Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 60


__ADS_3

Setelah beberapa menit berlalu dan akhir nya Nara berhasil menyelesaikan masakan nya untuk dia bawa ke tempat bekerja Aydan suami nya, entah kenapa perasaan Nara saat ini merasa tidak enak dan Nara juga tidak tahu kenapa.


Tiga puluh menit adalah waktu yang di butuhkan Nara untuk sampai ke Balendra Corp dengan menggunakan mobil yang di kendarai oleh pak Maman, karena kalau Nara tidak di antar pasti mommy Fika tidak akan mengizinkan Nara untuk pergi karena kehamilan nya yang masih terbilang sangat muda.


" Terima kasih pak, bapak boleh pulang aku akan pulang bersama suami saya nanti" Nara tersenyum ramah pada pak Maman.


" Baik non, bapak pulang dulu ya Assalamualaikum" pak Maman pamit pada Nara.


" Walaikum sallam" jawab Nara dan mobil yang di kendarai pak Maman pun langsung berlalu menjauh dari Nara.


Nara pun langsung masuk ke dalam perusahaan dengan membawa rantang makanan kecil di tangan nya, semua mata yang Nara lewati tampak menatap kagum pada Nara yang terlihat lebih cantik dari biasa nya. Tak lupa Nara juga tersenyum dan menyapa setiap orang yang ia lewati dengan ramah dan sesekali Nara menundukan kepala nya, semua nya membalas Nara dengan tak kalah ramah. Tak jarang juga orang - orang memuji istri dari pemilik perusahaan tempat mereka bekerja itu.


Ting


Lift yang di naiki Nara sudah sampai di lantai tempat ruangan Aydan sang suami bekerja, dan yang pertama dia lihat adalah Dela sang sepupu yang sedang fokus dengan pekerjaan nya.


" Assalamualaikum" sapa Nara membuat Dela yang sedang mengerjakan pekerjaan nya menjadi terkesiap dan langsung mendongak kan kepala nya.


" Walaikum sallam, Nara kamu datang" Dela pun langsung berdiri dan keluar dari meja kerja nya untuk memeluk saudara nya itu. " Udah lama banget kamu gak datang ke sini" tambah Dela lagi di sela pelukan nya.


" Ya, aku memang sudah lama tidak kesini" mereka pun melepaskan pelukan di antara mereka.


" Apa kamu mau bertemu dengan bos?" Tanya Dela yang di angguki oleh Nara.


" Apa dia ada di dalam?"'


" Ada, tapi dia sedang bersama dengan seseorang yang menyebalkan" ucap Dela setengah berbisik.


" Orang menyebalkan? Siapa?" Nara mengerutkan kening nya.


" Masuk saja, nanti kamu juga akan tahu" Dela mendorong tubuh Nara agar dia segera masuk ke dalam ruangan Aydan, Nara pun menurut saja walau masih bingung dengan ucapan Dela barusan.

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


Nara mengetuk pintu yang ada di hadapan nya sebelum dia masuk ke dalam ruangan suami nya itu, walaupun itu ruangan suami nya tapi Nara harus tetap sopan dan Mengetuk pintu terlebih dahulu apa lagi kata Dela Aydan sedang bersama dengan seseorang.


" Masuk!" Terdengar suara Aydan dari dalam. Tak menunggu lama Nara pun langsung membuka pintu tersebut dan masuk ke dalam ruangan suami nya itu. Nara tampak menyipitkan mata nya seraya mengerutkan kening nya saat melihat orang yang sedang bersama dengan suami nya.


" Itu kan om Dimas, tapi kenapa kak Dela bilang di sini ada orang yang menyebalkan?" Batin Nara masih berdiri di depan pintu.


" Sayang, kamu datang ke sini?" Aydan yang melihat istri nya datang langsung menghampiri Nara yang hanya berdiri di depan pintu yang masih terbuka. " Kamu ke sini dengan siapa hem? Duduk lah kamu pasti merasa capek!" Aydan menggiring Nara untuk duduk di atas sofa di mana di sana ada Dimas juga yang duduk di sana.


" Kamu datang Nara?" Dimas menyapa Nara dengan senyum ramah yang dia tunjuk kan pada Dimas.


" Iya om, aku bosan hanya di mansion saja" Nara membalas senyum Dimas dengan senyuman manis nya seraya duduk di samping Dimas


" Kenapa kamu tidak bilang kalau akan datang kesini, kalau aku tahu aku pasti akan menjemput mu" ucap Aydan dengan lembut.


" Ish, justru itu alasan ku tidak memberitahu mu. Aku tidak mau mengganggu pekerjaan mu" Nara memutar bola mata nya malas.


" Nara benar, dan kamu jangan terlalu lebay! Istri kamu ini hanya hamil bukan mengidap penyakit kronis" Dimas berkata dengan nada mengejek nya.


" Ish, om ini makan nya cepat menikah! Biar om tahu bagaimana perasaan ku saat ini" Aydan mendengus kesal


" Tidak perlu kau suruh aku juga akan menikah, lagi pula aku tidak mau menjomblo seumur hidup ku" bela Dimas tak mau kalah.


" Ish, sudah hentikan! Om Dimas benar, kamu jangan terlalu lebay karena aku tidak sakit. Dan om Dimas, Aydan juga benar, om harus segera menikah karena usia om sudah sangat matang untuk menikah" ucap Nara santai.


" Ish, kamu ingin bilang kalau aku sudah terlalu tua begitu" Dimas mendengus kesal. " Istri dan suami sama saja" tambah Dimas menatap Nara dan Aydan dengan tatapan kesal nya.

__ADS_1


" Bukan begitu om, apa om tahu bahkan Alea dan kak Rifki sebentar lagi akan menikah?" Ucap Nara.


" Benarkah? Kenapa aku tidak tahu?" Aydan mengerutkan kening nya.


" Aku juga baru di beri tahu oleh mommy kemarin sore saat aku sedang menunggu mu pulang" jawab Nara enteng.


" Tunggu dulu, bukan nya Rifki tidak punya pacar ya? Kalau Alea sih aku percaya karena dia punya banyak pacar" Dimas tampak berfikir.


" Ish, apa om tidak mengerti maksudku? Yang akan menikah itu adalah Alea dengan kak Rifki"


" Apa?" Ucap Aydan dan Dimas secara bersamaan seraya membulatkan ke dua bola mata mereka.


" Bagaimana bisa sayang? Mereka kan tidak pernah akur seperti kita" Aydan masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar


" Ya, aku juga heran. Bagaimana bisa mereka berdua akan menikah? Mereka bahkan sangat mirip dengan Tom and Jerry yang tak bisa akur" tambah Dimas.


" Tentu saja bisa, kalau Tuhan mama dam mami sudah berkehendak. Semua nya tidak akan ada yang bisa membantah nya" Nara terkekeh saat mengatakan nya.


" Maksud mu?" Dimas mengerutkan kening nya.


" Ish, asal kalian tahu mereka menikah karena mama Yuki dan mami Alice yang menjodohkan mereka." Nara menjelaskan


" Ck ck ck, lagi - lagi para ibu melakukan hal gila lagi" Aydan menggeleng - gelengkan kepala nya.


" Ish, tidak bisa aku biarkan!" Ucap Dimas membuat Nara dan Aydan menatap ke arah nya.


" Apa maksud om? Apa om akan menggagalkan pernikahan mereka begitu?" Nara menatap tajam pada pria yang selalu dia panggil om itu.


" Ish ish ish, om sampai segitu nya karena tidak mau di langkahi?" Aydan menatap tak percaya pada Dimas.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2