudah di atur oleh orang tua mereka.


Hari ini Alea dan Rifki mendatangi sebuah butik yang sangat besar di kota itu untuk memilih pakaian pengantin yang akan di kenakan oleh mereka saat acara pernikahan mereka nanti.


Hari ini Rifki menjemput Alea di rumah nya, sepanjang perjalanan hanya keheningan yang menemani mereka, tidak seperti biasa nya yang akan mereka lewatkan dengan candaan, cibiran dan ejekan dari bibir mereka.


Lima belas menit waktu yang mereka tempuh untuk sampai ke tempat tujuan mereka, dan di sinilah mereka sekarang, di dalam butik yang sangat besar seraya melihat beberapa pakaian pengantin yang nanti nya akan mereka kenakan.


" Selamat sore, kami datang untuk mencoba pakaian pengantin yang telah ibu kami pesan, nyonya Yuki dan nyonya Alice" ucap Rifki pada salah satu pegawai yang ada di sana.


" Oh, baik tuan. Silahkan ikut saya!" Pegawai tu pun dengan senyum ramah nya membawa Rifki dan Alea untuk melihat pakaian yang akan mereka coba.


" Ini tuan, nona, silahkan kalian mencoba nya di sana!" Pegawai Itu memberikan gaun pengantin berwarna putih dengan model yang terlihat mewah, modern dan elegan pada Alea dan memberikan setelan jas berwarna senada pada Rifki.


Rifki dan Alea pun langsung membawa pakaian pengantin mereka ke bilik kamar ganti yang tadi ditunjuk kan oleh pegawai butik tadi untuk mencoba pakaian yang ada di tangan mereka saat ini.


" Kenapa aku jadi gugup seperti ini" gumam Alea seraya memegangi dada nya yang sejak tadi berdetak dengan sangat cepat sejak pertemuan nya dengan Rifki tadi. " Aku harap ini akan menjadi kebahagiaan untuk kami berdua" ucap Alea penuh harap seraya mulai mengenakan gaun yang ada di tangan nya untuk dia coba.


" Kenapa kami jadi canggung seperti itu, hais ini tidak seperti diri ku saja" Rifki merutuki kebodohan nya sendiri di dalam bilik kamar ganti yang berada di sebelah Alea. " Aku hanya berharap dia tidak akan membenci ku karena pernikahan ini" tambah Rifki lagi dengan penuh harap.


Tak lama mereka berdua pun keluar sudah memakai pakaian pengantin mereka yang tadi mereka coba secara bersamaan. Sesaat ke dua mata itu bertemu dengan jarak yang lumayan dekat seraya menelisik penampilan satu sama lain nya dengan tatapan penuh kekaguman terpancar dari ke dua mata mereka.


" Alea sangat cantik dengan gaun itu, aku sangat beruntung mendapatkan nya sebagai istri ku" batin Rifki menatap Alea tanpa berkedip.

__ADS_1


" Ya Tuhan, jadi ini calon imam ku? Tampan sekali" batin Alea dengan tatapan tak jauh beda dengan tatapan Rifki.


" Ekhem" kedua nya terdengar berdehem secara bersamaan untuk menyadarkan mereka dari lamunan mereka masing - masing.


" Seperti nya ini sudah sangat pas, bagaimana pakaian mu?" Rifki merapikan jas yang dia pakai seraya menetralisir kegugupan yang dia rasakan saat ini.


" Seperti nya punyaku juga sudah pas" Alea telihat menunduk kan kepala nya seraya membenahi gaun yang dia pakai dengan salah tingkah.


" Bagaimana, apa sudah pas?" Pegawai yang tadi kembali menghampiri Alea dan Rifki untuk memeriksa pakaian yang mereka kenakan.


" Pas, ini sudah pas" ucap Alea dan Rifki secara bersamaan membuat Alea dan Rifki saling tatap dan kemudian saling memalingkan wajah mereka yang sudah merona karena malu.


" Wah, kalian sangat serasi. Kompak juga, pasti kalian sangat saling mencintai. Semoga pernikahan kalian lancar dan menjadi keluarga yang sakinah , mawadah, warahmah" ucap pegawai itu dengan senyum di bibir nya sedangkan Alea dan Rifki masih terlihat salah tingkah seraya mengucapkan terima kasih pada pegawai itu sebelum mereka kembali ke dalam bilik kamar ganti untuk mengganti pakaian mereka kembali. Dalam hati mereka, mereka mengaminkan apa yang di ucapkan oleh pegawai itu, mereka juga berharap kalau akan ada cinta di hati pasangan mereka yang tanpa mereka sadari bahwa cinta itu sudah ada sejak lama.


Setelah selesai dengan kegiatan mereka di butik, Rifki memutuskan untuk mengajak Alea makan malam di sebuah kafe yang letak nya tidak jauh dari sana sebelum dia mengantar Alea pulang ke rumah nya.


" Kita makan malam dulu sebentar di sini, setelah itu baru aku akan mengantar mu pulang" ucap Rifki seraya melepas seat belt yang ada pada tubuh nya setelah dia memarkirkan mobil nya di parkiran kafe itu.


" Baiklah" Alea pun melakukan hal yang sama dan ikut turun dari mobil Rifki.


" Aku juga ingin berbicara hal yang serius dengan mu, selama beberapa Minggu ini kita tidak pernah bertemu dan berbicara" Rifki berkata dengan wajah yang serius seraya berjalan masuk ke dalam kafe meninggalkan Alea yang menatap nanar pada punggung Rifki yang mulai menghilang di balik pintu kafe.


" Ish, bukan nya seharus nya dia menggandeng tangan ku ya? Bukan kah aku ini calon istri nya?" Alea mendengus kesal seraya berjalan dengan langkah kaki yang ia hentakkan ke tanah dengan perasaan yang sangat kesal menyusul langkah Rifki yang lebih lebar dari nya.

__ADS_1


Alea dan Rifki pun memasuki kafe itu dan duduk di meja yang masih kosong, Rifki pun mulai memesankan minuman dan makanan untuk nya dan juga Alea. Rifki tentu saja hafal betul apa makanan dan minuman kesukaan Alea, dan itu membuat perasaan Alea sangat senang karena seperti biasa nya Rifki tahu apa yang di inginkan nya.


" Oh ya, kakak bilang mau membicarakan sesuatu dengan ku, apa itu?" Tanya Alea pada Rifki saat pelayan kafe yang sudah mencatat pesanan mereka meninggalkan meja yang mereka tempati.


" Aku hanya ingin menanyakan satu hal pada mu, tentang pernikahan kita" Rifki menatap serius pada Alea.


" Pernikahan kita? Apa kakak mau membatalkan nya?" Alea mengerutkan kening nya dengan perasaan yang tak bisa di artikan dengan kata - kata saat ini.


" Apa kamu ingin aku melakukan nya?" Bukan nya menjawab pertanyaan Alea, Rifki malah balik bertanya.


" Kenapa kakak malah balik bertanya pada ku? Aku bertanya pada kakak, apa kakak ingin membatalkan pernikahan kita? Kalau itu benar apa alasan nya, apa karena ada wanita lain yang kakak cintai?" Jujur saja Alea hati Alea kini terasa sakit saat mengatakan nya.


" Tidak, justru aku takut kamu yang keberatan dengan pernikahan ini karena aku tahu kamu mempunyai kekasih saat ini" Rifki memandang Alea dengan serius.


" Aku sudah putus dan aku tidak mau bertemu dengan nya lagi, kakak tahu? Dia mengancamku karena aku sudah memutuskan hubungan kami dengan nya. Aku tidak suka pria kasar seperti itu" Alea mengerucutkan bibir nya.


" Apa? Dia mengancam mu? Berani sekali dia!" Rifki mendengus kesal. " Tapi dia tidak menyakiti mu kan?" Wajah Rifki tampak khawatir.


" Kakak tenang saja, aku tidak apa - apa. Justru dia yang jadi pincang karena hadiah dari kaki mulus ku ini" Alea berkata ponggah.


" Ya ya, aku lupa berhadapan dengan siapa?" Rifki memutar bola mata nya malas sedangkan Alea terkikik geli mendengar ucapan Rifki barusan.


Tak lama pesanan makanan mereka datang,mereka pun langsung menyantap makanan yang telah di hidangkan di atas meja dengan lahap. Rifki yang tadi nya merasa ragu takut kalau Alea sedih karena pernikahan mereka kini menjadi yakin untuk meneruskan pernikahan mereka karena Rifki melihat kalau Alea tidak keberatan dengan pernikahan ini.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2