Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 47


__ADS_3

" ya, aku fikir mereka seperti itu juga karena saling peduli satu sama lain nya" Alice mengangguk setuju dengan ucapan Yuki barusan.


" Ish, terserah kalian saja!" Jay memutar bola mata nya malas.


" Tapi kalau anak kita marah pada mu, aku tidak ikut - ikutan" putus Adzriel pada akhir nya.


" Ya, aku juga" Jay menganggukan kepala nya setuju dengan apa yang di katakan Adzriel.


Percakapan mereka pun berlanjut dengan membicarakan tentang ide gila mereka yang akan menjodohkan Alea dan Rifki. Entah bagaimana reaksi mereka jika sudah mengetahui nya.


Kembali ke pelaminan, sudah satu jam sejak Nara beristirahat di kamar nya di temani oleh Fariz dan Amaira. Kini Nara sudah kembali lagi duduk di pelaminan bersama dengan pria yang beberapa jam yang lalu sudah sah menjadi suami nya.


"' Kamu yakin sudah lebih baik?" Aydan bertanya dengan wajah cemas nya.


" Ya, aku yakin, terima kasih!" Nara tersenyum manis. Baru kali ini Aydan bisa melihat kembali senyuman itu yang selama beberapa Minggu ini menghilang dari wajah cantik itu.


Tak lama datanglah tamu yang mereka sangat tahu siapa itu, ya giliran Algi yang memberi selamat pada pasangan baru itu.


" Selamat atas pernikahan kalian! Aku harap kamu bahagia" Algi menjabat tangan Nara dan hendak memeluk wanita cantik itu, namun tangan Aydan lebih cepat untuk mencegah nya. Aydan menarik pinggang ramping istri nya itu dalam dekapan nya.


" Ish, jangan mencoba untuk memeluk istri ku!" Aydan menatap tajam Algi dengan ucapan nya yang penuh penekanan.

__ADS_1


" Cih, dari dulu kamu tidak pernah berubah. Keposesifan mu pada Nara malah semakin parah saja" Algi mendengus kesal.


" Terserah aku, Nara adalah istri ku sekarang!" Jawab Aydan dengan santai nya seraya semakin mendekap tubuh Nara semakin erat.


" Ish, hentikan! Algi hanya ingin mengucapkan selamat pada ku!" Nara mendorong tubuh Aydan agar menjauh dari nya dan kembali mendekati Algi dan memeluk nya sebentar. " Terima kasih kamu sudah datang dan terima kasih karena kamu sudah menjadi sahabat terbaik ku!" Ucap Nara di sela pelukan nya dan langsung melepaskan nya karena Aydan sejak tadi sudah berwajah sangat kesal.


" Aku yang harus berterima kasih, karena saat bersamamu dan Alea adalah saat - saat yang mengesankan. Selalu ada pengalaman baru untuk ku" jawab Algi dengan kekehan di akhir kalimat nya. Algi selalu saja mendapatkan pengalaman baru jika bersama dengan Nara dan Alea, termasuk saat di mana mereka beberapa kali mengikuti balapan liar dan berkelahi di sekolah hanya untuk membela teman mereka yang di bully. Sungguh Algi selalu merasakan hal yang tidak pernah dia lakukan sebelum nya bila bersama dengan dua gadis itu.


" Aku harap kamu bahagia, bila dia membuat mu menangis satu kali saja. Katakan pada ku dan aku langsung akan membawamu pergi dari nya" Algi kembali terkekeh, namun tidak dengan Aydan yang mendengus kesal.


" Akan aku pastikan itu tidak akan pernah terjadi" Aydan ikut terkekeh.


" Ya, aku harap begitu. Karena kalau tidak, bersiaplah kehilangan Nara untuk selama - lama nya karena aku akan menyembunyikan nya sampai seorang tuan muda keluarga Balendra sekali pun tidak akan bisa menemukan nya" Algi kali ini berkata dengan serius.


" Tes... Tes"


Baru saja Algi dan Aydan akan berdebat kembali, suara microfon dari atas panggung terdengar nyaring membuat semua mata menatap ke arah nya. Aydan dan Nara tahu betul suara siapa itu, dan itu lah yang membuat mereka tertarik menatap ke arah nya.


" Permisi, para tamu semua kami hanya ingin mengucapkan selamat atas pernikahan ke dua mempelai" Rifki terlihat dengan percaya diri nya berdiri di atas panggung dengan microfon berada di tangan nya. Di samping nya ada Alea, Angga dan Dela.


" Ya, selamat untuk kalian!" Alea menimpali dengan suara yang sangat ceria.

__ADS_1


" Apa yang sedang mereka lakukan di sana?" Algi menatap heran ke arah panggung di mana empat orang yang mereka sangat kenal sedang berbicara di atas sana seraya tersenyum penuh arti pada pasangan pengantin hari ini.


" Aku juga tidak tahu, mungkin mereka ingin memberikan hadiah yang tidak bisa kami lupakan" Aydan terkekeh saat mengatakan nya untuk menutupi perasaan nya. Entah kenapa melihat empat orang itu di atas panggung dengan wajah yang seperti itu membuat perasaan Aydan menjadi tidak enak.


" Kami berada di sini hanya ingin membantu pengantin pria kita mengungkapkan perasaan nya pada istri tercinta nya" ucap Angga tiba - tiba seraya mengulum senyum di bibir nya membuat Aydan membulatkan ke dua bola mata nya. Seketika teriakan dan sorakan terdengar riuh di seluruh ruang acara membuat Aydan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal sedangkan Nara tampak terkikik geli karena tahu mereka sekarang pasti sedang mengerjai suami nya itu.


" Sialan, mereka mengerjai ku! Pantas saja perasaan ku dari tadi tidak enak" batin Aydan menatap kesal pada saudara - saudara nya yang berada di atas panggung saat ini.


" Waaw, aku tidak menyangka ternyata tuan muda kita ini sangat romantis" Algi menepuk pundak Aydan yang berdiri di samping nya dengan lumayan keras membuat Aydan menatap kesal pada pria yang ada di samping nya itu. Aydan tahu pasti Algi tahu kalau mereka berempat sedang mengerjai nya dan Algi tentu saja tidak akan melewatkan momen seperti ini.


" Ayo lah tuan Aydan Atallah Balendra, cepat naik ke atas panggung!" Melihat Aydan yang masih diam di tempat nya membuat Rifki kembali berbicara dan sorakan dari semua nya terdengar semakin keras saja.


" Aydan, Aydan" Alea meneriakkan nama Aydan dan di ikuti oleh semua orang yang ada di sana membuat Aydan semakin tidak bisa menghindari nya.


" Ayo Aydan, berikan persembahan terbaik mu untuk Nara!" Fika terdengar bersemangat.


" Ayo menantuku, putri ku sudah menunggu mu!" Nami tak kalah heboh membuat sorakan dari semua nya semakin riuh saja.


Aydan punenolehkan wajah nya melihat Nara yang kini mengangkat kepalan tangan nya ke atas seraya mengatakan kata semangat dengan gerakan bibir nya tanpa suara membuat Aydan menjadi sedikit terdorong dan tidak mau mengecewakan istri nya itu.


Aydan pun perlahan menarik nafas nya dalam dan membuang nya, setelah itu dengan langkah tegap dan penuh percaya diri Aydan melangkah kan kaki nya ke atas panggung menghampiri ke empat orang yang membuat nya dalam situasi seperti ini.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2