Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 127


__ADS_3

Dua hari telah berlalu sejak kejadian itu, Feyrin yang memang selalu profesional dengan pekerjaan nya. Akhir nya berhasil menyelesai kan proyek yang sedang dia kerjakan dengan perusahaan Angga dengan baik.


Selama itu juga Feyrin tak mengatakan apa pun pada Rifki dan Alea karena dia tidak mau ada perselisihan di antara mereka. Bagi Feyrin cukup diri nya saja yang berselisih dengan Angga, tidak dengan Rifki dan Alea juga.


Begitu pun hubungan Feyrin dan Angga yang semakin renggang setiap hari nya, bahkan selama mereka menyelesai kan pekerjaan mereka. Feyrin dan Angga bersikap seperti orang asing yang tidak saling mengenal satu sama lain nya.


Siang itu mereka akan mengadakan makan siang bersama untuk merayakan keberhasilan mereka. Namun Feyrin memutus kan tidak ikut karena ada urusan yang harus dia selesaikan saat itu, lagi pula Feyrin tidak mau bertemu dengan Angga secara langsung dalam acara itu.


" Yey beneran gak ikutan sist? Ekeu gak ada temen nya dong" Susi tampak berwajah sedih karena Feyrin memutus kan untuk tidak ikut acara itu. Sebenar nya Feyrin ingin memanfaat kan waktu nya untuk membereskan barang nya siang ini karena sore hari nya Feyrin akan langsung terbang kembali ke Paris. Feyrin sudah memesan tiket penerbangan nya sejak dua hari yang lalu, namun dia tidak mengatakan apa pun pada siapa pun termasuk Rifki dan Alea. Feyrin tidak mau mereka melarang diri nya untuk pergi.


" Maaf ya, dan terima kasih karena kamu sudah menjadi teman yang baik untuk ku selama di sini" Feyrin berkata dengan tulus.


" Yey, beneran jadi pulang ke Paris?" Susi berkata dengan wajah yang terlihat sedih. " Kita gak akan ketemu lagi dong" tambah Susi lagi dengan mata yang berkaca - kaca.


Walau pun kebersamaan mereka baru beberapa bulan saja, namun entah kenapa Susi sudah merasa nyaman berteman dengan Feyrin dalam waktu yang singkat itu.


" Kita kan masih bisa vc, nanti kalau aku berkunjung lagi ke Indonesia. Kita kan bisa ketemu" Feyrin berusaha menghibur Susi.


" Beneran ya? Yey harus datang lagi ke Indonesia" Susi pun memeluk Feyrin dengan erat dan Feyrin pun membalas nya.


" Iya, kan saudara aku banyak yang di sini. Ya pasti aku akan datang lagi suatu hari nanti" Ucap Feyrin di sela pelukan nya.


Walau pun sangat berat pergi dan meninggal kan semua kenangan manis yang ada di sini, tapi Feyrin pikir ini adalah yang terbaik untuk diri nya dan juga Angga saat ini. Melihat Angga yang selalu menatap diri nya dengan penuh kebencian benar - benar membuat Feyrin tak bisa menahan rasa sakit di hati nya. Dan Feyrin harap dengan kepergian nya akan membuat hidup Angga lebih tenang karena tidak perlu melihat wajah diri nya lagi.

__ADS_1


Siang itu Feyrin pun pulang ke rumah Saputra, di sana seperti biasa di jam seperti ini hanya ada beberapa pelayan yang ada di sana karena Alea dan Rifki masih bekerja di jam seperti ini.


Feyrin pun membereskan barang nya dan menulis sepucuk surat yang akan dia titip kan pada pelayan untuk di berikan pada Alea dan Rifki. Bukan apa - apa Feyrin tidak mau berpamitan langsung pada mereka, karena mereka pasti tidak akan mengizinkan diri nya untuk pergi.


Setelah selesai bersiap, Feyrin pun langsung pergi ke Bandara dengan membawa koper yang berisi barang - barang nya. Tak lupa Feyrin juga menitip kan surat yang tadi dia tulis untuk Alea dan Rifki.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sementara di tempat Angga berada, Angga terlihat begitu menikmati kebersamaan diri nya dengan rekan kerja yang lain nya. Mereka tampak bersenang - senang di sebuah restauran yang berada di dekat perusahaan nya.


" Syukur lah dia tidak ikut, ternyata dia cukup tahu diri juga" batin Angga saat tak melihat sosok Feyrin berada di sana.


" Hey, bintang kita kali ini ke mana? Kenapa dia tidak kelihatan?" Salah satu karyawan yang ada di sana bertanya tentang keberadaan Feyrin yang tak terlihat di sana.


" Dia gak ikut, kata nya mau pulang sore ini" Susi menjawab dengan nada yang lesu.


" Kalau pulang nya sore, kenapa dia tidak ikut makan siang di sini?" Karyawan yang tadi bertanya tampak mengerut kan kening nya.


" Tentu saja, dia harus bersiap - siap. Yey kira perjalanan ke Paris itu perjalanan yang deket apa?" Susi mendengus kesal.


" Paris?" Vino tampak membulat kan ke dua bola mata nya saat mendengar perkataan Susi barusan. Vino belum mengetahui soal kepulangan Feyrin ke Paris.


Begitu pun Angga yang juga ikut terkejut dengan kabar barusan. Entah kenapa ada rasa bersalah pada hati nya saat mendengar berita kepulangan Feyrin yang mendadak seperti ini.

__ADS_1


" Apa aku sudah bersikap keterlaluan pada nya ya?" Batin Angga merutuki kesalahan nya.


" Bos tidak tahu ya, ini tadi Fey titipin ke ekeu buat bos" Susi menyerahkan sebuah amplop yang berisi surat pengunduran diri Feyrin dari perusahaan Vino.


" Apa ini?" Vino menerima amplop itu, Angga pun ikut memperhatikan.


" Tentu saja surat resign" Susi berkata dengan santai nya.


" Jadi Feyrin benar akan kembali ke Paris?" Angga yang berbicara.


" Benar dong bos ganteng, masa ekeu bercanda" ucap Susi dengan gaya genit nya.


" Kalian lanjut kan saja pesta nya, aku ada urusan sebentar" Angga pun dengan terburu - buru keluar dari restauran itu. Entah kenapa mendengar Feyrin yang akan kembali ke Paris membuat perasaan bersalah nya semakin besar saja. Jujur saja, entah kenapa saat itu Angga tidak bisa mengendalikan emosi nya kepada Feyrin.


Angga pun dengan tergesa - gesa keluar dari restauran dan berjalan cepat menuju ke mobil nya, tujuan nya adalah rumah keluarga Saputra untuk menanyakan langsung pada Feyrin. Angga juga akan meminta maaf atas sikap nya yang sudah keterlaluan saat itu.


Namun, saat lampu merah. Mata Angga tak sengaja menangkap sosok yang tak asing lagi di mata nya, berada di atas motor tampak mesra dengan seorang pria yang membawa motor itu, tepat di samping mobil yang di kendarai Angga saat ini.


" Lula, sedang bersama siapa dia?" Gumam Angga dengan wajah yang tampak memerah menahan amarah, apa lagi saat ini Lula tampak memeluk erat pria di hadapan nya dengan sesekali bercanda dan tertawa dengan begitu mesra nya.


Tak lama lampu merah pun berubah menjadi hijau, semua kendaraan mulai melaju termasuk motor yang di kendarai Lula dan kekasih nya. Tak menunggu lama Angga pun mengikuti motor itu dari arah belakang dengan jarak yang tidak mencuriga kan.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2