Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 111


__ADS_3

Sementara itu, Dinka yang pulang dari kampus lebih awal merasa ingin datang ke kafe Algi untuk sekedar makan siang di sana. Dinka juga berharap dengan begitu diri nya bisa bertemu dengan Algi, karena sejak hari di mana Algi menolong nya. Dinka tidak pernah lagi bertemu dengan pria tampan yang dengan diam - diam masuk ke dalam hati nya itu.


" Selamat siang, dan selamat datang di kafe kami" seorang pegawai tampak menyambut kedatangan Dinka yang kali ini datang bersama dengan teman nya Ara. Ara sudah mendengar cerita tentang kejadian buruk satu Minggu yang lalu di alami oleh Dinka dari cerita yang di ceritakan oleh Dinka pada nya.


Dinka pun membalas pegawai itu dengan senyum ramah di bibir nya, begitu pun dengan Ara. Mereka pun langsung masuk dan duduk di salah satu meja kosong yang ada di sana.


" Kamu mau makan apa Ra?" Dinka memegang buku menu yang ada di sana.


" Aku samain aja deh" jawab Ara sambil celinguk kan mencari sesuatu.


" Kamu nyari apa sih?" Dinka kesal pada teman nya itu yang seperti tidak menanggapi perkataan nya. " Dari tadi celingak celinguk aja, kamu dengar gak sih apa yang aku katakan" Dinka mendengus kesal.


" Aku dengar Dinka, aku samain aja makanan nya sama kamu. " Ara menoleh pada Dinka. " Aku sedang mencari kesatria berkuda putih mu dulu, ck kenapa dia tidak terlihat" Ara masih saja celinguk kan


" Mungkin dia sedang sibuk, sudah lah! Kita kan ke sini untuk makan" dalam hati nya yang paling dalam, sebenar nya Dinka juga merasa kecewa karena tidak bisa melihat pria yang selama beberapa hari ini memenuhi pikiran nya.


" Ya, mungkin kamu benar" Ara pun berhenti mengamati sekitar kafe untuk mencari sosok Algi yang biasa nya selalu ada di sekitar sana untuk mengawasi para pegawai nya.


Akhir nya Dinka dan Ara memesan makanan yang sudah mereka pilih untuk menu makan siang mereka hari ini. Tak lama pesanan mereka pun datang, dan tak menunggu lama lagi Dinka dan Ara langsung menyantap makanan mereka dengan lahap nya.


" Kamu datang ke sini?" Di saat Dinka dan Ara sedang asyik menyuap kan makanan pada mulut nya, tiba - tiba seseorang yang tak asing lagi bagi mereka datang menghampiri Dinka dan Ara dengan senyum manis yang mengembang di bibir nya, membuat Dinka selalu terpesona dengan wajah tampan itu. Siapa lagi kalau bukan Algi

__ADS_1


" Ukhuk ukhuk" Dinka yang merasa kaget, malah tersedak dengan makanan yang sedang dia makan.


" Aduh Dinka, kamu gak apa - apa?" Ara langsung memberikan air minum di hadapan Dinka agar Dinka meminum nya, sedang kan Algi menepuk punggung Dinka dengan cukup keras agar Dinka merasa lebih baik. Tak menunggu lama Dinka pun langsung menyambar gelas yang di sodor kan oleh Ara pada nya dan meminum semua isi nya dengan sekali tandas.


" Kalau makan itu hati - hati! Jadi tersedak kan" omel Algi pada Dinka seraya tangan nya yang masih menepuk pelan punggung Dinka.


" Ish, ini juga gara - gara kamu yang mengaget kan ku" Dinka mendengus kesal seraya mengusap bibir nya dengan tisyu.


" Aku hanya menyapa mu, apa aku salah?" Algi jadi ikut merasa kesal. " Hey, teman mu ini kenapa? Selalu bersikap ketus kepada ku" Tambah Algi lagi bertanya pada Ara.


" Itu karena kamu selalu bersikap menyebal kan pada ku" jawab Dinka cepat sebelum Ara mengatakan yang tidak - tidak. Sedangkan Ara tampak terkekeh melihat kelakuan dua orang yang ada di hadapan nya.


" Aku tidak tahu kak, mungkin karena kakak sangat tampan. Makan nya Dinka jadi selalu ketus pada mu" Ara semakin terkekeh, apa lagi saat Dinka menatap tajam pada nya karena perkataan nya barusan.


" Ya, seperti nya teman mu ini sangat jujur" Algi terkekeh. Aku ini memang tampan" tambah Algi lagi dengan gaya ponggah nya.


" Ish, percaya diri sekali" Dinka memutar bola mata nya malas, sedangkan Algi malah semakin yerkekeh saja.


" Oh ya, aku ingin mengucap kan terima kasih atas kue yang kamu berikan beberapa hari yang lalu. Kue nya sangat enak seperti biasa nya" ucap Algi setelah menghenti kan kekehan nya.


" Seperti biasa?" Dinka mengerut kan kening nya karena merasa bingung dengan ucapan Algi barusan, pasal nya Dinka baru pertama kali membuat kan kue untuk pria itu.

__ADS_1


" Ya, seperti biasa nya. Bukan kah itu buatan Nara?" Jawab Algi dengan santai nya.


" Tidak, kamu salah! Kak Nara memang yang memberikan resep kan langkah nya, tapi aku yang sudah membuat nya" Dinka tidak terima kue yang dia buat dengan susah payah, di katakan sebagai buatan orang lain. Walau pun itu saudara nya sendiri.


" Jadi kamu yang membuat nya? Kamu hebat juga bisa membuat kue yang sama persis dengan kue buatan Nara" puji Algi pada Dinka.


" Kakak seperti nya sangat hafal sekali rasa kue yang di buat kak Nara" Dinka mengerut kan kening nya menatap Algi dengan tatapan menyelidik. Entah kenapa saat ini perasaan Dinka mengatakan kalau Algi menyukai Nara.


" Tentu saja aku sangat hafal, sudah bertahun - tahun aku memakan kue buatan Nara itu. Dan rasa nya selalu sama setiap kali Nara membuat nya" jawab Algi lagi.


" Oh, seperti itu" Dinka mengangguk - angguk kan kepala nya mengerti.


Saat itu ke tiga nya mengobrol beberapa hal sambil Dinka dan Ara menghabis kan makanan dan minuman yang mereka pesan tadi. Sungguh Dinka sangat senang sekali hari ini karena berkesempatan untuk mengobrol dengan pria yang dia sukai, walau pun Dinka masih belum berani menyatakan perasaan nya pada Algi karena dia ingin memasti kan terlebih dahulu perasaan Algi terhadap diri nya. Dinka tidak mau sampai sakit hati dan malu karena cinta nya yang di tolak oleh pria itu.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sementara di siang yang sama, Nara juga pergi ke Balendra Corp untuk menemui suami nya yang sedang bekerja di sana. Nara tadi memasak makanan kesukaan Aydan, dan Nara ingin membawakan nya untuk makan siang suami nya itu. Lagi pula sejak kejadian Nara yang masuk rumah sakit saat Alea di culik waktu itu, Nara tidak pernah berkunjung ke perusahaan milik keluarga suami nya itu karena Aydan sering melarang nya untuk keluar rumah.


Tapi kali ini Nara sangat ingin datang ke sana dan bertemu dengan suami nya itu. Dan untuk berjaga - jaga, Nara pergi ke sana di antar kan oleh sopir keluarga mereka.


Mobil yang di naiki oleh Nara terlihat membelah jalanan ibu kota yang lumayan padat dengan kecepatan sedang, Nara terlihat tak sabar ingin segera sampai di sana dan segera bertemu dengan suami nya.

__ADS_1


" Semoga dia senang melihat ku datang ke sana, dan yang paling penting. Semoga dia tidak mengomel pada ku" gumam Nara seraya menatap kotak makan yang sedang dia bawa di tangan nya.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2