
" Bagai mana penampilan ku, apa sudah terlihat cantik" ucap Dinka dengan gaya centil nya pada Nara dan Alea setelah dia selesai di rias oleh MUA di sana.
" Kamu terlihat sangat cantik Dinka, seperti nya Algi akan sangat terpesona dengan kecantikan mu" jawab Alea dengan tatapan kagum nya.
" Ya, aku setuju! Bukan hanya itu saja, Algi pasti akan tergila - gila dan tidak akan pernah berpaling dari mu" tambah Nara dengan tatapan tak kalah kagum.
" Kakak ini berlebihan sekali" Dinka tersipu malu.
" Bagai mana dengan penampilan ku?" Feyrin yang juga sudah selesai merias penampilan nya juga ikut bertanya seraya mematut diri nya di depan Nara dan Alea.
" Wow, kamu juga sama sangat cantik! Aku yakin om Angga tidak akan berkedip saat melihat mu" ucap Alea dengan tatapan yang sama seperti tatapan nya pada Dinka tadi.
" Aku setuju, om Angga mungkin tidak akan bisa memalingkan pandangan nya dari mu hari ini" tambah Nara lagi membuat Feyrin tersipu malu. " Baiklah, kalau kalian juga sudah siap. Lebih baik kita sekarang keluar dari sini, pasti mereka sudah jenuh menunggu kedatangan kita" ajak Nara dengan kekehan di akhir kalimat nya.
Akhir nya para wanita muda itu keluar dari kamar mereka untuk bergabung dengan yang lain nya yang sudah berkumpul di ruang tamu, seperti nya benar dugaan Nara. Mereka hampir saja merasa bosan karena menunggu kedatangan mereka berempat, dapat di lihat semua nya sudah siap berkumpul dan hanya tinggal mereka berempat saja.
Semua mata tertuju pada mereka saat ke empat wanita muda itu menuruni anak tangga dari lantai atas menuju pantai bawah, terutama empat pria yang terlihat tak berkedip melihat ke arah pasangan masing - masing.
" Wow, seperti nya mereka tidak mau kalah dengan pengantin wanita nanti" papi Jay terkekeh saat mengatakan nya.
" Ya, kamu benar! Pantas saja mereka membutuh kan waktu yang lama untuk bersiap" ayah Razky mengangguk setuju.
" Lihat lah putri ku, sangat cantik bukan?" Daddy Afkha berkata dengan nada ponggah nya.
" Menantu ku tak kalah cantik, lihat lah putra ku yang seakan enggan untuk berkedip itu" Adzriel tak mau kalah dan berkata seraya menunjuk putra nya dengan menggunakan dagu nya.
__ADS_1
" Mommy, Azzam dan Azura juga terlihat sangat cantik hari ini. Iya kan" daddy Nanda juga tak mau ketinggalan, walau pun dalam gendongan nya kini ada si tampan Azzam yang juga sudah memakai setelan jumpsuit berwarna maroon. Sedang kan si cantik Azura berada dalam gendongan grandma nya Fika. Azura juga sudah tampak cantik dengan gaun maroon yang terlihat cantik di tubuh mungil nya. Walau pun baby twins baru berusia beberapa hari saja, tapi karena tubuh mereka yang lumayan gemuk sehingga membuat mereka tak seperti bayi yang baru saja lahir beberapa hari yang lalu.
Empat wanita muda itu pun berjalan menghampiri pasangan mereka masing - masing dan berdiri di hadapan mereka.
" Kamu sangat cantik sayang" Aydan menghampiri Nara dan menggandeng tangan istri nya itu.
" Terima kasih, tapi aku masih terlihat gemuk" jawab Nara merengek manja. Memang semenjak Nara hamil dan melahir kan, tubuh Nara terlihat agak gemuk dengan berat badan yang naik beberapa kilo dari tubuh nya dulu.
" Bagi ku kamu terlihat sangat seksi" bisik Aydan di telinga Nara, membuat Nara tersipu dengan wajah yang merona.
" Penampilan mu kali ini terlalu berlebihan" ucap Rifki pada Alea saat istri nya itu tepat berada di hadapan nya.
" Berlebihan apa nya?" Alea mengerucut kan bibir nya.
" Berlebihan cantik nya sayang, aku tidak mau semua pria yang ada di pesta itu melihat dan mengagumi istri ku ini" jawab Rifki mengerling kan mata nya.
" Justru itu membuat mu semakin seksi sayang" Rifki malah tersenyum menggoda pada Alea dan langsung merangkul pundak istri nya itu dengan begitu mesra nya.
" Kamu sangat cantik sayang" Angga menatap Feyrin dengan tatapan kagum nya.
" Terima kasih" Feyrin tersipu malu.
" Aku jadi semakin takut saja kalau seperti ini" Angga menunjuk kan wajah yang cemas.
" Takut, takut kenapa?" Feyrin mengerutkan kening nya.
__ADS_1
" Aku semakin takut akan ada banyak pria yang menyukai mu" jawab Angga dengan santai nya.
Plak
Feyrin memukul lengan Angga dengan cukup keras. " Om Angga ini bicara apa? Bukan kah sejak dulu juga seperti itu, apa om lupa kalau aku ini seorang model?" Jawab Feyrin seraya mengerucut kan bibir nya lucu.
" Aish, kenapa aku bisa lupa ya?" Angga menepuk kening nya. " Kalau begitu, mulai sekarang berhenti lah menjadi model! Karena yang bisa menikmati kecantikan mu hanyalah aku seorang" tambah Angga lagi dengan nada tak ingin di bantah.
" Baik lah, tapi tunggu sampai kita menikah nanti ya! Dan selama itu belum terjadi, aku akan tetap menjadi seorang model" Feyrin berkata dengan santai nya seraya melangkah kan kaki nya untuk menjauh dari Angga, namun baru saja satu langkah Angga menarik tangan Feyrin sehingga Feyrin berbalik dengan cukup kencang dan menubruk dada bidang Angga.
" Kalau begitu aku akan menikahi mu secepat nya" ucap Angga dengan wajah yang serius.
" Ya, lakukan lah! Aku akan menunggu nya" jawab Feyrin dengan santai nya. " Sekarang lepas kan dulu tubuh ku ini, atau daddy ku akan memarahi mu" tambah Feyrin lagi seraya melepas kan diri nya dari rangkulan tangan Angga yang ada pada pinggang nya, Angga pun langsung melepas kan nya dengan senyum di bibir nya menatap Feyrin yang berjalan menjauh seraya tersenyum kepada diri nya.
" Hey, apa kamu melihat kekasih ku?" Algi tersenyum menggoda pada Dinka yang terlihat sangat cantik di hadapan nya.
" Apa maksud kakak huh? Apa kakak punya kekasih selain aku?" Dinka mendengus kesal.
" Haish, kenapa suara dan ketus nya sama dengan mu hem? Tapi kekasih ku tidak secantik diri mu" tambah Algi lagi dengan senyum menggoda nya.
" Ish, menyebal kan!" Dinka mengulum senyum di bibir nya. " Apa maksud kakak, dari kemarin aku tidak cantik begitu?"
" Cantik, sangat cantik" Algi mengangguk mantap, " tapi sekarang ini kecantikan mu bertambah beberapa kali lipat" tambah Algi lagi membuat Dinka tersipu malu. " Kamu tahu, aku sangat beruntung mendapat kan diri mu" Algi menggenggam tangan Dinka " terima kasih karena sudah mencintai ku"
" Terima kasih juga karena kakak juga mau mencintai ku" jawab Dinka dengan wajah yang semakin merona saja. " Baik lah, bisa kita pergi sekarang?" Dinka mengingat kan Algi kalau sebagian keluarga mereka sudah keluar dari mansion menuju mobil mereka masing - masing.
__ADS_1
Algi pun mengangguk dan menggandeng tangan Dinka untuk melangkah keluar dari mansion.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏