
Dinka kini sangat panik dengan wajah yang meringis menahan rasa sakit pada tangan nya yang di cengkram kuat oleh Erik mantan kekasih nya yang datang dari Bandung.
" Lepas kan aku Erik! Kamu menyakiti ku!" Dinka berkata sambil menahan rasa sakit nya dan berusaha melepaskan tangan nya dari cengkraman Erik.
" Tidak, aku tidak akan pernah melepas kan mu! Asal kamu tahu, tidak ada yang bisa memiliki mu selain diriku" Erik tersenyum menyeringai membuat tubuh Dinka gemetar ketakutan saat melihat wajah Erik yang terlihat menyeram kan dan tidak seperti Erik yang selama ini Dinka kenal.
" Kamu gila Erik, lepas kan aku!" Dinka berteriak histeris berharap seseorang akan mendengarkan kan nya dan menolong nya dari mantan pacar nya yang gila itu. Namun sayang, tanpa Dinka sadari dia tadi sudah menghenti kan langkah nya di tempat yang lumayan sepi di mana jarang sekali orang melewati jalan itu.
" Ya, aku memang sudah gila! Tapi itu juga karena kamu" Erik berkata dengan tawa jahat yang menyertai nya, membuat tubuh Dinka gemetar ketakutan. Sungguh, Dinka saat ini sangat takut pada pria yang ada di hadapan nya. Dinka juga menyesal karena dulu selalu tidak mau saat ayah nya Danu mau mengajari nya bela diri dengan alasan diri nya bukan anak laki - laki.
Buugh
Satu pukulan mendarat tepat pada wajah Erik saat ini, sehingga membuat Erik jatuh tersungkur di atas jalanan yang panas karena terik nya sinar mata hari di siang ini.
" Jangan pernah lagi kamu menemui Dinka, atau aku tidak akan segan untuk memberikan mu luka yang jauh lebih besar dari pada ini" seorang pria tampak berkata dengan amarah yang tercetak di wajah nya, terlihat dari rahang nya yang mengeras dan kepalan tangan yang kuat saat dia menunjuk Erik dengan tangan nya.
Dinka tampak membulat kan ke dua bola mata nya saat melihat siapa yang ada di hadapan nya saat ini. Begitu pun Erik yang juga kaget karena seseorang telah memukul wajah tampan nya.
" Siapa kamu? berani nya kamu melakukan hal ini pada ku!" Erik bangun dari posisi jatuh nya, dan dengan kilatan amarah pada wajah nya. Dia melayang kan satu pukulan ke arah pria yang tadi memukul nya.
Buugh
Tubuh Erik kembali tersungkur di atas jalan saat pria itu berhasil menangkis serangan dari Erik barusan dan kembali melayang kan pukulan nya. Sedangkan Dinka berteriak histeris dengan mulut yang ia tutupi dengan ke dua tangan nya.
__ADS_1
" Brengsek!" Umpat Erik seraya mengusap sudut bibir nya yang robek dan mengeluarkan darah segar karena ke dua pukulan yang di layang kan oleh pria itu cukup keras sehingga menyebabkan luka robek di wajah Erik saat ini. " Sebenar nya siapa kau, berani nya kamu ikut campur dengan urusan ku?" Erik menatap tajam pria itu dengan wajah yang terlihat kesal.
" Kamu mau tahu siapa aku? Aku adalah kekasih Dinka" ucap pria itu dengan mantap, membuat Dinka menatap tak percaya kepada nya.
" Kak Algi" ya, yang menolong Dinka saat ini adalah Algi. Entah bagai mana Algi bisa ada di sana saat ini, yang pasti Dinka merasa bersyukur dengan kehadiran Algi saat ini.
" Kamu tidak apa - apa kan? Apa dia menyakiti mu?" Algi yang seolah baru sadar dari amarah nya langsung menghampiri Dinka dan memeriksa keadaan gadis itu.
" Aku baik - baik saja" jawab Dinka masih dengan wajah yang terlihat masih syok dengan kejadian yang baru saja menimpa nya.
" Kak Algi awas!" Di saat Alea masih mencoba menetralisir perasaan nya yang masih gemetar karena rasa syok yang dia alami, tiba - tiba Erik yang masih tidak bisa menerima perbuatan Algi pada nya langsung menyerang Algi yang sedang tidak siap dari arah belakang.
Buugh
" Aaah"
" Dasar bocah tidak tahu diri" Algi malah tersenyum menyeringai menatap tajam pada Erik yang memundurkan tubuh nya secara perlahan karena takut dengan tatapan Algi saat ini.
Algi pun maju dengan tangan yang terkepal, bersiap - siap kembali melayang kan pukulan nya pada Erik yang sudah menunjuk kan wajah ketakutan nya.
Buugh
Duak
__ADS_1
Satu pukulan dan satu tendangan Algi layang kan pada Erik, membuat tubuh Erik lagi - lagi tersungkur di atas jalan dengan luka yang semakin banyak di wajah dan tubuh nya.
" Aku peringat kan kamu sekali lagi, jangan pernah mengganggu Dinka lagi! Apa kamu mengerti?" Algi membentak Erik dengan wajah yang terlihat kesal.
" Ba baik lah, aku mengerti!" Erik pun dengan terburu - buru bangkit dari posisi nya dan langsung melangkah dengan tergesa - gesa menjauh dari tempat itu dengan kaki yang sedikit pincang karena tendangan dari Algi tadi pada bagian kaki nya. Erik pikir, dia tidak akan bisa menghadapi Algi dengan kemampuan nya saat ini. Biar lah kali ini dia mengaku kalah dan mundur dari pada harus terluka lebih parah lagi.
" Kamu baik - baik saja?" Dinka menghampiri Algi seraya memeriksa luka pada wajah Algi dengan wajah yang sangat cemas.
" Aku baik - baik saja, kamu jangan cemas!" Algi memegang tangan Dinka yang menyentuh wajah nya untuk memeriksa luka yang ada di sana.
" Maaf!" Dinka menurun kan tangan nya, " gara - gara aku, wajah mu jadi seperti ini" tambah Dinka lagi dengan wajah yang terlihat sendu.
" Terima kasih" ucap Algi dengan tiba - tiba, membuat Dinka mendongak kan kepala nya dan menatap Algi dengan wajah yang berkerut. "Seharus nya itu yang kamu ucap kan kepada ku saat ini" tambah Algi lagi saat melihat wajah bingung dari Dinka. " Dan ucap kan itu sambil tersenyum, karena kamu yang seperti ini terlihat sangat jelek" ucap Algi dengan nada mengejek nya.
" Ish, enak saja kamu bilang aku jelek, aku ini cantik tahu" Dinka mengerucut kan bibir nya lucu.
" Sama - sama" ucap Algi tanpa menunggu ucapan terima kasih dari Dinka, membuat Dinka menjadi kesal pada Algi.
" Ish, menyebal kan!" Dinka memukul dada bidang Algi membuat Algi terkekeh melihat wajah kesal Dinka saat ini. " Terima kasih!" Tambah Dinka lagi dengan senyum di bibir nya. Bagaimana pun kali ini Algi sudah menolong nya dari Erik yang sekarang sangat terobsesi dengan diri nya.
" Nah, kalau seperti ini kan cantik!" Algi menaik turun kan alis nya lucu dengan senyum menggoda pada Dinka.
" Ish, apa an sih" Dinka kembali memukul dada bidang Algi dengan salah tingkah karena mendengar pujian dari pria tampan yang sudah menolong nya kali ini. Dan entah kenapa detak jantung Dinka juga berdetak dengan sangat cepat saat ini, perasaan yang belum pernah dia rasakan sebelum nya bahkan saat Dinka masih berhubungan dengan Erik dulu.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏