
Hari ini adalah hari di mana Feyrin akan bertemu dengan perusahaan kosmetik yang akan dia bintangi iklan nya, Feyrin belum tahu perusahaan seperti apa itu. Tapi yang Feyrin dengar dari perusahaan iklan yang mengontrak nya, perusahaan itu sangat besar dan pemilik nya dulu juga seorang model terkenal dari luar negri seperti diri nya. Namun karena pemilik perusahaan yang sesungguh nya sudah mulai pensiun karena umur nya yang tidak muda lagi, sehingga kini perusahaan itu di teruskan oleh putra semata wayang nya.
" Kamu harus lihat dia Fey, orang nya sangat tampan dan juga gagah. Dan yang paling penting, dia masih single alias masih bujangan" Susi yang merupakan penata rias dari perusahaan iklan yang bekerja sama dengan Feyrin saat ini terlihat heboh membicarakan tentang CEO perusahaan kecantikan yang sebentar lagi akan mereka temui. Susi adalah wanita jadi - jadian alias pria yang melambai atau kemayu.
Saat ini mereka sedang berada di dalam mobil perusahaan periklanan tempat mereka bekerja menuju ke perusahaan kecantik kan yang akan menjadi klien nya nanti.
" Masa sih, dia setampan apa sih? Aku jadi penasaran" jawab Feyrin dengan wajah yang terlihat penasaran.
" Ihh, beneran deh! Ekeu gak bohong, yey pasti juga langsung kepincut sama tuh cowok" Susi kembali berceloteh seraya tangan nya yang terus bergerak dengan gerakan melambai. " Dan ekeu yakin kalau dia bakalan kepincut sama yey, secara yey, itu bule yang sangat cantik membahana" tambah Susi lagi menepuk pundak Feyrin dengan cukup keras sehingga membuat Feyrin meringis menahan sakit.
" Kita lihat saja nanti ya!" Jawab Feyrin sekena nya seraya tersenyum kikuk pada Susi.
Setelah dua puluh menit berlalu, akhir nya mobil yang di naiki oleh Feyrin dan rombongan sudah sampai di depan perusahaan kecantikan yang nanti nya akan bekerja sama dengan perusahaan tempat mereka bekerja sekarang.
" Kenapa nama perusahaan ini terasa tidak asing ya?" Batin Feyrin seraya menatap papan nama perusahaan di depan nya dengan dahi yang mengkerut.
" Yey tunggu apa lagi? Cus masuk!" Susi menarik tangan Feyrin yang sedang terbengong di depan gedung lima lantai yang ada di hadapan nya.
" Ah ya!" Feyrin pun ikut melangkah kan kaki nya mengikuti Susi walau pun diri nya masih merasa bingung. " Sudah lah, mungkin aku pernah mendengar perusahaan ini di televisi, bukan kah perusahaan ini sangat terkenal" batin Feyrin menepis kebingungan nya.
Dengan langkah sedang Feyrin terus melangkah kan kaki nya mengikuti rekan kerja nya yang lain di depan nya, Selain dengan Susi, Feyrin juga datang dengan manajer perusahaan tempat nya bekerja yang bernama Vino. Vino adalah seorang pria tampan berumur tiga puluh lima tahun, selain sebagai manajer di perusahaan periklanan itu, Vino juga terkadang menjadi fotografer di perusahaan itu karena Vino yang memang juga ahli dalam bidang itu.
__ADS_1
Tok
Tok
Tok
Vino mengetuk pintu berwarna coklat yang ada di hadapan nya, membuat langkah Feyrin dan Susi yang ada di belakang Vino ikut berhenti, seperti nya itu ruangan CEO perisahaan itu karena terlihat dari papan nama yang terpasang di depan pintu itu yang bertulis kan CEO.
" Masuk!" Terdengar suara dari dalam.
" Ayo kita masuk!" Ucap Vino mengajak Feyrin dan Susi yang berada di belakang nya. Feyrin dan Susi pun mengangguk kan kepala nya
Ceklek
" Selamat datang pak Vino!" Terdengar suara sang CEO menyambut kedatangan Vino dan bersalaman dengan nya. Feyrin yang berada tepat di belakang tubuh Vino yang jauh lebih tinggi dan besar dari nya tidak bisa melihat orang yang sedang mereka temui, lagi pula Feyrin merasa kalau cukup atasan nya itu saja yang berbicara dengan klien nya itu.
" Kenapa suara nya tidak asing bagi ku?" Batin Feyrin tampak berfikir.
" Terima kasih pak, sesuai janji saya sebelum nya. Saya hari ini akan membawa model kami yang akan membintangi produk baru dari perusahaan bapak" ucap Vino.
" Ya, mana orang nya? Semoga sangat cocok dengan produk yang akan kami luncur kan" jawab CEO itu dengan nada datar nya.
__ADS_1
" Tentu saja, dia masih sangat muda dan juga cantik. Dia juga dari luar negri, jadi bapak pasti akan menyukai nya juga" Vino terkekeh saat mengatakan nya.
" Ini dia model kami!" Vino menarik tangan orang yang ada di samping belakang nya tanpa melihat siapa yang sudah dia tarik. " Ini dia, cantik bukan?" Vino berkata dengan penuh percaya diri.
" Maaf, apa pak Vino tidak salah?" CEO perusahaan itu tampak brigidig ngeri saat melihat orang yang di tunjuk kan oleh Vino barusan.
" Tentu saja ti__" Vino tidak melanjut kan kata - kata nya saat dia melihat ke arah orang yang dia tarik barusan. " Astagfirullah Susi, kenapa kamu yang muncul" Vino terlonjak kaget karena yang dia tunjuk kan ternyata adalah Susi dan bukan nya Feyrin. " Pantas saja pak Angga tadi berwajah seperti itu" batin Vino tersenyum kikuk.
Ya, yang sedang mereka temui saat ini adalah Angga, dan perusahaan kosmetik yang mereka datangi kini adalah 'Zela Cosmetic'. Angga tentu saja sangat syok saat melihat orang yang di tarik oleh Vino barusan, apa lagi tadi Susi sempat mengedipkan mata genit nya pada Angga dan menggoda Angga dengan gaya centil nya. Dan itu membuat Angga ngeri sendiri saat melihat nya.
" Maaf, maaf! Aku salah menarik orang" Vino menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. " Feyrin, maju lah! Kamu juga kenapa diam saja saat aku salah menarik orang" Vino menggerutu kesal seraya menarik tangan Feyrin agar maju ke depan, sedang kan Feyrin dari tadi terkikik geli melihat kelakukan Vino dan Susi barusan.
" Feyrin? Kamu menjadi model mereka? Sejak kapan?" Angga tampak kaget saat melihat gadis bule cantik yang beberapa hari ini sering dia temui di rumah kakak nya, kini berada di depan nya sebagai model yang akan bekerja sama dengan perusahaan nya.
" Eh, ternyata om Angga. Pantas saja tadi aku fikir suara mu tidak asing" Feyrin menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
" Kamu tidak mengenali suara ku, ck keterlaluan" Angga mendengus kesal. " Sekarang apa yang kamu lakukan di sini? Bukan kah seharus nya kamu kembali lagi ke Paris?" Angga menatap Feyrin dengan tatapan menyelidik.
" Ish, apa kak Rifki belum memberi tahu mu? Aku akan menetap di Indonesia, aku tidak mau kembali lagi ke Paris. Lagi pula mommy dan Daddy sudah mengizinkan nya" Feyrin mengerucut kan bibir nya.
" Tunggu - tunggu, jadi kalian saling mengenal?" Vino yang sejak tadi mendengar kan perkataan ke dua nya, kini ikut berbicara.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏