
Sementara di tempat lain, tepat nya di rumah sakit. Rifki yang sedang menemani Alea tampak bingung dengan apa yang harus dia lakukan saat ini, karena Alea mengacuhkan nya sejak tadi. Sudah tiga puluh menit sejak Rifki kembali masuk ke dalam ruangan Alea, Alice dan Jemy sudah pulang sejak tadi sore dan Jay yang sempat datang setelah pulang bekerja pun sudah pulang tiga puluh menit yang lalu dan Rifki pun harus kembali menjaga Alea sendirian di sana.
Untung nya Alice tadi membawakan baju ganti untuk nya, sehingga Rifki bisa mandi dan mengganti pakaian nya yang sudah dari kemarin tidak dia ganti tadi sore.
Hening, hanya itu yang menemani Alea dan Rifki di ruangan itu. Rifki yang tidak tahu apa yang membuat Alea marah pada nya, memutuskan untuk diam saja karena Rifki tidak mau Alea semakin marah pada nya. Apa lagi Rifki memang mempunyai kesalahan yang takut nya tidak bisa Alea maafkan.
Begitu pun Alea yang memilih diam karena masih kesal atas tanda merah yang dia lihat pada leher Rifki, dan Alea bingung bagaimana cara bertanya pada pria yang berstatus sebagai calon suami nya itu.
" Ekhem" Rifki berdehem untuk mencair kan suasana. " Apa kamu membutuh kan sesuatu?" Rifki akhir nya memutuskan untuk bertanya terlebih dahulu.
" Tidak, terima kasih" jawab Alea dengan nada datar nya, tanpa menoleh atau pun mengubah posisi nya yang sekarang. Alea kini sedang berbaring memunggungi Rifki yang sedang duduk di atas sofa yang letak nya tak jauh dari tempat nya berada.
" Oh, baiklah! Selamat beristirahat kalau begitu" Rifki berusaha bersikap sebiasa mungkin, padahal dalam hati nya Rifki merasa sangat kesal pada wanita yang ada di depan nya. Bisa - bisa nya dia marah tanpa sebab dan membuat diri nya merasa bersalah karena mengira wanita itu marah pada nya karena sudah mengingat kejadian malam itu, namun ternyata bukan.
Alice sudah memberitahukan hal itu pada Rifki tadi sebelum pulang karena merasa kasihan pada Rifki yang takut Alea marah kepada nya karena diri nya telah merenggut sesuatu yang paling berharga dari diri nya. Tapi Alice juga tidak memberi tahu kan Rifki tentang Alea yang marah karena tanda merah pada leher Rifki. Biar lah mereka berdua belajar berani mengutarakan apa yang mereka fikirkan masing - masing, begitu lah fikir Alice.
Hening kembali menyelimuti ke dua nya. Setelah beberapa lama dalam keadaan seperti itu, Alea pun membalik kan badan nya menghadap Rifki. Alea fikir mungkin pria itu sudah tidur sejak tadi, sehingga dia ingin melihat wajah tampan pria yang selama ini selalu membuat diri nya kesal sekaligus merasa kangen. Biar lah Alea melihat wajah itu saat pria itu terlelap saja, dari pada tidak sama sekali, pikir nya. Alea rasa nya belum siap bila harus berbicara dengan Rifki saat ini.
__ADS_1
" Apa kamu membutuh kan sesuatu?" Alea terpekik kaget saat mendengar suara Rifki yang bertanya pada nya tepat di depan wajah nya saat Alea membalik kan tubuh nya.
Ternyata tanpa Alea sadari Rifki mendekati Alea dan duduk di kursi kecil yang ada di samping tempat tidur Alea dengan kepala yang dia jatuhkan tepat di dekat bantal yang Alea tiduri saat ini, sehingga wajah nya dan wajah Rifki kini hanya berjarak beberapa senti saja.
Deg
Jantung mereka berdua berdetak dengan sangat kencang saat ke dua wajah itu berjarak sangat dekat. Sekejap sekolebat bayangan tentang kejadian malam itu berputar di kepala Rifki, apa lagi saat diri nya melihat bibir merah muda milik Alea yang saat itu dengan lincah nya melu mat bibir nya. Cukup lama ke dua nya terpaku satu sama lain dengan posisi mereka saat ini, sampai sepersekian detik kemudian.
" A apa yang kamu lakukan di sini huh?" Alea langsung memalingkan wajah nya saat dia menyadari keadaan nya dan keadaan Rifki saat ini seraya menetralisir detak jantung nya yang berdetak sangat kencang.
" Aku hanya takut kamu membutuhkan sesuatu, jadi aku mendekati mu ke sini" Rifki berkata dengan santai nya, berbanding terbalik dengan perasaan nya saat ini yang sedang merasakan perasaan nya yang tidak menentu dengan detak jantung nya yang seakan akan melompat dari tempat nya.
" Ish, apa kamu tidak tahu? Kalau aku sampai ketiduran di sana, aku tidak bisa mendengar suara mu yang kecil itu" Rifki berkata dengan nada mengejek nya.
" Itu sih kamu saja yang terlalu kebo kalau tertidur, bukan suara ku yang terlalu kecil" Alea memberengut kesal.
" Nah, itu kamu tahu" Rifki mencubit pipi Alea yang agak cabi itu dengan gemas nya seraya tertawa renyah membuat Alea semakin memberengut kesal, namun juga ikut tertawa renyah bersama dengan Rifki.
__ADS_1
Alea selalu senang bila di usili oleh Rifki seperti ini, dan begitu pun Rifki yang lebih senang hubungan nya dan Alea yang seperti ini dari pada harus canggung dan malu seperti kemarin - kemarin saat diri nya dan Alea tahu kalau mereka berdua di jodohkan. Dan tanpa mereka sadari, Alea dan Rifki sama - sama merindukan sosok yang selalu usil satu sama lain nya itu
" Hey, kenapa seperti nya aku sangat rindu dengan suasana seperti ini ya?" Rifki menatap Alea dengan wajah yang serius nya setelah dia menghentikan tawa nya.
" Maksud kakak?" Alea mengerutkan kening nya dan ikut menghenti kan tawa nya.
" Apa kamu tidak merasa, kalau kita kehilangan satu sama lain setelah kita tahu kalau kita di jodoh kan malam itu?"
" Kakak juga merasakan nya, aku juga seperti itu. Entah kenapa aku merindukan di usili oleh mu kak" Alea terkekeh saat mengatakan nya. " Padahal aku selalu kesal bila kakak usil pada ku"
" Seperti nya kamu sudah mulai jatuh cinta pada ku, iya kan?" Rifki menatap Alea dengan tatapan menggoda nya.
Alea yang di tanya seperti itu jelas saja menjadi gelagapan dengan wajah yang sudah merona karena malu.
" Ma mana ada seperti itu" ucap Alea berusaha menyembunyikan kegugupan nya. " Mungkin kakak yang sudah jatuh cinta pada ku, bukan kah tadi kakak yang bilang kalau kakak merindukan saat - saat seperti ini" tambah Alea lagi, kali ini dia yang menatap Rifki dengan intens.
" Kalau iya kenapa?" Rifki berkata dengan santai nya seraya melemparkan senyum yang paling manis di wajah nya, sehingga membuat Alea semakin salah tingkah saja dengan wajah yang semakin terasa panas seiring warna wajah nya yang semakin merona
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏