
Sementara di Paris
Acara makan malam, malam ini terasa sangat canggung karena ada satu orang baru yang bergabung dengan mereka malam ini. Semua nya sama - sama tenggelam dengan pemikiran mereka masing - masing.
" Ekhem" Afkha berusaha untuk menetralisir kecanggungan yang ada di antara mereka. " Bagai mana makanan nya, semoga cocok dengan lidah kamu ya" Afkha menatap Angga setelah mereka menghabis kan makanan mereka.
" Ini sangat enak om, terima kasih" Angga tersenyum tulus.
" Syukurlah kalau kamu menyukai masakan tante" Arin menimpali.
" Jadi ini masakan tante? Pantas saja rasa nya sangat enak, tidak kalah dengan masakan mama di rumah ku" Angga tersenyum manis.
" Kamu bisa saja, Feyrin juga ikut membantu loh. Asal kamu tahu, putri Tante ini juga pandai memasak loh" Arin ikut tersenyum sambil memuji putri semata wayang nya seperti sedang mempromosi kan barang dagangan saja.
" Benar kah? Aku tidak tahu sama sekali Tante, ternyata putri Tante ini selain cantik, baik juga pandai memasak. Sungguh beruntung pria yang akan menjadi suami nya nanti" Angga menatap Feyrin dengan tatapan menggoda nya tanpa sepengetahuan Arin dan Afkha.
" Fey sudah kenyang, mom dad aku mau ke kamar duluan dan beristirahat" Feyrin berdiri dari duduk nya. " Permisi!" Feyrin menatap Angga sekilas dengan tatapan nyalang nya sebelum dia pergi meninggal kan meja makan untuk pergi kamar nya.
" Dia pasti sangat lelah setelah pemotretan hari ini" Afkha menatap punggung putri nya itu.
" Ya, padahal biasa nya setelah makan malam, kami akan berkumpul dulu di ruang tengah untuk mengobrol" Arin ikut menimpali.
" Ya, mungkin begitu Tante, om" Angga mengangguk setuju dengan ucapan Afkha dan Arin, padahal dalam hati nya Angga tahu persis penyebab Feyrin bersikap seperti itu. Karena diri nya lah yang menjadi penyebab nya. " Kalau begitu, saya juga permisi. Ada sesuatu yang harus saya kerjakan" Angga pun ikut berdiri dan melangkah kan kaki nya mengikuti Feyrin menuju ke kamar nya.
Tak lama Angga sampai di depan pintu kamar nya dan juga kamar Feyrin yang saling berhadapan. Angga menatap pintu kamar Feyrin dengan tatapan mata yang sulit untuk di arti kan.
__ADS_1
" Maaf kan aku, mulai saat ini aku yang akan mengejar cinta mu dan aku tidak akan menyerah sebelum mendapat kan nya" gumam Angga di depan pintu kamar Feyrin.
Angga mengangkat tangan nya, bersiap untuk mengetuk pintu kamar Feyrin. Angga berniat untuk mengajak Feyrin bicara satu kali lagi, namun baru saja Angga akan melakukan nya. Sebuah suara mengagetkan Angga sehingga dia mengurung kan niat nya.
" Eh, nak Angga sedang apa? Kamar kamu yang ada di depan nya, apa kamu sudah lupa?" Arin yang kebetulan lewat di sana membuat Angga terkesiap karena sudah ketahuan berdiri di hadapan pintu kamar Feyrin.
" Oh Tante, iya aku lupa. Mungkin karena aku baru di rumah ini, jadi masih agak bingung dengan tata letak ruangan nya" Angga tersenyum kikuk seraya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. " Kalau begitu, aku ke kamar dulu tante, selamat malam!" Angga pun langsung masuk ke dalam kamar nya dengan salah tingkah.
Sementara di dalam kamar, Feyrin menangis tanpa suara karena mengingat kembali ucapan Angga tadi. Seandai nya Angga mengatakan hal itu sebelum dia menoreh kan luka pada hati Feyrin saat itu, mungkin Feyrin akan sangat bahagia saat ini. Tapi semua nya sudah terlambat bagi Feyrin, dan bagi gadis itu Angga hanyalah sebuah kesalahan yang tidak mau lagi Feyrin ingat.
Ke esokan pagi nya Feyrin tampak sudah siap dengan pakaian rapi nya, yang membuat Feyrin terlihat sangat cantik dengan penampilan nya saat ini. Hari ini Feyrin akan datang ke kampus nya untuk suatu urusan.
" Selamat pagi" Feyrin menyapa ke dua orang tua nya yang sudah berada di meja makan bersiap untuk sarapan pagi mereka.
" Pagi, di mana Angga? Apa dia belum bangun?" Arin menatap Feyrin dengan tatapan menyelidik.
" Kamu bangun kan dia! Ajak dia sarapan bersama!" Afkha berkata dengan nada datar nya.
" Ish, merepot kan saja" Feyrin mendengus kesal.
" Kamu jangan seperti itu, bagai mana pun dia tamu kita. Jadi kita harus memperlakukan nya dengan baik selama dia berada di rumah kita" ucap Arin dengan nada kesal pada putri nya itu yang entah kenapa bisa bersikap seperti, padahal biasa nya Feyrin selalu bersikap baik pada semua orang.
" Iya maaf mom" Feyrin berkata dengan nada menyesal. " Aku akan panggil kan" Feyrin baru saja akan kembali untuk memanggil Angga yang belum bergabung dengan mereka di meja makan, saat Angga secara kebetulan baru akan bergabung di sana.
" Selamat pagi semua" Angga tersenyum manis pada semua nya membuat Feyrin langsung memaling kan wajah nya. Jujur saja setiap dia melihat Angga yang seperti itu, hati nya masih selalu terpesona dengan ketampanan yang dimiliki pria itu.
__ADS_1
" Pagi" hanya Afkha dan Arin yang menjawab sedang kan Feyrin bersikap cuek.
" Nah sekarang sudah kumpul semua, jadi mari kita mulai sarapan nya" ucap Afkha dan di angguki semua nya.
Arin pun tampak cekatan menyiap kan makana untuk suami nya terlebih dahulu. " Fey sayang, kamu ambil kan makanan untuk Angga ya" Arin tersenyum seraya mengambil kan sebuah roti bakar yang dia olesi selai kacang sesuai kesukaan suami nya.
" Dia bisa mengambil nya sendiri mom" Feyrin mendengus kesal seraya mengambil roti bakar untuk diri nya sendiri.
" Feeey" Afkha menatap tajam pada putri nya yang menurut nya bersikap tidak sopan pada tamu mereka, membuat Feyrin menunduk kan kepala nya.
" Tidak apa - apa om, aku bisa mengambil nya sendiri seperti apa yang Feyrin katakan " Angga buru - buru mengambil roti bakar dan memakan nya tanpa di olesi selai terlebih dahulu. Dia merasa tidak enak saat Afkha menatap tajam pada Feyrin karena diri nya.
" Jadi, apa hari ini kamu sudah mulai akan datang ke perusahaan?" Afkha bertanya di sela sarapan yang mereka lakukan saat ini.
Ya Angga memang ke sana juga untuk melihat perusahaan yang di pimpin oleh Afkha sekarang ini, selain menjadi alasan Angga datang ke Paris. Itu juga merupakan tugas dari Daddy Nanda dan kak Adzriel nya untuk membantu Afkha menyelesaikan masalah yang ada di perusahaan itu.
" Ya, aku kira begitu" Angga mengangguk kan kepala nya.
" Tapi maaf om tidak bisa datang bersamamu karena om ada rapat penting di tempat lain pagi ini, jadi aku akan menyuruh Feyrin untuk mengantar mu ke sana" ucap Afkha
" Apa? Tidak dad, hari ini aku mau ke kampus" Feyrin jelas tidak akan mau pergi bersama dengan pria yang saat ini tersenyum penuh kemenangan sambil menatap nya. " Dia kan bisa pergi ke sana sendiri" tambah Feyrin lagi dengan wajah yang sangat kesal.
" Tidak bisa Fey, Angga belum tahu kota ini. Apa kamu mau dia tersesat?" Arin memberi pengertian pada putri nya itu.
" Tapi mom, dia kan bisa naik taksi ke sana. Dia tinggal mengatakan alamat perusahaan nya, pasti akan sampai tujuan tanpa tersesat kok" Feyrin masih kekeuh dengan pendirian nya.
__ADS_1
" Ya sudah kalau kamu tidak mau, kamu juga harus naik taksi seperti Angga. Sedangkan mobil kamu, daddy sita untuk hari ini" ucap Afkha dengan santai nya.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏