Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 80


__ADS_3

Brrakk


Suara pintu yang di buka kasar oleh seseorang terdengar menggema di sebuah ruangan berukuran sedang dengan sekeliling hanya ada tembok berlapis kan baja dengan fentilasi udara kecil di bagian atas yang terbuat dari besi baja yang sangat kokoh itu, membuat dua orang yang sedang duduk sambil memeluk lutut nya di dalam sana tampak terkejut dengan tubuh yang bergetar dan wajah yang sangat ketakutan.


Ke dua orang itu baru saja bis bernafas lega setelah sejak kedatangan mereka ke sana, selalu mendapatkan pukulan dari orang - orang yang ada di sana. Terlihat dari beberapa luka lebam pada wajah dan sebagian tubuh mereka saat ini.


" Bukankah itu tuan Jay? Apa yang sedang dia lakukan di sini?" Rian yang tahu tentang dunia bisnis tentu saja sangat mengenal siapa Jay dan dia tahu betul bagaimana kehebatan pria yang kini ada di hadapan nya.


" Tuan Jay, apa kamu mengenal nya?" Putra bertanya dengan wajah nya yang terlihat bingung, pasal nya Putra tidak begitu tahu tentang dunia bisnis. Karena dia hanya tahu dunia malam dan tentang menghamburkan uang saja.


" Ish, semua orang juga tahu siapa dia. Orang dari keluarga Balendra yang menikahi putri tunggal keluarga Wilantara, semua nya tahu bagaimana kehebatan nya di saat dia masih muda sampai sekarang" Rian memberengut kesal.


" Lalu untuk apa dia kemari?" Putra tak habis fikir , kenapa orang hebat seperti tuan Jay itu datang menemui mereka di sana?


"Aku tidak tahu" Rian mengangkat bahu nya.


" Apa kalian sudah selesai berbicara?" Jay menatap tajam pada ke dua bocah yang ada di hadapan nya. Yang malah terlihat sibuk mengobrol tanpa menghiraukan kedatangan nya.


" Ish, kalian terlalu banyak bicara untuk seukuran penjahat yang sedang menunggu hukuman nya" tiba - tiba Nanda muncul di belakang Jay bersama dengan Angga.

__ADS_1


" Tu tuan Nanda, dia juga ada di sini? Sebenar nya apa hubungan mereka semua dengan Alea?" Ucap Rian terbata dengan suara pelan yang membuat Putra melirik nya dengan dahi yang mengkerut.


" Cih, kamu berani menyakiti Alea, sedangkan kalian bahkan tidak tahu siapa dia?" Jay mendengus kesal. " Asal kalian tahu, yang kalian celakai itu adalah putri semata wayang ku. Dan kalian pasti tahu hukuman kalian karena berani mengusik keluarga kami" tambah Jay dengan sorot mata yang sangat tajam seraya melangkah kan kaki nya mendekati dua pemuda yang tampak kaget dan ketakutan mendengar penuturan Jay barusan.


" Maaf, maafkan kami! Kami tidak tahu kalau Alea adalah putri mu" Rian yang pertama memohon maaf pada Jay sambil berlutut di hadapan nya.


" Ya, kalau kami tahu. Kami pasti tidak akan melakukan hal itu pada Alea" Putra yang melihat wajah Jay yang kini terlihat menakut kan langsung ikut memohon maaf pada pria paruh baya di hadapan nya dan melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan Rian.


Buugh


Suara pukulan menggema di seluruh ruangan saat sebuah pukulan mendarat tepat pada wajah Rian yang sudah terluka di beberapa bagian itu.


" Tidak, bukan itu maksud kami" Putra menjawab dengan suara bergetar menahan sakit yang teramat akibat pukulan yang di berikan Jay barusan.


" Ya, ampuni kami tuan!" Tambah Rian dengan suara yang tak kalah bergetar.


" Aku tidak akan pernah memaafkan perbuatan kalian pada putri ku, dan asal kalian tahu aku paling membenci pria pengecut seperti kalian yang menganggap perempuan hanya sebagai mainan dan pemuas naf su kalian saja" Jay masih saja memukuli ke dia pemuda itu dengan amarah yang berkobar pada mata nya, sedangkan Angga dan Nanda tampak melihat saja menunggu sampai keadaan dua pemuda itu sudah cukup parah, baru Nanda dan Angga akan menghenti kan perbuatan Jay itu.


Sebenar nya Nanda juga sangat ingin menghajar mereka karena sudah membahayakan menantu dan calon cucu nya, tapi Nanda lihat perbuatan Jay juga sudah cukup untuk menghukum mereka. Biar lah, nanti giliran nya untuk membalas perbuatan mereka akan datang juga. Walaupun tanpa kekerasan, tapi Nanda akan memastikan perbuatan mereka akan mendapatkan ganjaran nya.

__ADS_1


" Maaf, ampuni kami!" Putra dan Rian sama - sama memohon ampun pada Jay yang masih saja memukuli mereka dengan membabi buta untuk melampiaskan kemarahan nya. Kini keadaan Rian dan Putra sudah sangat parah dengan tubuh yang penuh luka dan tak sanggup walau hanya sekedar bangun dari posisi mereka saat ini.


" Sudah Jay cukup! Kamu bisa membunnuh mereka kalau seperti ini" Nanda yang merasa ini sudah cukup pun langsung menghalangi saudara nya itu agar tidak melewati batasan nya, karena kalau tidak, Jay akan bisa membunuh ke dua pemuda itu.


" Lepaskan aku, aku masih belum puas!" Jay meronta dari cekalan Nanda, namun Nanda juga tidak mau menyerah dan terus memegang tubuh Jay yang sudah mulai lemah karena tenaga nya terkuras saat dia menghajar ke dua bocah itu.


" Sudah lah, henti kan! Aku punya ide yang lebih baik lagi untuk menghancurkan mereka. Membunuh mereka akan terlalu ringan untuk mereka hadapi" Nanda tersenyum menyeringai, Jay yang memang tahu maksud dari Nanda barusan langsung berhenti memberontak dan kembali merapikan pakaian nya yang sudah acak - acakan.


" Kamu benar, lebih baik kita kembali ke rumah sakit sekarang. Angga, urus mereka! Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan!" Tambah Jay pada Angga yang sedang berdiri tak jauh dari sana.


" Siap pih, aku akan melaksanakan nya" Angga meletak kan tangan nya pada dahi nya seperti orang yang sedang hormat di upacara bendera.


Angga memang tahu apa yang harus dia lakukan, pertama mereka akan memanggil dokter kepercayaan mereka untuk mengobati luka ke dua pemuda itu sebelum akhir nya mereka membawa ke dua pemuda itu ke kantor polisi untuk di tindak lanjuti.


Dan untuk hukuman yang di katakan Nanda adalah, mencari tahu tentang keluarga Putra dan Rian untuk mengakuisisi perusahaan keluarga mereka sampai bangkrut dan tak bersisa sehingga mereka dan keluarga nya bisa merasakan penderitaan yang di berikan mereka pada Alea.


Setelah urusan mereka selesai Nanda dan Jay pun kembali ke rumah sakit untuk kembali melihat keadaan Alea yang masih saja belum sadarkan diri dari pingsan nya. Sungguh mereka berharap agar Alea bisa segera pulih dan bangun dari tidur panjang nya.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2