Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 165


__ADS_3

Detik demi detik berlalu, dan menit demi menit juga ikut berlalu. Di sini, di ruangan berukuran empat kali lima meter ini hanya terdengar suara detak jam dinding yang terpasang di sana. Selebih nya hanya keheningan yang menyelimuti sepasang anak manusia yang terlihat menunduk kan wajah mereka dengan pemikiran masing - masing.


" Fey" Angga mencoba mencair kan suasana.


" Hem" jawab Feyrin langsung menatap Angga dengan dahi yang mengkerut.


" Apa pun keputusan mu nanti, aku akan menerima nya dengan ikhlas. Dan aku harap itu akan membuat mu bahagia" ucap Angga dengan wajah yang serius.


" Apa maksud mu?" Feyrin menatap Angga dengan wajah yang terlihat bingung. Feyrin merasa bahwa Angga kini terlihat sangat berbeda dari Angga yang biasa nya.


" Entah lah" Angga menjeda ucapan nya. " Entah kenapa aku merasa kalau kita akan berpisah untuk waktu yang cukup lama" tambah Angga dengan senyum miris di bibir nya.


" Apa kamu mau meninggal kan ku, begitu maksud mu ha? Jika itu yang kamu ingin kan, pergilah!" Feyrin mendengus kesal seraya memalingkan wajah nya dari Angga.


Namun sepersekian detik kemudian, Feyrin tampak membuka mulut nya dengan wajah yang terkejut saat sepasang tangan melingkar pada perut nya dengan wajah seseorang yang tertopang di pundak nya.

__ADS_1


" Biar kan seperti ini sebentar saja!" Ucap Angga sebelum Feyrin melakukan aksi protes terhadap apa yang sedang di lakukan oleh nya pada gadis itu. " Aku ingin mencium aroma tubuh mu untuk aku ingat, dan aku ingin merasakan hangat nya tubuh mu sebentar saja" tambah Angga lagi masih dengan posisi yang sama.


Feyrin pun hanya diam tanpa berniat protes sedikit pun pada apa yang di lakukan Angga saat ini, karena jujur saja Feyrin juga merasa senang mendapat kan perlakuan seperti ini dari pria itu. Namun, di balik itu semua entah kenapa perasaan Feyrin saat ini merasa tidak enak saat melihat tingkah Angga yang menurut nya agak aneh itu.


Cukup lama mereka dalam posisi itu, sampai akhir nya Angga mengakhiri semua itu dan mengajak Feyrin untuk pulang ke rumah mereka. Lagi pula sebentar lagi adalah waktu nya untuk semua karyawan berhenti dari pekerjaan mereka dan pulang ke rumah mereka masing - masing.


" Hari ini aku akan pulang bersama dengan Ceryl dan berniat untuk menemani nya sebentar di apartemen milik nya, bisa kah kamu pulang duluan dan mengatakan nya pada mommy dan daddy? Aku akan pulang bersama dengan Diana nanti" ucap Feyrin saat mereka berada di area parkir.


" Baik lah, kalau kamu ingin aku jemput langsung saja hubungi aku!" Angga tersenyum manis seraya mengusap kepala Feyrin dengan lembut. " I Love You" tambah Angga lagi seraya menatap Feyrin dengan intens.


" Pergilah! Teman - teman mu sudah menunggu mu!" Angga yang melihat Feyrin hanya terdiam, langsung menyuruh gadis itu pergi seraya menunjuk ke arah di mana Diana dan Ceryl sedang berdiri di dekat sebuah mobil seraya melihat ke arah diri nya dan Feyrin berdiri. Angga tahu kalau Feyrin masih belum bisa memaafkan kesalahan nya dan menerima cinta nya.


" Baik lah, aku pergi" Feyrin pun dengan berat hati dan langkah yang terlihat ragu, menjauh dari Angga untuk menghampiri teman - teman nya yang sedang menunggu kedatangan diri nya. Sungguh, entah apa yang sedang terjadi saat ini. Tapi yang pasti, perasaan Feyrin saat ini merasa tidak enak dan sulit untuk di artikan.


Angga pun langsung masuk ke dalam mobil merah milik Feyrin dan mulai mengendarai nya untuk pulang ke rumah keluarga Feyrin setelah mobil yang di kendarai Ceryl sudah meninggal kan area parkir di sana.

__ADS_1


Namun tanpa Angga sadari, saat mobil yang di kendarai nya dia jalan kan. Terlihat genangan semacam minyak yang terlihat di bawah mobil merah itu dengan tetesan yang yang masih terlihat dari bagian bawah mobil itu.


" Rasakan pembalasan dari ku, kalian mau mencoba bermain - main denganku ha? Tidak akan bisa" seseorang tampak keluar dari balik tiang tembok yang lumayan tersembunyi di area parkir itu dengan senyum jahat nya. " Aku akan membuat kalian hancur, ha ha ha" tawa jahat terdengar menggema di area parkir yang gelap dan sepi setelah hampir semua orang pergi dari area perkantoran. Itu adalah Mark yang masih tidak terima karena sudah di ketahui kejahatan nya dan di laporkan pada polisi.


Angga yang masih belum mengetahui apa - apa, terus melaju kan mobil nya dengan kecepatan sedang. Pikiran Angga kini sedang tidak menentu karena memikir kan hari esok di mana diri nya harus kembali dengan daddy Nanda ke Indonesia, sedang kan diri nya bahkan belum tahu bagai mana perasaan Feyrin terhadap diri nya. Angga tidak mau pulang ke Indonesia dengan tangan kosong, karena alasan nya sampai datang ketempat yang jauh seperti Paris ini adalah untuk membuat Feyrin kembali mencintai nya dan Angga berniat untuk membawa Feyrin kembali ke Indonesia.


" Apa ini saat nya aku menyerah?" Angga tersenyum miris seraya pandangan nya menatap ke arah jalanan Paris yang terlihat ramai. " Aku tidak mau menyerah begitu saja, tapi aku juga tidak mau memaksa Feyrin untuk menerima ku kembali dalam hati nya. Apa lagi Feyrin selalu terlihat tidak bahagia bila sedang bersama ku" gumam Angga seraya mengingat kembali bagai mana Feyrin bisa tersenyum bahkan tertawa lepas saat berbicara dengan teman - teman nya atau orang tua nya, namun tidak bila sedang bersama dengan diri nya.


Tiba - tiba, Angga yang melihat lampu merah yang ada di depan sana berniat untuk menginjak rem yang ada pada mobil itu. Namun entah kenapa, saat Angga menginjak nya seolah itu tidak berfungsi dan mobil yang di kendarai nya malah melaju semakin kencang.


" Oh ****, apa yang sebenar nya terjadi" Angga mengumpat dengan wajah yang sangat panik. " Bagai mana bisa rem nya tidak berfungsi" gumam Angga lagi seraya berusaha mengendali kan mobil yang di kendarai nya seraya kaki nya masih berusaha menginjak rem nya agar mobil itu berhenti.


Bahkan kini Angga harus memutar arah karena di lampu merah di hadapan nya tadi, terlihat banyak kendaraan memenuhi jalanan sehingga Angga tidak mungkin melewati nya. Kini Angga memilih jalanan yang agak sepi agar mobil nya tidak menabrak mobil yang lain nya, Angga pikir dia akan bertahan semampu nya mengendali kan mobil yang semakin melaju kencang.


Beberapa pengendara dan orang - orang yang melihat laju mobil itu tampak heran dengan laju kendaraan itu, tak jarang juga orang yang mengumpat kesal karena mobil itu melaju dengan ugal - ugalan.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2