Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)

Kesucian Yang Direnggut ( Nara Untuk Aydan)
Bab 140


__ADS_3

" Kenapa kamu malah bangun? Aku rasa posisi tadi cukup nyaman juga" Angga tersenyum menggoda.


" Ish, jangan bicara sembarangan! Lagi pula jika anda tidak menarik ku, aku tidak mungkin terjatuh seperti tadi" Feyrin melipat ke dua tangan nya di depan dada nya dengan wajah yang terlihat sangat kesal.


" Tapi kamu menyukai nya kan?" Angga menaik turun kan alis nya lucu dan membuat Feyrin semakin kesal saja pada Angga saat ini.


" Ish, siapa juga yang menyukai nya? Cepat keluar, atau anda ingin aku menjambak rambut anda sampai botak?" Feyrin semakin kesal dengan ucapan Angga barusan.


" Mau menjambak ku? Silahkan, lakukan lah! Aku akan dengan senang hati menerima nya" Angga malah tersenyum menggoda sambil menyodor kan kepala nya sendiri di hadapan Feyrin.


" Apa dia bilang? Mau di jambak rambut kok malah senang sih" batin Feyrin menatap tak percaya pada Angga yang masih saja menampil kan senyum yang terlihat menyebal kan di mata Feyrin saat ini. " Haish, apa yang harus aku lakukan?" Feyrin menghembus kan nafas nya kasar, sungguh menghadapi Angga saat ini membuat nya kehabisan akal dan merasa lelah


" Kamu tidak perlu bingung, aku akan membantu mu menjambak rambut ku kalau kamu mau" Angga memegang tangan Feyrin dan mengarah kan tangan itu untuk menjambak rambut nya sendiri. " Kamu tahu, apa pun yang akan membuat mu senang dan bisa mengurangi kebencian mu pada ku. Akan dengan senang hati aku lakukan, walau pun harus nyawa ku yang menjadi taruhan nya" ucap Angga masih dengan memegangi tangan Feyrin.


" Ish, apa yang anda lakukan? Cepat lepas kan!" Feyrin menghempas kan tangan Angga dari tangan nya dengan wajah yang sangat kesal." Aku mohon jangan mengatakan itu, karena aku tidak akan sanggup melihat kamu terluka" batin Feyrin seraya berusaha untuk bersikap tidak perduli pada pria yang ada di hadapan nya.


" Baik lah kalau anda ingin tetap di sana, duduk lah terus di sana! Biar aku pergi menaiki taksi" Feyrin pun melangkah kan kaki nya dengan wajah yang sudah memerah karena kekesalan nya, Feyrin pikir kalau dia lebih lama lagi dengan pria itu dia takut akan tidak bisa menahan perasaan nya sendiri. Angga yang melihat Feyrin menjauh dari nya pun langsung keluar dari dalam mobil dan mengejar nya.


" Baik lah, maaf kan aku! Sekarang kamu boleh masuk ke dalam mobil mu, aku akan masuk ke dalam perusahaan" Angga tidak tega melihat Feyrin yang akan menaiki taksi ke kampus nya, apa lagi Feyrin harus berjalan kaki lumayan jauh jika ingin mendapat kan taksi di daerah sana.


" Gitu dong, kenapa tidak dari tadi sih?" Feyrin tersenyum penuh kemenangan dan langsung masuk ke dalam mobil nya untuk segera meninggal kan tempat itu dan Angga yang menatap sendu kepergian mobil berwarna merah itu.

__ADS_1


Seperti nya Angga membutuh kan perjuangan yang ekstra untuk mendapat kan maaf dan cinta Feyrin kembali saat ini, karena seperti nya luka yang dia toreh kan di hati gadis itu terlalu dalam dan menimbul kan bekas luka yang lumayan dalam.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sementara di Jakarta, tampak Alea yang malam ini sedang menunggu kedatangan suami nya di ruang tengah.


" Al, kamu lagi ngapain di sini?" Mama Yuki yang saat ini sedang berada di rumah, tampak mengerut kan kening nya melihat menantu kesayangan nya sedang berjalan mondar mandir di ruang tengah.


" Lagi nungguin kak Rifki mah" Alea tersenyum manis.


" Memang Rifki lagi ke mana?" Yuki tadi sudah melihat Rifki pulang bekerja dan tak tahu kalau Rifki sudah pergi lagi.


" Kak Rifki lagi beli seblak yang ada di ujung jalan sana mah, aku sejak tadi udah ngiler ngebayangin makan itu. Jadi aku minta kak Rifki buat beliin" Alea nyengir kuda menampil kan deretan gigi putih nya.


" Memang benar ya, dedek akan kepanasan kalau makan pedas?" Gumam Alea dengan wajah yang bingung.


Tak lama Rifki pun datang sambil membawa pesanan Alea tadi di tangan nya dan langsung menyiap kan nya agar istri nya itu bisa langsung memakan makanan yang dia ingin kan itu.


" Makan lah! Setelah itu kita langsung tidur ya!" Rifki mengusap kepala Alea dengan lembut. " Atau mau kakak suapin?" Tambah Rifki lagi dengan senyum menggoda nya.


" Tidak usah, tapi kak ini tidak terlalu pedas kan?" Alea menunjuk seblak yang ada di hadapan nya.

__ADS_1


" Tidak, aku sengaja minta sedikit cabe nya. Memang kenapa, apa sekarang kamu tidak kuat makan pedas?" Rifki melihat istri nya itu dengan wajah yang cemas.


" Bukan begitu, tadi kata mama kalau aku makan pedas nanti kasihan dedek bayi yang dalam perut aku akan kepanasan. Memang benar ya kak?" Alea mengerut kan kening nya.


Bukan nya menjawab pertanyaan Alea, Rifki malah tertawa menertawakan pertanyaan Alea barusan.


" Ish, kenapa kakak malah tertawa sih?" Alea memberengut kesal seraya melipat ke dua tangan nya di depan dada nya.


" Kamu tahu, mama tuh bicara seperti itu agar kamu tidak sering memakan makanan yang terlalu pedas karena itu kurang baik untuk kesehatan mu dan bayi kita" Rifki mencubit pipi Alea dengan gemas.


" Oh begitu, aku juga sekarang sudah jarang memakan makanan pedas kok. Sekarang saja entah kenapa aku ingin makan seblak ini" Alea mengerucut kan bibir nya lucu.


Cup


Rifki mengecup bibir Alea sekilas " ya sudah, makan lah, setelah itu biar kan kakak. yang memakan mu" Rifki terkekeh saat mengatakan nya.


" Ish, dasar!" Alea mengerucut kan bibir nya " Baik lah, aku juga sudah lapar" Alea pun memulai memakan seblak yang tak terlalu pedas itu dengan begitu lahap nya, sedangkan Rifki hanya melihat saja dengan wajah yang tersenyum bahagia.


Dalam hati Rifki saat ini, Rifki merasa bersyukur karena semua keinginan nya satu persatu sudah di wujud kan oleh Tuhan. Rifki bersyukur telah memiliki istri yang sangat dia cintai sejak dulu yang ternyata dia pun mencintai diri nya sama seperti yang dia rasakan, dan sekarang dalam perut Alea sudah ada buah cinta dari mereka berdua.


" Eh kak, bagai mana dengan kak Angga dan juga Feyrin ya? Semoga saja om Angga berhasil meluluh kan kembali hati Feyrin" Alea tiba - tiba saja teringat dengan Angga yang berada di Paris sana saat dia sudah menghabis kan makanan nya.

__ADS_1


" Semoga saja, kita hanya bisa berdo'a untuk mereka berdua" jawab Rifki. " Apa kamu sudah selesai makan nya? Berarti sekarang giliran ku yang akan memakan mu" Rifki langsung saja mengangkat tubuh Alea dan menggendong nya untuk dia bawa ke kamar mereka. Alea yang awal nya kaget dengan perlakuan suami nya itu, kini tersenyum seraya mengalungkan tangan nya pada leher suami nya itu. Dan kalian pasti tahu apa yang akan terjadi selanjut nya di dalam kamar mereka.


__ADS_2