
Akhir nya keesokan hari nya semua orang sibuk mempersiapkan pernikahan Aydan dan Nara yang terbilang cukup mendadak apa lagi mereka hanya memiliki waktu satu Minggu untuk acara ini sehingga mereka memutuskan untuk melaksanakan acara pernikahan di rumah Nami saja secara sederhana karena Nara juga tidak mau pernikahan nya di adakan di Balendra hotel yang merupakan tempat acara pernikahan Aydan dan Karin yang dulu gagal. Apa lagi kini Nara sedang mengandung dan sedang dalam masa - masa tri semester pertama yang lumayan membuat nya kewalahan karena selalu merasa mual di waktu tertentu. Jadi bagi Nara lebih baik pesta nya di adakan di rumah saja agar lebih nyaman untuk nya dan semua nya pun menyetujui nya karena bagaimana pun juga kenyamanan Nara adalah hal yang sangat penting.
Tadi pagi Nara sudah di bawa ke rumah sakit untuk menemui dokter obgyn di sana untuk mengetahui lebih jelas tentang kandungan Nara yang saat ini sudah menginjak usia tiga minggu. Tentu saja semua nya sangat bahagia saat mengetahui kabar tersebut, apa lagi Aydan yang memang sudah terlanjur berharap tentang ke kehamilan Nara.
Sementara di mansion keluarga Balendra dan rumah keluarga Nara di sibukan dengan persiapan pernikahan Nara dan Aydan, kini Dela yang sudah mendengarkan kabar bahagia itu pun merasa sangat bahagia dengan kabar itu.
" Bagaimana kalau kita pergi membeli hadiah untuk mereka?" Ucap Dela saat berbicara di sambungan telpon pada ponsel nya. " Baiklah, aku akan menunggu mu!" Setelah mengatakan itu Dela pun menyimpan kembali ponsel nya di atas meja nya.
" Ekhem" tanpa Dela sadari Dimas sudah berada di depan meja nya dengan tatapan yang sulit diartikan.
" Ada apa, apa ada yang bisa saya bantu!" Dela langsung berdiri dari duduk nya saat melihat Dimas berada di depan meja kerja nya.
" Bawakan aku laporan yang kemarin! Aku akan menunggu mu di ruangan ku!" Dimas pun mulai melangkahkan kaki nya menuju ke ruangan nya. Namun baru saja dia mau membuka hendel pintu, Dimas berhenti " Oh ya, tadi aku tidak sengaja mendengar kamu akan membelikan hadiah. Untuk siapa?" Dimas menoleh pada Dela.
" Tentu saja untuk bos dan juga Nara" jawab Dela. " Kenapa, apa bapak mau ikut?" Tanya Dela
" Aku tidak tertarik, lagi pula aku banyak pekerjaan. Sekarang cepat bawakan laporan nya padaku!" Dimas pun melangkah masuk ke dalam ruangan nya di ikuti Dela yang mengikuti nya setelah dia menemukan sesuatu yang di minta oleh Dimas tadi.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sore hari nya Dela tampak sedang bersiap untuk pulang karena jam kerja nya sudah selesai, dia tinggal menunggu kedatangan seseorang yang tadi menelpon nya karena tadi mereka sudah berjanji akan bertemu di sana.
" Apa kak Dela sudah siap?" Terdengar suara cempreng milik Alea menggema di seluruh lorong tempat kerja Dela yang sudah mulai sepi karena sebagian karyawan sudah pulang.
Sebagai catatan, Dela seumuran dengan Aydan, Rifki dan Angga sedangkan Alea dan Nara lebih muda dua tahun dari mereka
__ADS_1
" Siap dong, mana ke dua pengawal mu?" Dela terkekeh saat mengatakan nya.
" Aku di sini, apa kamu merindukan ku" Rifki berjalan dengan santai nya di belakang Alea di ikuti oleh Angga di belakang nya.
" Cih, Dela itu merindukan ku. Bukan merindukan mu, iya kan?" Angga mengerlingkan mata nya.
" Aku merindukan kalian semua, kalian sudah lama tidak datang ke sini" Dela sangat senang bisa bertemu dengan mereka lagi setelah beberapa lama mereka tidak datang ke Balendra Corp karena Aydan yang sekarang sibuk di perusahaan Angga sebagai Ayan.
" Ish, tentu saja kami jarang kesini, orang Aydan berada di tempat kerjaku" Angga mendengus kesal karena kehadiran Aydan di sana membuat pekerjaan nya semakin bertambah saja. Sedangkan Alea, Rifki dan Dela tertawa saat mendengar ucapan Angga barusan.
Ceklek
Pintu ruangan kerja Dimas terbuka dan keluarlah Dimas yang baru saja akan pulang juga.
" Ya, kami akan belanja hadiah untuk Nara dan kak Aydan" Alea tampak bersemangat.
" Jadi kamu mau belanja dengan mereka?" Tanya Dimas pada Dela.
" Ya, kenapa? Apa ada yang salah?" Jawab Dela ketus.
" Tidak, aku hanya tidak tahu kalau kalian saling mengenal" Dimas berkata dengan santai nya.
" Ish, om belum tahu ya? Dela ini kan anak nya tante Erika sepupu dari bunda Nami, jadi Dela ini sepupu jauh dengan Nara. Dela juga teman sekelas kak Rifki , kak Aydan dan om Angga, jadi tentu saja kita saling mengenal" Alea menjelaskan.
" Pantas saja dia marah saat aku menyinggung soal Nara, ternyata mereka bersaudara" batin Dimas " Aku baru tahu itu saat kamu menjelaskan nya barusan" Dimas menganggukan kepala nya.
__ADS_1
" Apa om mau ikut dengan kami, siapa tahu saja om juga ingin membeli hadiah untuk Aydan dan Nara?" Rifki merangkul pundak Dimas yang tinggi nya lebih tinggi sedikit dari diri nya.
" Ya, apa om mau ikut?" Angga ikut menimpali.
" Biar aku fikir dulu" Dimas tampak berfikir.
" Ish, kalian tidak perlu mengajak nya! Pak Dimas itu sangat sibuk dengan pekerjaan nya" ucap Dela cepat karena Dimas seperti nya tidak mau bergabung dengan mereka.
" Kau ini sok tahu sekali, aku akan ikut. Lagi pula pekerjaan ku sudah selesai sedari tadi" Dimas mendengus kesal.
" Aku fikir bapak tidak tertarik dengan acara anak muda seperti ini, mengingat umur bapak yang sudah" Dela tidak berani melanjutkan ucapan nya saat melihat Dimas yang sudah menatap tajam ke arah nya.
" Sudah tua maksud mu? Asal kau tahu, biarpun umur ku sudah kepala tiga tapi aku masih bisa mengalahkan mereka dalam beberapa permainan" ucap Dimas percaya diri seraya menunjuk pada Rifki dan juga Angga.
" Ish, kenapa om membawa kami dalam urusan rumah tangga kalian sih" Rifki terkikik geli dengan ucapan nya sendiri.
" Ya, kalian seperti sepasang suami istri yang sedang ribut - ribut manja gimana gitu" Alea ikut terkikik.
" Ya, aku fikir mereka sangat cocok" Angga ikut menimpali.
" Apa, aku menikah dengan dia? Tidak tidak tidak" tanpa mereka sadari , mereka mengatakan hal yang sama secara bersamaan membuat mereka saling menatap tajam satu sama lain
" Cie cie, kompak niee" Rifki, Angga dan Alea tertawa bersama sedangkan Dimas dan Dela saling memalingkan wajah mereka sambil mendengus kesal secara bersamaan membuat Rifki, Alea dan Angga semakin menertawakan mereka.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1